SALAH SASARAN!

SALAH SASARAN!
Tingkah Calissta


__ADS_3

Setelah kepergian Lucifer bersama sekretaris nya, terlihat Calissta tengah duduk santai di ruang santai sambil ngemil makanan miliknya.


'Enak banget ya, tidak bekerja atau pun bergerak tetap dapat pemasukan!" sindir Hana dengan pakaian terbukanya bahkan dadanya nyaris tumpah


'Aduhhh padahal ini rumah orang kaya tapi kok ada sampah berkeliaran disini" ucap Calissta tanpa mau melirik Hana yang terlihat sudah emosi


'Dasar ja*lang!" amuk Hana berjalan mendekat ke arah Calissta


'STOP!" larang Calissta


'Selangkah lagi kamu mendekat maka aroma sampah itu semakin menyengat, apa kamu tidak menciumnya?" tanya Calissta menutup hidungnya


'Si*alan! Kamu pikir aku itu sampah?!" teriak Hana


'Kapan aku mengatakan nya? Kamu sendiri tuh yang bilang" kekeh Calissta berdiri dan langsung menuju kamarnya dengan Lucifer


Sedangkan di lantai dasar terlihat Hana yang mencak-mencak karena kesal pada Calissta, entah kapan dirinya bisa mengusir Calissta.


Di dalam kamar terlihat Calissta yang bosan karena tidak ada kerjaan, sehingga ide gi*la pun terlintas di benaknya.


'Apa sebaiknya aku goda suamiku saja yaa?" tanya nya pada dirinya sendiri


Calissta menuju walk in closed dan berlari menuju rak bajunya berada, pandangannya tertuju pada sederet lingerie. Ada berbagai model dan warna yang menggoda.


'Hehehehe" kekehnya mengambil tiga buah lingerie


'Akan kubuat kamu panas dingin disana" ucapnya licik


Calissta pun memoles wajah cantiknya dan memakai lipstik yang menggoda, wajahnya nampak lebih dewasa setelah dirinya memoles makeup tersebut.


Calissta pun mulai memasang kamera ponselnya dan memposisikan dirinya dengan berbagai gaya yang menantang. Hal itu dirinya lakukan untuk menarik perhatian Lucifer. Siapa suruh tidak tergoda padanya, bukan Calissta namanya jika belum membuat Lucifer takluk padanya.


Ada sekitar enam foto yang dirinya simpan dan mulai mengirim foto tersebut pada suaminya. Setelah foto tersebut terkirim terlihat Calissta yang terkikik geli setelah melihat jika Lucifer sudah membaca pesannya. Buru-buru Calissta menonaktifkan ponselnya karena takut jika Lucifer menghubunginya.


Calissta membaringkan tubuhnya menggunakan lingerie merah menyala, padahal baru menunjukkan pukul 11 siang dan dirinya sudah mengantuk saja.


Sedangkan di kantor terlihat Lucifer yang melotot melihat pesan dari Calissta. Jika dirinya tidak rapat dengan bawahannya mengenai pemasaran produk maka sudah pasti dirinya akan pulang untuk memberikan hukuman pada Calissta.


'Awas kamu gadis nakal" ucapnya sambil tersenyum aneh membuat para bawahannya mengerutkan kening melihat tingkah dari atasan mereka


'Siang nanti saya tidak akan kembali lagi, istri saya butuh hukuman" ucapnya dan setelah itu langsung pergi

__ADS_1


'Apa benar jika Mr. Gilmore sudah menikah?" tanya salah seorang karyawan


'Entahlah, kurang tau juga" balas yang lainnya


Lucifer berjalan dengan langkah angkuh melewati resepsionis, dia tidak sabar memberi hukuman pada gadis yang sekarang sudah menjadi istrinya. Kebetulan sebentar lagi makan siang, mencicipi menu penutup duluan bukanlah hal yang salah.


Kepulangan Lucifer disiang bolong membuat para pelayan kebingungan terlebih Jessy yang tengah duduk di taman depan.


'Kak" panggil Jessy pelan


Lucifer mengentikan langkahnya dan menoleh pada Jessy yang terlihat pucat, ingatannya tertuju pada mimpi istrinya mengenai Jessy.


'Mengapa kamu masih di luar? Ini sudah siang?" tanya Lucifer dengan nada acuhnya


'Sebentar lagi Jessy masuk kak, dan kakak kenapa pulang jam segini? Tidak biasanya kakak pulang jam segini?" tanya Jessy pelan


'Ada sesuatu yang harus kulakukan" balas Lucifer menatap kaki Jessy


'Sebaiknya kamu masuk, mana suster mu?" tanya Lucifer tidak menemukan suster pribadi sekaligus pelayan pribadi adiknya itu


'Lagi ke dalam buat minuman, sebentar lagi Jessy masuk kak. Jessy pengen berjemur lebih lama" jawab Jessy


Lucifer tidak sabar menuju lantai atas, dia tidak sabar memberikan hukuman pada Calissta.


CEKLEK


Lucifer menutup pintu tetapi tidak menemukan keberadaan istrinya hingga mata tajamnya tertuju pada ranjang.


'Setelah membuatku panas dingin dan kamu tidur begitu saja tanpa dosa sayang?" Lucifer merutuki dirinya yang terlalu tidak sabaran


'Kucing kecil, jangan harap bisa istirahat siang ini" ucapnya melepaskan tuxedo miliknya dan membuangnya asal


Lucifer naik ke atas ranjang banyak mengenakan celana ketat yang pendek, hari ini dia akan memberikan hukuman seperti yang selama ini Calissta minta, tetapi hukuman kali ini lebih dari permintaan Calissta, meskipun Calissta meminta berhenti maka dirinya tidak akan memberi ampun.


Lucifer memeluk tubuh Calissta dari belakang dan menciumi lehernya, aroma yang menguar dari tubuh Calissta membuatnya terang*sang.


'Bangunlah sayang" bisiknya


'Belum mau bangun?" tanya Lucifer memainkan dua gundukan milik Calissta yang lumayan besar di tangannya


'Eengghh"

__ADS_1


Suara lenguhan Calissta semakin membangkitkan gairah Lucifer, apa Calissta tidak tau sedalam apa dirinya menahan semua ini, dia adalah pria normal tetapi Calissta memperlakukan dirinya layaknya pria yang tidak bernaf*su.


'Ku bilang bangun sayang" bisiknya dengan tangan yang aktif memainkan milik Calissta


Calissta meringis kesakitan saat tangan besar Lucifer mere*mas dadanya kuat, hal pertama yang dirinya lihat adalah tangan Lucifer yang tengah memainkan miliknya dan Lucifer yang menciumi lehernya.


'A..apa yang kamu lakukan?" tanya Calissta takut


'Memberi hukuman pada gadis nakal sepertimu" bisk Lucifer dengan suara berat


'Lepas" Calissta memberontak


'Jangan harap bisa lolos sayang, kamu sendiri yang menggali kuburan mu sendiri maka terimalah hasilnya" Lucifer merobek lingerie merah menyala itu sehingga terpampang jelas tubuh tanpa noda Calissta hanya saja di bawah sana tertutupi oleh kain segitiga berwarna hitam


'Jaga matamu!" Calissta memperingati sata mata Lucifer menatap aset bawahnya


Lucifer terkekeh melihat wajah garang istrinya, nampak menggemaskan dimatanya, apalagi jika wajah itu mende*sah keenakan di bawah kendalinya. Membayangkan itu saja sudah membuatnya kalang kabut.


Tidak mau membuang kesempatan akhirnya Lucifer menindih tubuh Calissta yang begitu mungil di tubuh besar berototnya.


'Kamu sangat cantik sayang" ujar Lucifer memuji kecantikan istrinya


CUP


Lucifer mencium bibir Calissta yang masih menggunakan lipstik merah menggoda itu, sedari tadi dirinya menahan diri untuk segera membungkam bibir itu.


Calissta sepertinya menikmati ciuman panas Lucifer bahkan kini dirinya memperdalam ciuman Lucifer, melihat respon istrinya membuat Lucifer semakin semangat.


Ciuman panas itu berhenti dan menuju dua gundukan yang sudah menantang itu, ujungnya Lucifer **** hingga membuat tubuh Calissta merinding. Baru kali ini Calissta merasakan sensasi aneh dalam tubuhnya dan dia menginginkan lagi dan lagi.


Tidak berhenti disitu saja, jemari Lucifer perlahan-lahan mengelus paha Calissta dan merambat naik menuju pusat inti Calissta. Lucifer menepikannya dan mengelus lembut milik Calissta.


'Rupanya kamu sudah basah sayang" ujar Lucifer tersenyum genit


'Ti aahhhh....


Calissta menutup matanya dan menggigit bibirnya saat merasakan sensasi aneh yang Lucifer berikan pada miliknya di bawah sana.


🍄🍄🍄


riri-can

__ADS_1


__ADS_2