
Setelah pertemuan yang secara tak sengaja di depan Florist Kalee yang menghantarkan Prastiwi mengenal seorang Dony Putra Batara, seorang lelaki yang nyaris sempurna di mata Asti bahkan mungkin seluruh gadis di bumi ini mengakui kebenarannya. Sungguh beruntung nasib gadis tersebut karena bukan cukup hanya mengenal tapi bahkan mereka memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih.
*****
Siang itu saat jam makan siang Dony menyempatkan ke toko bunga milik Asti untuk mengajak makan siang gadis yang selama ini menggangu hati dan pikirannya. Saat itu Asti sengaja memasak dan membawa bekal dobel buat Dony sang Pujaan hati. Setelah acara makan siang selesai mereka ngobrol sejenak sebelum jam makan siang habis.
" Hey....Tuan Dony Batara,,,apa kamu tidak malu punya pacar sepertiku?"
Asti sebenarnya masih belum sepenuhnya mempercayai bahwa dirinya menjadi kekasih seorang Dony Batara.
" Kurasa tak ada alasan malu, jika ce'nya secantik dan ngegemesiin gini." jawab Dony sambil nentoel hidung Asti.
Sambil menghela nafas panjang Asti masih memandang lekat pada lelaki yang 3bulan terakhir ini menyandang sebagai kekasihnya.
" Tapi siapalah aku,,,hanya seorang gadis sederhana tanpa pendidikan yang tinggi dan bahkan cuma seorang gadis penjual bunga."
Asti mencoba mengoyahkan pendirian Dony, walaupun dalam hati ia juga sangat takut kehilangan namun baginya alangkah baiknya jika dia mengetahui sekarang sebelum semuanya melangkah lebih serius dan tentunya perasaan Asti semakin dalam pada Dony.
" Apa itu penting? Bagiku harta bisa dicari terlebih keluargaku sudah cukup kaya raya untuk menghidupiku sampai tujuh turunan haha.... "Jawab Dony menyombongkan diri yang bermksud hanya menggoda gadisnya.
Ya memang Dony adalah pewaris tunggal BTR.corp sebuah perusahaan yang menaungi beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang hiburan, gaya hidup, sumber daya alam bahkan media dan hiburan merajai segala aspek kehidupan. Bisa dibayangkan seberapa besar kekayaan keluarga Batara. Semuanya akan jatuh pada Dony, dan bukan berarti mereka tak akan kekurangan uang.
Dony tersenyum dan meraih jemari sedikit meremas lalu mengecup punggung tangan Asti seoalah memberi semagat dan mematahkan keraguan di hati gadis pujaannya. Sepertinya Dony benar-benar sangat mencintai Asti dan mantap dengan pilihannya.
__ADS_1
" Sepertinya kamu masih meragukanku Sayang, baiklah akhir pekan ini datanglah kerumah, coba mengenal ibu dan keluargaku mereka sangat baik ."
Ucap Dony antusias sambil membayangkan ibunya pasti sangat suka mengingat beliau sangat terkesan pada buket bunga yg iya pesan dari Asti tempo lalu. Selama ini ibu Dony Nyonya Berliana Batara tak pernah mengabaikan apapun permintaan Dony, semua keinginan Dony selalu diberikan bahkan melebihi expetasi. Nyonya Berliana sangat memanjakan Dony sejak kecil bahkan sampai sekarang umur Dony mendekati angka 30 tahun, angka yang dibilang sudah sangat matang.
" Hah....?"
Asti menelan berat salivanya seolah hendak mengerjakan ujian sekolah yang sangat berat.
" Apa kamu serius sayang, aku rasa aku belum siap untuk bertemu mereka."
"Hey,,,,apa kamu takut nona Asti?"
"Helloooo,,, benarkah seorang Asti takut menghadapi calon mertua hahaha....seperti bukan kamu sayang."
Astipun tak pernah mengenal rasa takut karena ia mempunyai mental yang sangat kuat. Sejak ibunya meninggal saat melahirkannya, Ayahnya memberi peranan penting dalam pembentukan mental Asti. Dia selalu diajarkan untuk tegar dan tersenyum terhadap segala masalah yang dihadapi, bahkan saat ia dihadapkan bahwa ia tak memiliki seorang ibu pun Asti tak pernah menangis. Dia selalu tersenyum dan bersyukur bahwa Ibunya telah menghadirkannya di dunia ini tidak untuk menagisinya. Bila rindu pada Ibunya ia akan berdoa dan melihat bintang yang paling terang karena baginya itulah ibunya yang sedang tersenyum melihat Asti yang selalu ceria dan bahagia.
" Yee,,, aku tak merasa takut sedikitpun sayang, aku cuma sedikit kawatir jika aku tidak diterima menjadi menantu di keluargamu." Asti protes tanda tak terima diremehkan.
"Ok baiklah....kita lihat saja nanti apa ibumu bisa menolak pesona seorang Prastiwi Dinda, sedangkan anaknya yang begitu sempurna ini tergila-gila padanya." senyum semgat Asti membuyarkan keraguannya.
"Na gitu sayang semgatnya....biar kita cepat sah."
Dony antusias sambil medekatkan tubuhnya pada Asti memeluk erat gadis ramping itu.
__ADS_1
" Sah...?"
"Iya Sah,,,apa kamu ng mau nikah sama aku?"
" Tentu saja mau, tapi ku pikir tak kan secepat ini."
Asti mencoba meyakinkan Dony mengingat merka baru berpacaran selama 3 bulan terakhir ini.
" Sayang,,,umurku sudah 29th hapir mendekati angka 30th, aku sudah waktunya mencari pendamping bukan sekedar mencari pacar."
" Aq sudah mantap memilihmu sayang, jadi maukah kamu menjadi istriku, menjadi ibu dari anak-anakku dan memapahku sampai hari akhir?"
Dony bersimpuh didepan gadis yang sangat iya cintai, sedang melamar dadakan tanpa persiapan dan tanpa cincin berlian tentunya.
" I...iya aku mau!"
Mata Asti sedikit berkaca-kaca medengar ucapan Dony, sangat terharu atas lamaran yang sangat mendadak itu.
" Terimakasih sayang, u so sweet honey i love u so much."
"hemmm, love u more."
bersambung....
__ADS_1