Salah Memilih Kekasih

Salah Memilih Kekasih
Episode 4


__ADS_3

Ruangan yang sempit dan gelap begitu menyesakkan dada. Seiring dengan sesaknya penipuan Michael terhadapku.


Ku peluk lututku sambil meratapi nasib, namun aku tak menyalahkan Tuhan. Ini semua karena keegoisan ku sendiri yang terlalu ambisi mendapatkan lelaki impian tanpa mengetahui asal usulnya.


Hatiku terus menjerit, mengingat perkataan Emak dan Bapak bahkan Bang Kasman juga. Aku sungguh menyesal tidak pernah menghiraukan semua perkataan mereka.


Oh Tuhan ... aku ingin kembali ke masa lalu, menikmati kesederhanaan dengan keluarga dan menerima Bang Kasman.


Sedangkan Michael, dia belum berhasil di tangkap. Beberapa foto dirinya telah ku serahkan kepada Polisi. Ku kepalkan tangan ku, ingin sekali aku memberikan pukulan terhadapnya.


Apalah daya ku sekarang, kebahagian yang dulu aku puja malah membawa petaka.


***

__ADS_1


Tiba-tiba datang polisi membukakan sel untukku. Bukannya mau di bebaskan melainkan akan menghadiri persidangan.


Sampai di tempat persidangan, berbagai pertanyaan mulai menyerbu ku. Kasus ku rupanya sampai juga di KBRI. Tampak Dewan Perwakilan juga hadir mendampingiku dan mengajukan banding, namun mendapat penolakan.


Hakim pun memutuskan, bahwa aku mendapat Hukuman Gantung Sampai Mati.


Seketika dunia ku se akan runtuh saat ini juga. Aku tinggal menghitung hari menjemput ajal. Buliran air mata tak hentinya menetes dari pelupuk ini.


Persidangan pun diakhiri, seperti masih belum percaya dengan apa yang terjadi. Hati dan dunia ku hancur berantakan. Keputusan Hakim bagai kilatan petir yang menyambar tubuh yang tak berdaya ini.


Aku di bawa kembali menuju sel, ruangan yang begitu menyesakkan dada. Dada ku seakan terhimpit oleh dinding-dinding pembatas sel.


Lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, itulah yang aku lakukan setiap hari. Sisa waktu usia, ku gunakan untuk beribadah sambil berharap mendapatkan keajaiban. Jika tidak, cukuplah bisa meringankan beban dosa ku selama ini.

__ADS_1


Hari-hari ku lalui dengan takutnya akan kematian. Waktu pun terasa begitu cepat berdetak, satu Minggu saja bagaikan cuma sehari.


***


Hari ini Dewan Perwakilan mengunjungi ku. Beliau memelukku serta berjanji akan berusaha semampunya untuk bisa menyelamatkan ku dari hukuman ini.


Aku menganggukkan kepala sambil menangis. Beliau juga mengabarkan kalau keluarga ku sudah di hubungi dan mereka semua mengetahui kabar ini.


Tangis ku semakin pecah. Betapa hancurnya mereka mendapat kabar ini. Sedangkan Bang Kasman, mungkin akan menertawakan ku yang telah melukai hatinya.


Tak kuasa mendengar tentang keluarga, ku putuskan untuk masuk kembali ke sel.


Pasti mereka akan kecewa mempunyai anak seperti ku.

__ADS_1


Aku teringat tentang Bapak yang mempunyai penyakit jantung. Bagaimana jika Bapak mendengar kabar ini?, berbagai macam pertanyaan menyelinap di benak ku.


Kini aku mempunyai sisa waktu yang sangat sedikit menuju eksekusi. Semoga aku segera mendapatkan cara agar memperoleh pengampunan.


__ADS_2