Sajadah Cinta

Sajadah Cinta
Bertemu lagi?


__ADS_3

"Ayolah Aa', plisss ku mohon ...," rengek Azam.


Terlihat Zaki menghembuskan nafas gusarnya, dia memang tidak suka dengan yang namanya MALL. Zaki merasa jijik dengan tempat itu, banyak kaum hawa yang menebarkan auratnya.


"Naam de," lirih Zaki.


"MasyaAllah Aa' syukron!" ujar Azam girang.


Mereka berdua pun berangkat ke mall, entah apa yang akan dilakukan Azam, Zaki pun tidak tau.


Style Zaki



Style Azam



Dengan gaya coolnya, wajah mereka datar seperti tembok. Azam memilih-milih baju koko untuknya dan untuk Zaki.


'*Kya kyaa, ustadz ganteng.'


'Calon imam idaman.'


'Cuci mata dikitlah*.'


Teriakan histeris yang Azam dengar. Sedangkan Zaki? Dia lebih memilih bodoh amat dan menyumpal telinga dengan earphone. Pandangan Zaki tertuju pada sosok wanita yang berhasil membuatnya gundah.



Wanita itu sedang duduk memainkan ponselnya, ia sendirian? Batin Zaki.


"Woy Aa' bro!" panggil Azam yang menyadarkan lamunan Zaki.


"Eh naam de?" jawab Zaki gelagapan.


"Yuk kita makan, tapi kita duduk di mana yah? Mejanya penuh deh kayaknya," ujar Azam menyapu seluruh penjuru caffe, tertuju pada meja yang diduduki gadis itu.

__ADS_1


"Kita di sana aja A'?" ujar Azam menunjuk arah gadis itu.


Jantung Zaki berpacu lebih cepat dari pada biasanya, ah mengapa dengan Zaki? Dengan cepat Zaki pun menganggukkan kepalanya agar Azam tidak curiga.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ukhti," ujar mereka sopan.


Nayra mengangkat kepalanya, mata Nayra dan Zaki pun bertemu. Dengan cepat Nayra mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," ujar Nayra menunduk.


'Astaghfirullah, pria itu lagi!' batin Nayra.


"Permisi, apa kita boleh duduk di sini?" ujar Azam sopan.


"Naam tafadholly akhi, berjarak dikit yah biar tidak menimbulkan fitnah," ujar Nayra yang masih setia menunduk.


'Ukhti idaman,' batin Zaki.


Azam yang mengerti akan tatapan Zaki pun segera menyenggolnya.


Beberapa menit kemudian, terlihat seorang wanita paruh baya menghampiri Nayra dengan pakaian yang minim. Siapa itu? Tentu Warda_ibu Nayra.


"Ayo pulang!" perintah Warda tegas.


Zaki dan Azam pun mengernyit bingung, tidak lupa ia menunduk karena aurat Warda yang begitu terbuka akan menimbulkan syahwat.


"Afwan akhi, ana permisi!" pamit Nayra yang diseret paksa oleh Warda.


"Hei, siapa namamu?" teriak Zaki kelepasan.


"His, dasar Aa'."


"Kau tau de ...."


"Gak," potong Azam dengan cepat mendapat jitakan dari Zaki.


"Awss."

__ADS_1


"Makanya jangan dipotong dulu," cibir Zaki kesal.


"Naam Aa' ku terganteng sedunia," ujar Azam memutar bola matanya jengah.


"Dia adalah wanita yang memenuhi pikiran ana, entah ..., ana sangat bingung dengan perasaan ini. Sudah ketiga kalinya ana bertemu dengannya, tapi belum sempat mengetahui namanya," ujar Zaki.


"Oh."


"Hiks ..., jahat," ujar Zaki menirukan suara orang menangis.


"Aa' yabg ganteng, jangan cengeng dong. Ntar ana beliin balon kotak."


"Huwaa ...."


"Astaghfirullah kenapa Aa' bro ini," gumam Azam yang masih terdengar oleh Zaki.


"Sudahlah, jangan terlalu dramatis," ujar Zaki sambil menetralkan suaranya.


"Padahal mah yang dramatis anta A'," cibir Azam, Zaki terkekeh geli melihat Azam yang merajuk.


"Ngomong-ngomong tadi siapanya gadis itu ya?" tanya Azam yang penasaran.


"Mungkin ibunya kali, tapi auratnya kok diumbar-umbar ya de," ujar Zaki.


"Gak tau juga A'," ujar Azam mengendikkan bahunya.


"Astaghfirullah aladzim, baru sadar kalau kita lagi ghibah," ujar Zaki penuh penyesalan.


"Astaghfirullah aladzim," ujar Azam.


Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dijelaskan tentang pengertian ghibah secara jelas. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Rasulallah Shalallahu saw pernah bertanya pada para sahabatnya:


“Tahukah kalian apa itu ghibah? Para sahabat menjawab: “Allah dan Rasul -Nya yang lebih mengetahui”. Lantas beliau menjelaskan: “(Ghibah) itu ialah engkau menyebut (keburukan) saudaramu yang ia tidak suka”. Ada yang bertanya: “Bagaimana 5 sekiranya, jika yang ada pada saudaraku itu memang benar seperti yang ku katakan? Beliau menambahkan: “Jika benar ada padanya apa yang engkau katakan itulah yang namanya ghibah. Dan jika sekiranya apa yang engkau katakan tidak ada pada saudaramu, itu namanya dusta”. ( HR Muslim no: 2589. )


"Hukum ghibah itu haram de, tapi kenapa kita melakukannya ya," sesal Zaki.


"Naam Aa', ana menyesal," ujar Azam penuh sesal.

__ADS_1


__ADS_2