Sandaran Hati

Sandaran Hati
Pertemuan yang mengesankan


__ADS_3

Pagi itu Asti seperti biasa hendak pergi ke toko bunga milik ayahnya dengan mengayuh sepeda mininya. Tampak beberapa bunga segar dia taruh dikeranjang depan sepeda kesayangannya, ya memang sengaja memetik bunga mawar warna putih dan kuning sesuai pesanan seorang konglomerat dari kebun belakang rumah yang ia sulap menjadi kebun bunga yang sangat indah . Sambil bersenadung ria ia melintasi gang-gang kecil melewati beberapa ibu-ibu yg berkerumun mengelilingi Mang Ujang si pedangang sayur dikompleks dimana Asti tinggal.


"Paagiiiiiii semuanya,,,permisi Asti numpang lewat ya?" begitu sapa Asti pada ibu-ibu kompleks.


Dengan memamerkan barisan gigi putih dan senyuman manisnya tentunya Asti selalu jadi primadona dikompleks tersebut, ya karena Asti anak yang baik, ramah dan juga santun.


"Pagiiiiiii.....!" secara serempak ibu-ibu menjawab.


"Neng kok berangkat pagi bener ini bahkan blm ada jam 7 loh bisanya jm 8 kan baru berangkat?" Mang Ujang sok kepo.


"Iya mang ini darurat, ada pesanan bunga untuk orang penting dan diminta pagi disiapkan!" jawab Asti sambil melmbaikan tangan pertanda sedang berburu waktu.


Sebenarnya perjalanan dari rumah ke toko bunga tidak terlalu jauh hanya butuh waktu 15menit sampai dengan naik sepeda. Saat keluar dari gang kecil Asti akan melewati jalan yg cukup besar tapi tidak begitu ramai kendaraan karena itu jalan ke kota yang dibuat searah oleh pemerintah sehingga cukup nyaman dan aman utuk Asti berkendara sepeda. Ditambah dijantung kota begitu banyak pohon perindang sehingga sangat sejuk udara dipagi hari dan sangat teduh disiang hari.


Saat sudah dipentokan jalan Asti membelokan laju sepedanya dengan penuh semangat berharap segera sampai ditoko, namun dari belakang terdengar


"ciiiiitttttt......Bruugh!!!!


"awwwww.....ahhh"


Asti jatuh ke trotoar dengan posisi hampir tengkurap namun beruntung dia mampu menupu dengan kedua tangan sehingga gagal mencium trotoar.


"ahhh sial ....sudah terburu waktu malah hampir mencium trotoar." Asti ngdumel


Tampak seorang pria sangat tampan bertubuh atletis turun dari sebuah mobil mewah yang berada di belakang sepeda Asti yang tak lain tak bukan orang yang menabrak Asti. Sebenarnya Asti mau memarahi orang yang telah menabarak dirinya, namun apa daya dia seolah terhipnotis dengan kemunculan makluk yang begitu sempurna dihadapanya.

__ADS_1


" Maaf Nona saya sungguh tak sengaja....maafkan saya?" dengan penuh penyesalan pria tersebut memohon.


Asti yang sudah merubah posisi dengan duduk diatas trotoar sambil mginas-ngibaskan kedua telapak tangannya mesih terbengog melihat makluk di hadapanya..."ya Tuhan begitu sempurnanya makhluk cipaanMu!" gumam Asti


" Apa nona baik-baik saja?"


" Apa perlu saya antar kerumah sakit?" Dony mencoba menawarkan untuk mengurangi rasa bersalahnya.


" Ti....tidak perlu Tuan saya tidak apa-apa hanya lecet sedikit!" Asti berusaha menenagkan lelaki itu.


" Tapi tangan anda sedikit berdarah,,,bisa saya obati?"


Dony mencoba menarik telapak tangan Asti memastikan bahwa luka itu memang tak terlalu serius.


" Baiklah....mari kita kesana!"


" ohh jadi Kalee florist itu disini letaknya dan kamu pemiliknya?


Dony telah memasng hansaplast di kedua telapak tangan Asti setlah dibersihkan dengan alkhol yang berada dikotak p3k di mobil milik Dony. Dony bertanya setengah tak percaya, bagimana tidak ditempat itu banyak sekali toko bunga berjajar sehingga Dony sangat kesulitan mencari dengan fokus membaca nama-nama toko bunga ia tidak memperhatikan sebuah sepeda yang melaju pelan pas didepan mobilnya sehingga terjadilah kecelakaan kecil itu . Dony begitu lega menemukan 'Kalee florist' utuk mengambil pesanan dari ayahnya untuk memberi kejutan kepada sang istri dengan membelikan bunga kesukaan yaitu mawar putih dan mawar kuning.


"Iya Tuan,,, apa anda yang mengambil pesanan bunga Tuan Batara?"


Asti mencoba meyakinkan pemikiranya karena memang yang memesan bunga sepagi ini adalah Tuan Batara seorang pengusaha konglomerat di negara ini.


"Iya Nona....?" Dony nampak ragu hendak meneruskan perkataannya.

__ADS_1


" Prastiwi,,,biasa dipanggil Asti!" Asti megulurkan tangan.


"Dony...." membalas menjabat tangan Asti


Sejenak mereka saling memandang seperti merka saling mengagumi satu sama lain, dalam benak Dony "cantik sekali gadis ini...sopan dan sangat menarik" . Asti pun berbicara dalam hati " ahh sudah tampan,,,baik dan tidak sombong lagi padahal dia sangat kaya....andai??? Asti berhenti berkhayal sangat takut dia melajutkan khayalanya karena sangat mustahil seorang Asti berharap kepada seorang Dony Putra Batara orang paling kaya di negara ini.


Asti menghilangkan hayalan yang mustahil itu segera ia merangkai bunga pesanan Ayah Dony dengan cekatan dan sangat serius. Dony sangat takjup akan keahlian gadis dalam merangkai bunga tak jarang Dony mencuri pandang ke arah gadis cantik itu. Ya Asti sangat cantik,,,diantara bunga yang sekeliling Asti mampu menyaingi keindahan bunga-bunga tersebut. Asti gadis berperawakan langsing, kulit putih , rambut curly dan memiliki dua mata yang sangat indah ketika tersenyum mata itu seperti berbinar menambah kesan mempesona...hidung yang lumayan mancung serta bibir pink yang agak tipis seperti bunga mawar yang hendak merekah...sangat cantik dan menarik.


"Dah selesaiiiii....ini Tuan pesananya semga Ibu Tuan senang dan puas atas layanan kami." ucap Asti sambil memberikan senyum terindahnya.


"Te,,,Terimakasih Nona ."


Dony menerima buket bunga tersebut sambil memandang senyum Asti membuat Dony melelah. Sejurus kemudian lelaki itu hendak berlalu namun dia kembali lagi.


" Apa ada yg tertinggal Tuan?" tanya Asti.


"iya hati aku" batin Dony


"Tidak Nona , bisakah saya meminta no handpone anda untuk melakukan pemesanan kembali jika suatu saat Mama membutuhkan? pinta Dony walu sebenarnya hanya modus.


" Ini kartu toko ini...no saya yang ini!" Asti menjelaskan dengan menunjuk no baris ke 2 karena yg baris per1 adalah nomor milik ayah Asti.


"Baik terimaksih dan sekali lagi maafkan saya karena tak sengaja menabrak anda"


" Ya sama-sama dan tak mengapa hanya kecelakan kecil" Asti sambil tersenyum manis

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2