
Aku mulai mempersiapkan segala keperluannya mulai dari Pasport hingga Visa. Semua dana sepenuhnya di kirimkan oleh Michael.
Michael benar-benar memenuhi janjinya. Dia memesankan tiket untukku namun bukan ke Thailand melainkan ke Malaysia terlebih dahulu.
Aku masih berpikiran positif, mungkin dia akan mengajakku keliling beberapa negara. Sebab sebelumnya mengatakan kalau dia tinggal di Thailand.
Orang tua ku sepertinya enggan memberikan ijin. Namun aku terus berusaha meyakinkan mereka agar menyetujui kepergian ku. Mereka mempunyai firasat kurang baik, namun aku tetap bersikeras untuk berangkat.
Tak lupa aku meninggalkan sejumlah uang dari pemberian Michael untuk keluargaku agar kebutuhan mereka tercukupi tanpa aku.
Segala keperluan telah aku persiapkan. Besok jam 9 pagi jadwal keberangkatan. Michael kembali menghubungiku, dia menyarankan agar aku membawa tas ransel saja. Dia berdalih akan memberiku barang dalam jumlah banyak nantinya.
Segera ku pejamkan mata agar besok tidak terlambat bangun. Namun entah mengapa aku merasa kalau kepergianku kali ini ada yang aneh. Terlalu sulit memejamkan mata, bayangan orang tua dan Bang Kasman kini memenuhi pikiran.
Aku terus berusaha agar cepat tertidur dan berpikiran positif. Michael sudah baik terhadapku bahkan selalu menuruti apa yang aku inginkan.
***
Alarm membangunkan ku tepat jam 3. Segera aku beranjak ke kamar mandi. Pikiran terus melayang, awalnya aku sangat yakin dengan kepergianku ini namun sekarang malah timbul keraguan.
__ADS_1
Kini semuanya sudah siap, aku memakai celana jeans biru dan kaos ketat yang di tutupi jaket. Tak lupa pula sepatu dan topi. Tas ransel kecil hanya berisi charger, pasport dan beberapa peralatan make up saja.
Sempat terbesit untuk membatalkan keberangkatan ku, namun aku takut Michael kecewa. Dia sudah mewanti-wanti agar aku tidak mengingkari janji.
Ku peluk Emak dan Bapak. Mereka menangisi kepergianku, namun aku berusaha meyakinkan mereka kalau aku akan kembali dengan selamat.
Ini adalah pertama kalinya aku jalan-jalan ke luar negeri. Aku sangat memimpikannya dari dulu, dan Michael lah yang mewujudkan mimpiku meski aku pergi dengan rasa keraguan.
***
Kini aku sudah tiba di bandara, 2 jam sebelum keberangkatan. Aku menghampiri petugas menanyakan prosedurnya sebab ini pertama kalinya melakukan perjalanan jauh.
***
Setelah melakukan beberapa jam perjalanan, akhirnya aku tiba di Bandara
Internasional Kuala Lumpur.
Aku menghubungi Michael berharap dia segera menjemputmu. Namun dia berkata sudah mengirimkan seseorang untuk menjemputku. Bahkan dia sudah memberikan foto agar lebih mudah menemukanku.
__ADS_1
Aku mencoba untuk tetap berpikiran positif. Seorang lelaki membuyarkan lamunanku. Aku sempat kaget namun setelah mengenalkan diri ternyata dia orang suruhan Michael.
Dia membawaku ke sebuah hotel di Chowkit. Lagi-lagi Michael telah mempersiapkan kamar untukku bahkan beberapa pakaian sudah tersedia disana. Dia menyuruhku beristirahat sebentar dan meninggalkanku sendiri.
Aku mulai membersihkan diri dan memakai baju dari Michael. Setelah itu tanpa terasa aku tertidur, mungkin karena efek kelelahan.
Pintu terdengar di ketuk beberapa kali. Rupanya suruhan Michael yang datang. Dia datang menjemputku untuk bersiap berangkat ke Bangkok via Bus.
Beberapa pertanyaan terlontar dari mulutku. Kenapa tidak langsung ke Thailand saja tanpa harus ke Malaysia, namun Michael memberikan alasan yang logis.
Jam 10.30 malam kami tiba di Terminal Bersepadu Selatan yang merupakan pusat terminal bus di Kuala Lumpur.
Dia kemudian membelikan tiket untukku tak lupa juga untuk dirinya. Kami menaiki bus Konsorsium menuju Hat Yai.
Di sepanjang perjalanan kami tak banyak bicara. Aku sibuk chat dengan Michael, sebentar lagi kami akan bertemu. Setelah bateraiku low, aku cepat men-charge dan memutuskan untuk tidur.
Sekitar jam 5 pagi kami sampai di perbatasan. Kami semua turun sebentar untuk melakukan administrasi di Imigrasi terkait kemudian naik lagi.
Sekitar 2 jam kami sampai di terminal Hat Yai. Rupanya Michael sudah menunggu kami. Namun aku hanya berdua dengan Michael, sedangkan yang menemaniku entah pergi kemana.
__ADS_1