Salah Memilih Kekasih

Salah Memilih Kekasih
Episode 1


__ADS_3

Namaku Laura, seorang penjaga toko di sebuah kota D. Setelah lulus SMA, terpaksa aku bekerja dan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi sebab aku harus menjadi tulang punggung keluarga.


Bahkan orang tuaku telah memilihkan jodoh untukku. Untunglah aku sebelumnya telah memiliki perasaan terhadapnya, jadi perjodohan ini tidak memberatkanku.


Namun akhir-akhir ini hubunganku dengan Bang Kasman begitu renggang. Entahlah ... aku merasakan jenuh. Sering aku memancing emosinya karena masalah sepele dan akhirnya terjadi pertengkaran kecil.


Bang Kasman merupakan tipe lelaki yang tidak romantis bahkan dia selalu menjaga jarak denganku jika bertemu.


Saat aku berulang tahun, tak ada surprise atau hadiah darinya. Hanya ucapan selamat saja, itupun dengan sengaja aku mengingatkan dia.


Kadang aku merasa iri melihat temanku yang lain. Pasangan mereka sangat romantis bahkan sering memamerkan kemesraan di depanku. Aku hanya bisa menggerutu dalam hati.


Pernah aku mengutarakan isi hatiku, namun Bang Kasman hanya tersenyum. Aku menjadi muak melihat senyumnya.


Itulah yang membuatku mencari lelaki lain seperti pasangan temanku.


***


Akhir-akhir ini ada bule nyasar masuk dalam akun media sosial milikku. Bahkan sering menyapa dan memberikan perhatian lewat pesan.

__ADS_1


Awalnya aku tidak begitu menghiraukannya hanya kadang membalas saat mood ku kurang baik. Namun seringnya dia memberikan perhatian, aku merasakan kenyamanan saat membalas pesan-pesannya.


Benih-benih cinta mulai tumbuh seiring berjalannya waktu. Perhatian yang begitu besar yang tak pernah aku dapatkan dari Bang Kasman.


Sungguh aku sangat bahagia rasanya, lelaki yang baru ku kenal yang bernama Michael menyatakan cinta pada pandangan pertama terhadapku.


Sudah beberapa hari ini aku sering berkomunikasi dengan lelaki berhidung mancung nan rupawan itu. Berawal dari chat iseng yang masuk beberapa waktu lalu setelah mengunggah foto diriku.


Meski beda negara, namun aku tak menjadikannya sebagai penghalang. Apalagi dia bisa berbahasa Melayu, toh aku bisa mengerti sebab hampir mirip lah dengan bahasaku.


Bahkan aku rela membatalkan pertunangan demi lelaki yang baru aku kenal beberapa hari ini. Aku merasa lebih bahagia bersama Michael dan berharap bisa memperbaiki keturunan.


Aku selalu mencari alasan agar Kasman dan pihak keluarga bisa menerima keputusanku. Bahkan aku menentang semua saran dari orangtua, dan tetap bersikeras ingin melanjutkan hubunganku dengan Michael.


***


Michael berhasil meluluhkan hatiku, seringkali aku mendapatkan suprise barang-barang mewah. Tak jarang pula Michael sering mengirimkan beberapa sejumlah uang. Saldoku makin hari makin gendut dan ku putuskan untuk berhenti bekerja.


Aku menjadi mabuk cinta dunia maya, hidupku begitu sangat berwarna. Setiap hari aku hanya sibuk dengan gawaiku, bahkan merupakan benda wajib yang selalu aku bawa kemanapun.

__ADS_1


Sedangkan Kasman, aku sudah tak memperdulikannya lagi. Sekuat apapun dia berusaha, bagiku tidak sebanding dengan Michael.


Hari terus berganti, Michael semakin lama semakin banyak mengirimkan barang maupun uang. Beberapa boneka, buket bunga bahkan tas mahal aku memperolehnya dengan mudah. Hampir setiap hari kurir ekspedisi datang ke rumahku.


****


"Pakeettt ...," teriak Abang kurir langganan ku.


Aku berlari menuju halaman. Tampak Abang kurir membawa paket begitu besar. Setelah aku menandatangani, cepat-cepat aku membawanya masuk. Tertera pengirim atas nama Michael dari negara Thailand.


Huaahh ... setelah aku buka, ada banyak barang di dalamnya. Gaun, tas, baju, dan boneka dengan warna serba pink membuat aku makin cinta dengan Michael. Aku berloncat kegirangan, sedangkan orangtuaku hanya menggeleng saja. Entahlah ... hingga saat ini mereka tak merestui kami dan masih mengharapkan Kasman.


Segera aku mengambil gawaiku untuk menghubungi Michael. Dia menyuruhku memakai barang pemberiannya. Ahh ... begitu pas di tubuhku dan terlihat sangat cantik.


Beberapa jepretan aku kirimkan kepadanya. Tampak dia tersenyum bahagia bahkan tak henti-hentinya memujiku.


Aku sudah tidak sabar untuk bertemu secara langsung dan membuktikan kalau dia lebih baik daripada Kasman. Meski hanya lewat dunia maya, namun aku sepenuhnya mempercayainya.


Gayung pun bersambut, Michael juga ingin bertemu langsung. Bahkan dia berjanji secepatnya akan mengajakku keliling Thailand dan menyiapkan tiket gratis untukku.

__ADS_1


__ADS_2