
BTR. corp
Sehari sebelum hari pernikahan Dony masih disibukkan dengan segudang pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan.
"Huuuft.....siall besok hari pernikahaanq tapi sekarang aq masih terjebak disini dengan bertumpuk pekerjaan."
Dony ngedumel sendiri, dilemparnya pulpen yang sedari tadi digunakan untuk menandatangani berkas-berkas perusahaan.
"Coba aq punya saudara, pasti aku tak kan sesibuk ini dan saat ini pasti aku lagi bersantai menunggu hari bahagiaku, Astiku pasti sekarang sangat cantik dan lagi menunggu detik-detik menjadi istriku,,,lagi apa dia ya? Ehmmm,,,,,harusnya aku menggodanya pasti sangat mengemaskan,,,aaahhhh sial!!!" umpat Dony lagi.
"Leon,,,ohh iya kenapa aq melupakannya, meskipun dia tak tau sekalipun kalau aq atau ibu meminta pasti ia mewujudkannya apapun caranya, pasti Leon bisa membantuku."
Sebentar Dony tersenyum sumringah, diraihnya ponsel yang ditaruh diatas meja dan terlihat mendeal sebuah nomordan menghubunginya, nada lagsung tersambung karena sepertinya empunya sedang online.
" hallo Don,,,napa tumben telfn gue?"
"Loe buruan dateng kekantor sekarang,,, gue lagi butuh loe!"
" oke,,, tunggu 15menit gue sampe!!!"
Dengan mengendari sepeda motor spotnya, Leon memecah kepadatan jalanan dengan kecepatan cukup tinggi menuju kantor BTR.corp. Entah apapun yang dibutuhkan Dony yang jelas Leon akan melesaikan tugasnya dengan sngat baik.
__ADS_1
***
Dirumah Asti.
Satu hari menjelang hari pernikahan Asti dan Dony segala persiapan sudah 99% dilakukan baik segi tenda, soundsistem, catring dll tinggal pelaksanaan. Pernikahan Asti memang hanya digelar sederhana di rumah Asti karena Dony sangat sibuk mengurus perusahaan, terlebih alasan Ayah Dony Tuan Batara masih berada di luar negeri mengurus usaha yang lagi bermasalah dan belum juga tuntas. Memang seperti mendadak dan terkesan buru-buru, namun dengan alasan Dony sudah matang dan tak baik untuk menunda pernikahan walaupun perkenalan mereka yang baru 3 bulan. Pihak keluarga Dony maupun Asti tak mempermasalahkan yang penting kedua mempelai mantap dan cocok dengan keputusan pernikahan tersebut.
Terkesan ironi memang seorang Putra Tunggal keluarga Konglomerat menikah secara sederhana tanpa pesta yang meriah, Bollroom hotel yang megah dan bahkan tanpa undangan hanya melibatkan kedua belah keluarga terdekat. Namun bagi Asti semua itu tak masalah yang penting kesakralan momen dimana Dony mengucap ijab qobul. Toh Asti hanya gadis biasa yang mugkin akan sangat terganggu dengan segala peraturan orang kaya. Nyonya Berliana menjanjikan pesta jika suaminya Tuan Batara kembali dari luar negeri.
"Nak',,,kamu kenapa melamun?"
Prastowo menghapiri putrinya yang sedang duduk dikursi belakang rumah melihat hamparan kebun bunga miliknya.
"Yah',,,,besok Asti sudah menjadi istri orang dan yang pasti untuk pertama kalinya Asti harus berpisah dengan Ayah".
Dengan sedikit manja gadis itu memadang ayahnya yang diduduk disebelah kursi panjang teras belakang rumahnya, dengan perasaan campur aduk antara bahagia dengan pernikahannya serta sedih harus berpisah dengan Ayahnya. Prastowo yang mengerti kegelisahan putrinya berusaha menenangkan pikiran Asti.
" Putriq sayang,,,ketahuilah bahwa seorang gadis itu menjadi tanggung jawab Ayahnya hanya dari dia lahir sampai dewasa dan menemukan suaminya, jika saat itu tiba sang suamilah yang menanggung sang Istri. Sang Ayah sama sekali sudah tiada haknya, sekalipun ia meminta untuk tinggal namun jika suami tidak mengizinkan maka akan menjadi dosa besar sayang!"
"Iya ,,,,yah' Asti mengerti, tapi tetap saja Asti sedikit sedih harus berpisah dengan Ayah!"
" Hey,,,sayang tak apa kamu masih bisa sering-sering kesini dan Ayah akan selalu mendoakan kebahgiaanmu dimanapun engkau berada!"
__ADS_1
"Terimakasih Ayah, sudah menjadi ayah yang terbaik untuk Asti kapanpun dan dimanapun Asti juga selalu mendoakan untuk kebahgiaan dan kesehatan ayah."
Prastowo memeluk putrinya sambil mengelus kepala gadis itu dengan penuh kasih sayang, terselip rasa haru dalam dirinya sehingga kedua mata pria paruh baya tersebut kelihatan merah dan berair.
"Rumah pasti terasa sangat sepi seperti kehilangan nyawa, Ayah pasti merindukanmu, putri kecilq ."
"Asti pasti sangat merindukanmu ayah dan aku janji akan sering berkunjung karena Ayah pasti sangat kesepian!"
Saat kedua anak dan bapak tersebut larut dalam pikiran sendiri-sendiri, tiba-tiba muncul awan hitam yang begitu pekat.
"Duuarrrrrr.......duarrrrr!!!!"
Suara halilintar menyambar, mengagetkan moment haru kedua anak dan bapak.
"Asti,,, sepertinya akan turun hujan ayo segera masuk, jangan sampai kau kehujanan dan sakit di hari bahagiamu!."
"Iya yah'."
"Kenapa tiba-tiba muncul awan hitam perasaan tadi sangat cerah, ya Allah semga acara besok dilancarkan, aamiin!" gumam Asti.
bersambung...
__ADS_1