Sandaran Hati

Sandaran Hati
Bertemu sang calon ibu mertua


__ADS_3

Sabtu sore saat fajar hendak meyingsing ke ufruk barat, megantar para pekerja kantor yang pulang kerumah dengan segala kelelahan setelah selama sepekan bergelut dengan segala tugas dan tanggung jawab masing-masing.


Dengan senyum sumringah Dony pun berlari menembus grombolan para karyawan yang berburu meninggalkan kantor BTR.corp. Dony tak sabar ingin segara pulang membersihkan diri dan menjemput gadisnya untuk menghadiri acara makan malam sederhana untuk memperkenalkan kekasihnya kepada ibunya.


Makan malam tersebut hanya dilakukan di kediaman Batara, karena Dony sengaja tidak mengadakan acara tersebut di hotel ataupun di restaurant mahal. Karena mungkin Asti kurang nyaman bila dilakukan ditempat-tempat tersebut, memahami bahwa gadisnya itu adalah wanita biasa yang suka kesederhanaan.


Sementara ditempat lain, Asti bersiap diri. Kali ini Asti memakai dress selutut warna putih dengan kerah sabrina berrumbai, dipadu flat soes warna senada, tas slempang motif bunga" kecil warnanyapun berdominasi putih. Rambutnya dibiarkan tergerai indah dengan meyelipkan penjepit rambut mutiara kecil warna putih metalik nenambah kesan manis bagi si pemakai.Ditambah meke up yang flowess menambah kadar kecantikan alami Asti.


" Yah,,,, apa Asti beneran dah cantik?


" Terlalu menor ng yah' make up Asti?


" Trs ini lipstik Asti norak eng yah'... sama mecing ng sama baju yang Asti pake?


Kata Asti membrondong pertanyan kepada sang Ayah. Terlihat jelas kegugupan dan nervous melanda Asti. Prastowo pun hanya geleng-geleng kepala menatap tingkah polah anak gadisnya.


" Putriq sayang,,, bisa tidak kamu bersikap tenang jangan gugup dan santai saja."


Prastowo berjalan medekati putrinya, dan mengkup kedua pipi anak gadisnya sambil tersenyum dan sedikit terharu. Bagimana tidak sekarang putri kecilnya telah tumbuh dewasa dan bahkan sudah menemukan tambatan hatinya.


Selama 22th ini beliau membesarkan Asti merangkap peranan menjadi seorang Ayah sekaligus menjadi ibu bagi Asti, tak pernah sekalipun iya mengeluh ataupun meyayangkan ketidak hadiran seorang ibu bagi Asti. Namun kali ini sepertinya perasaan Prastowo sedikit sensitif karena untuk pertama kalinya ia sangat menginginkan kehadiran istrinya.


" Lihatlah sayang putri kita telah dewasa, hari ini ia akan bertemu pada calon mertuanya, aku merasa gagal menjadi ibu baginya karena tidak bisa medadaninya dengan sagat cantik, meyakinkan dan memberi semangat agar tenang dan tidak gugup seprti saat ini." gumam prastowo


" Kau adalah putriq yang paling cantikkk,,, tak perduli apapun yang kau pakai km terlihat sangat sempurna."


"Jika ibumu masih ada, dialah yang akan mempersiapakan segalanya sehingga kau pasti tak akan merasa tidak percaya diri begitu, maafkan Ayah sayang tak bisa menjadi peran seorang ibu yang sempurna?"


Ucap Prastowo dengan mata yang sedikit berkaca, namun ia mencoba meyembunyikan, tak mau Asti mengetahui kegalauan hatinya. Dipeluknya putri kecilnya yg kini telah dewasa tersebut.


"Hey,,,,Ayah kok jadi ngmg gitu, bagiq ayah sangatlah sempurna untuk Asti baik berperan menjadi ibu ataupun seorang ayah untuk Asti tak ada rasanya yang bisa menjadi orang seperti Ayah."

__ADS_1


"Terimakasih Ayah, sudah berjuang dan mengasihiku sampai detik ini, bahkan Asti tak pernah kekurangan kasih sayang seorang ibu karena engkaulah telah memberikan segalanya untukku."jawab asti sambil berkaca-kaca.


" Eh,,,esssatttt....cup....jangan sayang kau tak boleh...!"


Prastowo meghapus air mata Asti yang sedikit meleleh dan melepaskan pelukkannya. Ia menyesal karena membuat Asti ikut merasa mellow setelah sejenak tadi ia merindukan istrinya yang telah lama menggalkannya.


" Ingat jangan pernah ada air mata sayang, hidupmu sangatlah berharga apalagi air matamu jangan buang sia-sia, tetaplah tersenyum sayang karena km akan terlihat makin cantik."


Asti tersenyum mendegar kata-kata sang Ayah dan dijawab degan aggukan kepala Asti tanda meyetujui.


Tiba-tiba bel pintu berbunyi membuyarkan persaan mellow Asti dan sang Ayah Prastowo Ajji.


"Ting tong.....!"


"Ting tong...!"


Asti berlari mendekati pintu dan membukanya. Tampaklah Dony dengan gagah berdiri didepan pintu sambil mengumbar senyum manisnya. Saat pintu terbuka, mata Dony membulat seolah sangat terpesona dengan makhluk yang sedang berdiri dihadapanya.


" Terimakasih...." jawab asti dengan mengumbar senyum termanisnya.


" Mari berangakat sayang." Dony meraih jemari Asti dan berjalan beriringan menuju mobil. Mereka menggalkan kediaman Asti setelah berpamitan pada Ayah Prastowo menuju ke kediaman Dony.


*****


Rumah Dony


Setelah jamuan makan malam yang sungguh menguggah selera, pasalnya para asisten memasak berbagai menu yang hampir memenuhi meja makan, kini saatnya perbincangan. Sengaja diatur demikian agar terasa santai.


Acara perkenalan itu hanya dengan Nyonya Berliana sang ratu dirumah, Ayah Dony sedang keluar Negeri urusan bisnis sedangkan adik Dony memang tidak pasti pulang dan lebih suka menghabiskan di apartemen dengan sahabatnya.


"Oh.... jadi km gadis yang telah membuat putraku susah tidur dan tak betah lagi dirumah?" Sapa ibu Dony, nyonya Berliana Batara.

__ADS_1


" Em...ehhh...ii,,,iya Nyoya."


Asti sedikit tertunduk malu,namun ia segera menaikkan dagu dan menatap sang lawan bicara seolah membuktikan bahwa ia bukan gadis yang lemah.


Nyoya Berliana menatap tajam pada kedua bola mata Asti, namun seketika ia tersenyum penuh arti.


"Sepertinya gadis ini tak bisa dipandang sebelah mata, bahkan ia berani menatapku"


" Berapa umurmu sekarang,,,nona?"


" Kebetulan 1bulan lagi, genap berusia 22th Nyonya."


Dengan percaya diri Asti menjawab pertanyaan demi pertanyaan dari Nyonya Berliana ibu Dony.


"Baiklah,,,, sepertinya tak ada lagi yang harus Ibu katakan selain merestui kalian."


Asti dan Dony seketika saling menatap dengan berbinar seolah mereka sedang selesai mengerjakan ujian sekolah dan mendapatkan nilai terbaik.


Dengan menarik sdikit senyumnya, nyonya Berliana medekat pada Asti sambil menepuk bahu gadis itu.


" Siapkan dirimu,,,engkau akan segara menjadi bagian dari keluarga Batara!"


Setelah memastikan kepergian putra dan calon menantunya. Nyonya Berliana meraih handpone dan terlihat mendeal no seseorang.


"Iya Ibuuu,,,,,?" terdengar jawaban dari sebrang.


" Ada tugas baru untukkmu....lakukan dengan baik!!!!


Jawab Nyonya Berliana dengan seringai sinisnya.


" *Emmm......j*angan coba main-main denganku gadis bodoh!!!

__ADS_1


...bersambung......


__ADS_2