Sandaran Hati

Sandaran Hati
Tak Pernah Terbayangkan


__ADS_3

Hari pernikahan yang ditunggu pun tiba. Dony yang berada di kediaman keluarga Batara telah siap dengan menggunakan stelan jas putih tulang dipadu dengan dalaman kemeja putih yang nampak pas dan terpancar ketampanan seorang Dony Batara. Dengan senyum sumringah Dony melangkah menuju mobil pengantin yang telah disiapkan, saat sampai di depan pintu sebuah mobil sedan hitam berhenti pas dihadapan Dony.


" Tuan anda masuk mobil ini, saya yang akan mengantar anda ke pernikahan anda!"


" Loh bukankah harusnya, saya naik mobil itu dengan pak Parmo?"


Dony mencoba menjelaskan dengan menunjuk sebuah mobil yang sudah siap megantar Dony dari tadi.


" Mobil itu ada sedikit masalah pada bagian rem, dan anda tentu tak akan mengambil resiko saat hari bahagia anda ini kan Tuan?"


"Saya pasti mengantar anda ketempat tujuan anda tepat waktu."


"Baiklah,,,ayo!!!"


Setelah Dony masuk mobil, sang pengandara melajukan mobil dengan kecepatan lumyan tinggi menuju tempat yang telah ditentukan.


*****


Di rumah Asti


Sang mempelai wanita yang sudah rampung dirias oleh MUA terkenal yang berhasil menyulap wajah Asti bak tuan putri. Asti mengunakan kebaya berwana putih tulang senada dengan sang calon suami, walupun modelnya terkesan simpel dan sederhana namun tak bisa dibilang kebaya itu murah karena harganya berkisar ratusan juta. Kebaya itu rancangan desainer terkenal dikota itu, terbuat dari bahan yang sangat berkualitas dan proses pegerjaanya sangat teliti dan medetail. Asti megenakan hijab yang dimodel sedemikian rupa, karena acara ijab dilakukan secara islami bahkan mempelai wanita dipertemukan dengan mempelai pria saat mempelai pria sudah megucapkan ijab qobul dan dinyatakan sah.


Di dalam kamar Asti nampak gelisah, menatap dirinya dicermin nampak beberapa kali menghela nafas panjang dan menghembuskan. Ditemani sahabat karibnya Novia atau biasa dipanggil Ovi Asti mencoba mengatur deru jantungnya yang nampak sangat gugup.


"Ov,,,ini gue dah cantik kan ya?"

__ADS_1


Sambil terus berkaca Asti bertanya pada sahabatanya.


"Iya kali As,,,loe dah cantik pake baget , tapi gue blm bisa mempercayai lo mo merrid?"


"Secara gue baru ninggalin loe 6 bulan buat nerusin study gue, tiba-tiba loe ngabrin mo merrid utungnya pas gue libur smester!"


"Loe mau nikahnya sama siapa pun detik ini gue belum tahu, lo beneran ada calon kan tar loe nglindur As saking ngbetnya pgn merrid???"


Asti dengan senyum cengar cengir merasa tak berdosa membalikan badan dan menatap sahabatnya.


"Hemmm,,, maaf ovi sayang kejadianya memang sangat singkat kami baru kenalan 3 bulan dan segera memutusakan naik ke pelaminan karena merasa saling cocok!"


"Kamu tenang aja, bentar lagi kamu bakalan tau dan awas jangan nksir loh itu laki gue!"


Dengan tanpa berdosa Ovi cegengesan godain Asti dengan maksud membuat kesal sahabatnya.


Pluukk.....!!!


Asti menampol lengan sahabatanya karena merasa sedikit jengkel dengan perkataan gadis tersebut.


"Coba aja kalo berani!!!"


Sementara kebanyolan dua sahabat tersebut masih berlangsung tak hayal kadang mereka tertawa cekikian dan tak jarang mereka bergurau bahkan para MUA yang tadi merias Asti hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah polah calon mempelai dan sahabatnya itu. Namun semua itu sukses melenyapkan segala kegugupan yang tadi melanda Asti.


Tanpa disadari dari luar rumah tepatnya dibawah tenda yang dipasang di halaman rumah asti, para hadirin kompak mengucap "SAAAAAAHHHH.....!!!!"

__ADS_1


"Wah As,,,ternyata ijabnya sudah berlangsung dan loe sudah menjadi seorang istri...selamat ya semga langgeng dan loe selalu diberkahi kebahgiaan, Aamiin!!!"


Ovi memeluk sahabatnya dengan erat dan ikut berbhgia karena sahabatnya telah resmi menikah. Asti pun tersenyum haru sangat lega karena Dony megucapakan ijab qobulnya dengan baik dengan satu tarikan nafasnya.


Dengan terus mengembagkan senyum termanisnya , Asti didampingi ovi dan seorang MUA berjalan keluar kamarnya menuju ketempat acara diadakan. Saat sudah sampai ditempat acara, Asti masih tertunduk malu untuk menatap suaminya yang telah berdiri menyambutnya. Asti malah sempat melihat ke arah ibu mertuanya Nyonya Batara yang duduk santai di barisan kursi belakang tempat ijab. Asti pun melirik ke arah Ayah Prastowo yang habis menikahkannya dengan Dony,namun ada yang beda dari raut wajah Ayahnya dan nampak seorang pria asing yang selalu berdekatan dengan ayahnya.


Kenapa Ayah murung dan terkesan tak bahagia,,,dan siapa pria itu yang bersama ayah?


Perasan Asti menjadi tak enak, dan mulailah ia megangkat kepalanya dengan masih tersenyum dengan manisnya menatap lelaki didepanya yang sah menjadi suaminya. Asti menatap suaminya dari bawah ke atas, saat sampai ke dada pria tersebut asti menghela nafas mencoba menstabilkan debaran didadanya.


ya Allah kenapa gugup sekali!


Dan saat sampai dagu Asti sedikit menautkan kedua alisnya, merasa aneh pasalnya pria dihadapnya ternyata memiliki rambut godrong yang sengaja dikat ke belakang biar rapi, sedangakn Dony tak memiliki ciri tersebut! Bak di sambar petir disiang bolong saat Asti melihat seluruh wajah lelaki yang bergelar Suaminya tersebut. Seorang berperawakan sama seperti Dony, mgkin sedikit tinggi dari dony memiliki rambut gondrong, bibir tebal, hidung mancung dan sorot mata kebiruan yang sangat tajam bak elang yang siap menerkam mangsanya.


Asti mematung tak percaya dengan penglihatnya, seketika senyum manisnya hilang ingin menagis tapi tak bisa dirinya diam tak dapat berkata sepatah katapun. Asti masih berkelana dalam pikiranya sendiri dan bertanya-tanya dalam hati.


Ya Allah siapa dia,,, dimana Dony apa yang terjadi kenapa bukan dia yang menikahiku, dan apa ini ada hubunganya dengan pria yang selalu mendekati Ayah?


Menyadari ada yang aneh, Asti berfikir ini sebuah konspirasi terencana dilihatnya nyonya Berliana yang ternyata telah tersenyum dengan liciknya menatap tajam lada Asti dan berganti melihat ke arah pria yang berdekatan dengan Ayahnya ternyata sedang menodongkan sebuah senjata ke arah ayahnya yang mugkin tak disadari orang-orang karena memang sangat dekat dan hampir tak kelihatan oleh orang lain, namun Asti sangat bisa melihatnya karena kejeliannya.


Baiklah Nyonya aku tau ini rencanamu, kuikuti permainanmu jangan harap kau menang dari aq nyonya Berliana!


Sambil menatap tajam ke arah ibu mertuanya, Asti tersenyum sinis seolah sedang menabuh genderang perang. Saat itu pula Lelaki dihadapannya memasangkan cincin dijari manis Asti, dan megecup kening Asti.Tepuk tangan dan sorak dari para tamu yang seolah memberi selamat atas pernikahan Asti gadis santun yang sangat periang itu. Selamat menempuh hidup baru semga selalu berbahgia dan cepat dapat momongan, begitulah doa hampir seluruh tamu yang hadir.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2