
Hari jum'at adalah jadwal kajian yang selalu dihadiri oleh Nayra. Ia nampak semangat, semangat menuntut ilmu memanglah penting.
Firman Allah Ta’ala :
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al-Mujadillah: 11).
Ibnu Abbas menafsirkan: “Allah mengangkat derajat orang yang berilmu di atas orang yang tidak berilmu beberapa derajat yang sangat tinggi”. Tentunya penafsiran Ibnu Abbas ini sepadan dengan hadits yang menunjukkan akan hal itu, di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.
Sesampainya di masjid Al-Barkah, Nayra berkumpul dengan sahabat hijrahnya. Di sana, ia bisa memiliki teman sholihah yang bisa menuntun ke jalan kebenaran dan mengingatkan ketika salah.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ukhsay-ukhsayku," ujar Nayra duduk di samping Laila.
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," ujar mereka.
Nayra memiliki 3 sahabat yang bernama Laila Humaira, Kirana Syahira, dan Maula FiiQolbi. Mereka sama-sama bercadar, saling mengingatkan satu sama lain.
"Sebentar lagi kajiannya dimulai, yuk kita masuk!" ajak Kirana yang diangguki mereka.
Keempat sahabat fillah itu mulai masuk ke dalam masjid khusus akhwat, jama'ahnya pun lumayan banyak yang datang, tinggal menunggu Ustadzah Aisyah (Penceramah).
"Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh," ujar Ustazah Aisyah dengan mikrofon.
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh Ustadzah," jawab jama'ah.
"Baiklah, sebelum kita mulai kajian alangkah baiknya kita membaca surah Al-Fatihah 1x dan surah Al-Ikhlas 3x dan membaca doa pembuka majelis.
Al-Fatihah ....
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
__ADS_1
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ
AL-IKHLAS 3x
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ
DOA PEMBUKA MAJELIS
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُودُبِاللّٰهِ مِنْ شُرُوُرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ."
"Kita akan membahas bab "Cinta Dalam Pandangan Islam" ya kaka-kaka shaliha."
Cinta menurut pandangan islam adalah tentang naluri dan tentang nafsu, cinta sejati menurut islam ialah cinta yang timbul dalam rangka untuk dan karena Allah, karena mengharap ridhoNya, dan karena ingin menjadikannya sebagai jalan ibadah. Islam tidak melarang seeorang untuk mencintai sesuatu, justru islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang dan cinta. Berikut ini ada beberapa cara memperjuangkan cinta menurut pandangan Islam yang bisa sahabat coba, InsyaAllah cinta yang saat ini sahabat rasakan akan mendapat ridho dari Allah SWT dan berakhir bahagia.
1. Niatkan cinta hanya karena Allah
Jangan pernah mencintai karena hawa nafsu ya teman-teman shaliha, apalagi karena fisik.
2. Menjaga Pandangan
“Janganlah engkau iringkan satu pandangan kepada wanita yang bukan mahram dengan pandangan lain, karena pandangan yang pertama itu halal bagimu, tetapi tidak yang kedua!“. (HR Abu Daud).
__ADS_1
3. Mendekat pada Allah
Cintailah seseorang jika ia bisa membuatmu lebih dekat kepada sang pencipta.
4. Jauhi Zina
Jika kita memperjuangkan cinta, hal yang terpenting adalah jauhi zina mata, zina hati, zina pikiran maupun zina perbuatan.
5. Memperbaiki Diri
Nah, ini sahabat fillah. Ada yang pernah denger gak kalau jodoh itu cerminan diri kita? Jadi jika kita menginginkan jodoh yang sholih, berarti kita harus muhasabah diri dulu ya.
"Cukup sampai di sini sahabat fillah, semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," ujar Ustadzah Aisyah.
"Jazakillah khayr Ustazah, waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," ujar para jamaah.
Setelah semua bubar, Nayra dilanda galau. Wah benar-benar, pasti Nayra lagi terkena virus merah jambu nih.
"Ukhti Nayra," panggil Maula.
"Naam ukhti," jawab Nayra.
"Tentang yang dikatakan ustadzah Aisyah tadi, memang benar ya cinta itu harus menjauhi perbuatan zina," ujar Laila.
"Naam ukh, sangat bermanfaat kajiannya."
"Yaudah, ayo kita pulang!" ujar Kirana semangat '45.
Mereka berempat pun berjalan, diselingi dengan canda tawa. Bahkan, banyak orang yang menatapnya kagum.
Sungguh bersahabat dengan orang-orang yang saleh adalah nikmat yang sangat besar. Umar bin Khattab berkata,
ما أعطي العبد بعد الإسلام نعمة خيراً من أخ صالح فإذا وجد أحدكم وداً من أخيه فليتمسك به
__ADS_1
“Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka pegang lah erat-erat.” [Quutul Qulub 2/17]