Sang Dewi

Sang Dewi
Sang Dewi


__ADS_3

Raya Kembali ke rumah nya diantar oleh Fixy. Tidak menyangka jawaban yang diberikan tuan Leroy seaneh itu. Asumsi awalnya adalah sang ibu merupakan anak dewi bulan,tidak disangka itu karena ayah nya sendiri. Untung saja ayahnya bukan keturunan murni dari Zwen Zanko, tapi keturunan campuran.


Dan sekarang dia bosan. Di rumah sendiri,jika disekolah dia tidak terlalu bosan begini karena masih bisa melihat teman-temannya walaupun mereka tidak pernah berbicara dengan Raya. Tega sekali padahal menurutnya ,dia tidak aneh sama sekali. Hanya sedikit misterius saja.


Di tempat lain, sekelompok orang berjubah hitam dengan tudung kepala melakukan ritual. Dengan persembahan seekor kambing hitam yang kepalanya sudah terpisah dengan tubuhnya. Darah kepala kambing itu ditampung dalam sebuah cawan besi.


“ Tuankuu …. Darah pertama ini kami sembahkan kepadamu..” suara serak dari seorang pria bertudung hitam.


Tangannya kurus dengan jari-jari Panjang. Seperti hanya kulit saja yang menyelimuti tulang mereka. Diserahkannya cawan besi berisi darah kambing hitam kepada Tuannya yang sedang duduk di singgasana batu. Tangan sang tuan tak berbeda jauh. Tangan kurus dengan jari-jari yang memanjang, hanya kuku yang meruncing. Tangan kanan menggenggam tengkorak kepala manusia, dan meminum darah persembahan hingga tandas.

__ADS_1


“ HAHAHAHAH!!!..... sebentar lagi, aku akan Kembali merasakann!! nikmatnya darah manusiaa hahahaha…. “


“Tuanku... Malam bulan darah akan tiba.”


“ Yaaa… Dan aku akan mendapatkan seluruh kekuatan ku. Jagat Raya akan berada dalam genggaman ku!!”


“Pastikan!!! Wanita itu tidak menghalangi ku lagi!! Aku yakin dia juga bangkit kembali. Dan sedang mempersiapkan kekuatan nya. Cari dia !! dan gagal kan !! dan Lenyapkan tubuhnya hingga berkeping-keping!!” ucap sang Tuan


Syuuuhhhh…syyuhh…

__ADS_1


Sekumpulan orang berjubah menghilang dengan asap hitam.Tuan kegelapan mereka beranjak dari singgasananya. Dengan tengkorak manusia di telapak tangan kanannya. Melewati Lorong gelap,sunyi dan penuh hewan-hewan menjijikkan. Sampailah dia di sebuah ruangan yang tertutupi pintu batu. Dengan menggunakan kekuatannya ia membuka pintu dan masuk. Banyaknya kelelawar yang keluar dari ruangan itu tidak membuatnya terkejut sama sekali.


“Bangunlah kesayangan ku…. Bangkitlah bersamakuu!!!...”


Bongkahan batu raksasa dihadapannya bergetar hebat. Terdengar suara retakan disusul ledakan batu yang menghantam ke segala arah namun tidak ada satupun yang mengenai tuan kegelapan itu. Ternyata didalam bongkahan batu raksasa terdapat sebutir telur, yang akan menetas menjadi monster pemusnah masal.


...****************...


Raya memasukkan makanan,minuman pakaian dan beberapa barang kedalam sebuah tas yang lumayan besar. Dia berencana pergi ke istana langit dan melatih kekuatannya. Dia sadar dunia tempat nya tinggal sedang tidak baik-baik saja. Ditambah mimpi nya semalam yang semakin membuatnya yakin untuk melaksanakan tugas dari Dewi bulan.

__ADS_1


Malam ini Raya tidur dengan gelisah, keringatnya mengucur deras dari keningnya. Tanganya mengepal hingga urat-urat nya menonjol. Kaki nya bergerak seolah berlari dari kejaran sesuatu yang menyeramkan. Dalam tidur itu dia benar-benar lari dari kejaran asap hitam yang membentuk raksasa. Hingga masuk ke dalam sebuah hutan, namun anehnya asap hitam itu tidak mengejarnya. Raya merasa dirinya aman. Dia memutuskan beristirahat di bawah pohon. Namun alangkah terkejutnya Raya. Kaki nya terlilit akar hidup. Semakin dia memaksa untuk lepas, akar hidup itu semakin membelitnya hingga separuh tubuh. Raya menangis. Tubuh nya di alam nyata diselimuti asap hitam hingga melayang.


__ADS_2