Sang Dewi

Sang Dewi
Sang Dewi


__ADS_3

"Ya kamu benar Raya, seharusnya umat manusia tidak lagi dalam bahaya setelah Dewi bulan menghancurkan iblis tersebut hingga ke dimensi yang berbeda. Namun berapa bulan yang lalu salah satu dari 12 bola yang mengelilingi istana ini, padam cahayanya. Kami semua mencari tahu Apa penyebab dari meredupnya cahaya dari bola itu. Lalu tiba-tiba buku paling keramat di istana ini mengeluarkan cahaya kehijauan. Segel yang menutupi buku ramalan tersebut, terbuka secara tiba-tiba, dan kami sadar, apa yang terjadi. Sang iblis yang telah dikurung di Dimensi Lain oleh Dewi bulan kembali ke dunia ini. '' jelas nya pada Raya.


''Lalu apa hubungannya semua ini denganku? Bukankah kalian semua punya kekuatan? Bahkan Rion yang umurnya setara denganku saja punya sihir yang sangat kuat, apalagi kalian?'' Tanya Raya.


''Lancang sekali kau berkata tidak sopan kepada Tuan Leroy!!! " Raya terkejut mendengar suara menggelegar itu.


"A-aku..... " Raya tergagap.


"Gin!! Sudahlah. Kau menakuti nya. " ucap tuan Leroy.


"Siapa gadis hina dan lemah ini, Tuan?"


Dia ingin menghina atau bertanya? Jika digambarkan mungkin Raya mengeluarkan taring dan tanduk seperti banteng.


"Jangan mulut mu Gin!! Asal kau tau. Dia-lah yang akan menyelamatkan dunia ini. Dan kau harus menghormati nya" Suara lain menyambar setelah Gin menghina Raya.


"Pe-penjaga Roy!?? Tapi bagaimana??... "


"Hai Raya. Bagaimana tampilan ku sekarang?Jangan bilang kalau aku masih mirip tukang bangunan. " sapa Penjaga Roy.


"Mungkin kau Bingung Raya. Tapi tenang saja. Adik ku akan menjelaskannya untuk mu. Ayo aku antar kau ke kamar mu. " Tambah Roy lagi.


Tuan Leroy dan Gin menatap punggung Raya dan Roy yang menjauh. Gin menghela napas nya dengan berat.


"Apa tuan yakin dengan gadis itu. ??" Tanya Gin.


"Jangan Khawatir, Gin. Aku yakin Raya mampu menyelesaikan tugas nya. " jawab tuan Leroy dengan yakin.


Gin hanya menatap dalam diam Hanya bisa pasrah jika Raya gagal melaksanakan tugas nya.

__ADS_1


...****************...


Raya tidak berhenti berdecak kagum dengan interior istana ini. Ratusan pecahan kristal bercahaya membuat tempat ini tak pernah gelap. Raya bahkan bisa melihat pantulan dirinya di kristal.


"Jangan norak Raya. Kemana sikap dingin dan cuek mu?" ejek penjaga Roy.


"Jangan sampai tangan ku membuat tanda di wajah mu penjaga Roy" delik Raya.


"hahaha.. Maaf.. maaf. Aku hanya bercanda. Oh ya.. apa kau mau menemui Ryon lagi?. Dia sedang ada di tempat latihan sihir sekarang" Tanya penjaga Roy.


"Wah.. boleh... seperti apa tempat latihan sihir?" sahut Raya antusias.


"Sebentar lagi kita sampai"...


Mereka berjalan menyelusuri lorong selama beberapa menit Dan sampai di sebuah pintu gerbang yang lebar. Lagi-lagi Raya harus berkata 'Uwwaahhh'. Bagaimana tidak? Ternyata tampilan diluar todak kalah keren.


Halaman luas dengan rumput hijau rapi. Pepohonan yang tersusun rapi dipinggir halaman ditambah dengan pemandangan air terjun yang bermuara di danau. Beberapa hewan mitos pun juga ada di sana. Seperti unicorn, Pegasus, Naga, Icarus dan Griffin. Peri seperti di film tinkerbell, elf yang bertelinga runcing, hobbit bahkan Kurcaci.


"Kakakk!!!!... Raya!!... Kesini!" Seseorang memanggil mereka. Ternyata Ryon. Disamping nya ada seorang perempuan dengan rambut merah


"Wah, kalian tiba tepat waktu, sekarang aku dan Hana akan latihan bersama. Kau akan kagum ketika melihat kami berduet bersama ''


Raya merasakan tatapan bombastic side eyes dari Hana. Benar saja, wajahnya Hana asam kecut saat Raya menatap nya.


Bombastic side eyes!! Salah ku apa?? Batin Raya.


Raya memilih cuek saja.


"TONGKAT BINTANG!! KELUAR LAH!!.. "

__ADS_1


Wuuuushhh.... Tak!! Kliiinnggg!!!!....


Itu adalah tongkat yang pernah Raya lihat di gudang penyimpanan barang olahraga, dan ternyata Ketika dilihat lebih jelas saat keadaan terang, tongkat cahaya itu berwarna putih, dihiasi dengan spiral berwarna emas.


"PANAH API!!... "


Ssyyuushhh...


Tidak kalah keren dari tongkat Bintang milik Ryon. Panah api milik Hana sangat hebat. Terlihat panjang busur nya bisa mencapai 1setengah meter.


Trek... ttrreeekk... Bommm!!! Gluduk.. gluduk.. gluduk....


Di depan mereka, batu-batu saling menggelinding, dan bertumpuan satu sama lain, kemudian membentuk banyak sekali Golem raksasa. Seperti sebuah pasukan golem-golem raksasa itu juga memiliki senjata seperti Palu, kapak dan pemukul kayu yang berduri.


"Golem golem batu itu, adalah replika dari anak buah sang iblis yang paling rendah level kekuatan nya." jelas Penjaga Roy.


"Kenapa mereka berlatih untuk melawan anak buah sang iblis, yang paling rendah, Kenapa tidak langsung yang paling kuat saja? '' Tanya Raya.


Tidak begitu Raya, karena anak buah sang iblis yang paling rendah kekuatannya sekalipun, sudah sangat kuat untuk dilawan oleh anak-anak seperti kalian, dan jika kalian tetap berkeras ingin melawan anak buah sang iblis yang kekuatannya lebih tinggi, maka kalian akan hancur lebih dulu, sebelum mereka.'' Jelas penjaga Roy.


"Dan kamu akan ikut berlatih bersama mereka setiap hari, aku juga akan berlatih bersama kalian" tambah penjaga Roy lagi.


"Yang benar saja penjaga Roy?? Tidak mungkin aku akan berlatih Di sini setiap hari. Ibuku pasti akan melarangku dan kalian mungkin tidak akan bertemu denganku lagi."


"Hahaha Raya Apa kau tidak tahu di sini adalah dimensi yang berbeda perbedaan waktu di sini sangat besar dengan yang ada di duniamu. Waktu satu hari di sini, sama dengan 1 jam di bumi, Jadi jika kau menghilang selama beberapa hari di sini Kau hanya akan menghilang beberapa jam saja di bumi"


"Tapi itu mustahil, aku melihat sendiri, riot membawaku naik bersama rubah putih berekor 8 ke sini lewat langit, Jadi tidak mungkin aku pergi jauh dari bumi."


"Haha itu benar Raya. Disini adalah dimensi yang berbeda. Jika istana ini benar ada di langit bumi, maka akan terjadi kecelakaan pesawat setiap hari. " jelas Ryon.

__ADS_1


Ryon dan Hana sudah selesai berlatih. Baju mereka penuh tanah.


"Jadi.. mulai besok kau akan berlatih bersama kami, Raya. " ucap penjaga Roy


__ADS_2