SALAH SASARAN!

SALAH SASARAN!
Kepergian Jessy? 1


__ADS_3

Tepat sudah 3 bulan sejak Calissta berstatus sebagai istrinya Lucifer. Hari-harinya hanya dihabiskan bersantai dan bersantai.


Tetapi sudah seminggu ini Calissta susah tidur karena tengah memikirkan kondisi adik iparnya, dia amat menyayangi Jessy meskipun usianya dengan Jessy tidak begitu jauh. Rasa kemanusiaannya sebagai seorang kakak membuatnya selalu berpikiran yang buruk-buruk mengenai Jessy.


'Belum tidur juga sayang?" tanya Lucifer memeluk Calissta dari belakang


'Aku tidak bisa tidur, aku sedang resah" ucapnya pelan


'Apa yang sedang kamu pikirkan? Kulihat minggu-minggu ini kamu sedang banyak pikiran. Katakan padaku" Lucifer mengubah posisi menjadi duduk


'Jessy" cicit Calissta pelan


Tiba-tiba saja Calissta meneteskan air matanya membuat Lucifer ikut sedih dan langsung membawa Calissta kedalam dekapannya.


'Akhir-akhir ini Jessy kelihatan aneh, dia lebih banyak diam dan dia lebih pucat dari biasanya" isaknya dalam pelukan Lucifer


Lucifer sekarang tau penyebab istrinya sering menangis dan termenung, kadang sering mata Lucifer menangkap jika Calissta tengah memperlihatkan adiknya itu.


'Tubuh Jessy memang lemah sayang, dia berbeda dengan kita. Sejauh ini Jessy hidup itu merupakan sebuah mukjizat" ucap Lucifer menenangkan istrinya


'Apa tidak bisa Jessy hidup layaknya orang normal? Aku sangat menyayangi Jessy, Jessy adalah adikku" ucapnya menatap Lucifer dengan linangan air mata


Lucifer menghapus air mata Calissta dan mengecup kedua kelopak matanya, terlihat mata Calissta yang membengkak akibat menangis.


'Kita doakan saja supaya Jessy baik-baik saja" ucap Lucifer


'Sebaiknya kamu tidur sayang, nanti kamu juga sakit" sambungnya mengelus punggung Calissta


Beberapa menit kemudian terlihat Calissta pulas dalam tidurnya setelah lelah menangis. Jujur saja Lucifer juga amat menyayangi adiknya itu meskipun mereka beda ibu. Biar bagaimanapun Lucifer sudah berbuat semampu mungkin, sejak lahir Jessy memang memiliki sistem imun yang buruk, bahkan anggota organnya sering bermasalah sehingga membuatnya membutuhkan istirahat yang banyak.


'Semoga ada keajaiban" ucapnya segera menyusul istrinya untuk tidur


\*\*\*


Calissta tengah mengelap badan Jessy di kamar Jessy, Jessy tidak bisa menggerakkan badannya lagi dan terasa begitu kaku dan sakit.


'Sudah cukup kak" ucap Jessy pelan bahkan nyaris tidak terdengar


Calissta menatap Jessy dan tiba-tiba air matanya mengalir membuat Jessy sedih.


'Maafkan Jessy jika Jessy banyak salah sama kak Calissta" ucap Jessy menangis


'Kakak sayang Jessy, dan Jessy tidak punya salah karena itu cepatlah sembuh biar kita bisa main ke pantai" balas Calissta menggenggam tangan Jessy


'Kakak" panggil Jessy

__ADS_1


'Jessy senang menjadi adik iparnya kak Calissta, sejak kedatangan kakak hidup Jessy lebih berwarna. Oleh karena itu bahagia selalu ya kak. Jessy juga lelah dan butuh istirahat" ucapnya pelan-pelan


'Ngomong apa sih? Itu tugasnya seorang kakak membahagiakan adiknya sendiri, kamu harus sembuh okay" Calissta mengusap kening Jessy yang berkeringat


'Ikhlaskan Jessy pergi ya kak, Jessy juga pengen ketemu daddy dan mommy kak Lucifer, mereka pasti menunggu Jessy. Kalau Jessy lama datang nanti mereka marah" ucapnya putus-putus


Jessy menatap Calissta dengan tatapan penuh bahagia, selama hidupnya mengenal Calissta adalah sebuah kehormatan yang agung. Kedatangan Calissta membuat hidupnya penuh warna.


Perlahan mata Jessy tertutup hingga tertutup sempurna, Calissta masih diam seolah tidak tau apa-apa hingga tangisnya pecah bahkan suara tangisannya terdengar di seluruh penjuru ruangan.


'Tidakkkk..... Kumohon jangan tinggalkan kakak hiks.... Jessy.... Jessy!" teriak Calissta meraung-raung


'JESSY!"


'Sayang... Hei bangunlah, kamu kenapa?" tanya Lucifer menepuk-nepuk pipi Calissta


Calissta tersendat dan membuka matanya dengan nafas ngos-ngosan, air matanya luruh karena sadar jika itu hanyalah sebuah mimpi. Mengapa mimpinya begitu buruk sekali?.


'Minum dulu sayang supaya tenang" Lucifer menyodorkan air putih pada Calissta dan Calissta meminumnya hingga tandas


'Sudah tenang?" tanya Lucifer lembut


'Apa terjadi sesuatu pada Jessy di mimpimu?" tanya Lucifer membawa Calissta dalam pelukannya


'Sepertinya hal buruk yaa sampai kamu seperti ini, jangan pikirkan mimpi itu sayang" Lucifer menenangkan Calissta berharap rasa takut istrinya menghilang


'Itu hanya mimpi sayang, Jessy akan baik-baik saja" Lucifer sebenarnya juga takut jika mimpi Calissta menjadi kenyataan


'Aku mau ketemu Jessy" pinta Calissta


'Jessy sudah tidur sayang" balas Lucifer


'Besok saja ketemu Jessy nya, sekarang kamu tidur lagi yaa" Lucifer menolak permintaan istrinya


Akhirnya Calissta menuruti perkataan suaminya meskipun dirinya dilanda kekalutan mengenai Jessy.


Pagi harinya terlihat Calissta tengah berbincang hangat dengan Jessy, bahkan jam masih menunjukkan pukul 6 pagi, memang kebiasaan Jessy bangun cepat.


'Apa kakak yakin tidak mengantuk? Mata kakak terlihat bengkak gitu?" tanya Jessy pelan


'Aku baik-baik saja Jessy, aku hanya ingin tau keadaan kamu saja" ujar Calissta meneliti penampilan Jessy yang normal


'Kamu baik-baik saja kan?" tanyanya kembali membuat kening Jessy mengerut


'Maksud kak Calissta apa? Aku sangat baik kok" jawab Jessy dan akhirnya Calissta menghembuskan nafas lega

__ADS_1


'Yasudah, aku mau ke kamar saja deh. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku" Calissta pun pergi meninggalkan Jessy yang kini dihampiri oleh pelayan pribadinya


CEKLEK


Calissta membuka pintu kamar dan memperlihatkan sosok Lucifer yang duduk di atas tempat tidur. Tatapan tajam Lucifer mengarah padanya membuatnya seketika terdiam.


'Sudah puas meninggalkan suami mu sendiri sayang?!" tanya Lucifer menusuk


'M..maksud kamu a..apa?" tanya Calissta polos


'Jadi, jam berapa kamu meninggalkan ku disini sendirian?" tanya Lucifer bangkit dari tempat tidur langsung berjalan ke arah Calissta


'Tidak mau menjawab?" tanya Lucifer mengurung pergerakan istrinya


'B... barusan kok" huhu Calissta


'Yakin barusan? Bukan jam 5 subuh?" tanya Lucifer mendekatkan wajahnya pada wajah Calissta


'Kamu harus di hukum karena meninggalkan aku sendirian di tempat tidur dingin itu" ujar Lucifer dengan suara seraknya


'Hukuman apa? Apa hukumannya buat baby?" tanya Calissta dengan wajah berbinar


Sontak perkataan Calissta membuat Lucifer memilih meninggalkan istrinya, dirinya baru sadar jika istrinya itu aneh dan satu lagi sedikit me*sum, atau memang aslinya me*sum.


'Ihhh.... Kok pergi sih? Tidak jadi buat baby?" tanya Calissta sewot


'Lebib baik kamu diam sebelum aku hilang kendali sayang!" Lucifer memperingati istrinya yang malah tersenyum mengejek padanya


'CALISSTA ASTERLYVIA GILMORE!" ujar Lucifer tajam


'Namaku Calissta Asterlyvia Praden" Calissta cemberut saat nama keluarganya di ubah


'Gilmore!" Lucifer menatap tajam Calissta yang membalas tatapannya


'Praden!" balasnya kesal


'Terserah kamu saja sayang, jangan mengajakku berdebat di pagi hari ini" Lucifer mengalah


'Kamu yang mengajakku berdebat, jika kamu lupa" Calissta melirik sinis suaminya


'Calissta, jangan membuatku marah" Lucifer memilih pergi menuju kamar mandi karena jam 8 nanti dirinya ada rapat


🍄🍄🍄


Apakah kalian pernah bermimpi jika orang yang kalian sayangi meninggalkan di dalam mimpi? Kata orang artinya mereka akan berumur panjang tetapi tidak tau juga apa itu bener atau cuma pendapat saja, menurut kalian gimana guys?.

__ADS_1


riri-can


__ADS_2