Sang Dewi

Sang Dewi
Sang Dewi


__ADS_3

Kali ini pak guru mengajar tentang Senam lantai. Sengaja pak guru menyuruh para murid untuk berpasangan agar mereka bisa saling membantu dalam senam lantai ini. Mereka melakukan pemanasan selama 10 menit.


"Ya anak anak, Sekarang kita akan memulai olahraga nya. Bapak akan mencontohkan terlebih dahulu. "


Lalu pak guru mencontohkan beberapa gerakan senam lantai nya. Para murid memperhatikan dengan seksama.


"Ya bisa kan???" tanya pak guru setelah sebelah mencontohkan kan gerakan.


"Bisa!! " jawab murid bersamaan.


Semua nya mulai mengambil posisi masing masing. Karena matras (alas yang biasa nya di pakai buat senam lantai) banyak. Murid murid melakukan gerakan seperti Pak guru tadi.


Ada yang terjatuh ada juga yang bisa namun tidak terlalu. Raya dan Ryon. Mereka melakukan gerakan senam lantai dengan luwes dan lancar. Padahal ini baru pertama kali raya melakukan senam lantai.


"Aneh... " ujar Raya.


"Apa nya yang aneh. ?? Menurut kau hebat" puji Ryon.


"Aneh... Aku baru pertama kali mencoba gerakan ini, tapi tubuh ku langsung bisa. Dan rasanya tubuh ku ini sangat ringan. " jawab Raya.


"Mungkin hanya kebetulan. " kilah Ryon.


Sedangkan genk anak konglomerat, mereka beberapa kali terjatuh saat melakukan gerakan senam lantai. Mereka terus menggerutu.


"Teman-teman, lihat Raya dan Ryon. Mereka sangat hebat, langsung bisa melakukan gerakan sesulit itu. " puji murid A.


"Wah benar sekali!! " timpal Si B.


"Mereka cocok sekali ya. Raya itu sebenarnya cantik. Dan Ryon juga tampan. " sahut si C.


Genk anak konglomerat mendengar pujian pujian yang terlontar untuk Raya dan Ryon. Mereka merasa kesal, karena bukan mereka yang di puji.


"Huh!! Apa nya yang hebat?. Hanya seperti itu saja di bangga kan!! " celetuk Stefan.


"Iya... Hanya gerakan kecil saja sudah di puji" timpak Leon.


"Teman-teman!! Aku punya ide. " Sarah si ketua genk menampilkan senyum licik nya.


"Ide apa??" tanya Mira.


"Lihat saja nanti. " jawab sarah.


Tak terasa Sudah 2 jam pelajaran olahraga di lakukan oleh kelas Raya. Dan kini mereka, merapikan kembali matras kedalam ruang penyimpanan alat olahraga.

__ADS_1


Raya dan Ryon menjadi yang terakhir menyimpan matras mereka.


Pluk..!


"Nah... sudah selesai. Ayo kita kembali ke kelas.! " ajak Ryon.


Namun saat mereka berbalik. Pintu ruangan alat olahraga tertutup.


Brakkk.....


"Wahhhh!!!!! " pekik Raya saat pintu tertutup.


"Hah!! Ray. Kau tidak apa apa???" tanya Ryon panik.


"Aku tak apa... Hanya saja... a-aku... takut.... Aku tidak suka gelap. hiks... hiks.... " badan Raya bergetar.


Ryon sebenarnya tau siapa yang melakukan hal ini kepada mereka berdua. Siapa lagi kalau buka genk anak konglomerat itu. Dia sudah bisa menebak bahwa dirinya dan Raya akan dalam masalah. Tiba-tiba tercetus sebuah ide di kepala Ryon.


"Raya... Apa kau bisa membuka telapak tangan mu ???" tanya Ryon.


"Huuuuhuuu... untuk apa??aku takutt.... huhuuu.... " tangis Raya belum selesai.


"Suussshhh.... jangan menangis Raya. Aku ada di sini bersama mu. Aku akan menjaga mu. Kau tenang saja. Aku tidak kemana-mana. " Ryon membawa Raya ke dalam dekapan nya.


"Terima... k-kasih Ryon. " Ujar Raya.


"Emm... Iya. " balas Ryon.


"Emm... apa kau bisa membuka telapak tangan mu???"Ryon mengulangi kata kata nya.


"Baik lah. " Raya membuka tangan nya.


"Dan bisakah kau fokus?. Aku minta kau fokus. Fokus pada tangan mu!! " pinta Ryon.


Meskipun heran. Raya menuruti perkataan Ryon. Dia menutup mata nya dan mencoba fokus. Namun setelah beberapa saat, masih tidak terjadi apa pun. Raya membuka mata nya.


"Hem??? tidak terjadi apapun. ??" ucap Raya.


Ryon memegang kedua bahu Raya. Dan mendorong nya untuk berlutut, di ikuti dirinya. Dan mereka sama sama berlutut.


"Fokus lah Raya. Tatap mata ku.!! fokus. " Ryon menggenggam punggung tangan Raya.


Raya mulai terfokus. Manik mata nya beradu pandang dengan mata Ryon. Hening beberapa hingga Raya merasakan aneh pada tangan nya. Tapi dia tetap fokus. Seperti di perintah kan oleh Ryon.

__ADS_1


"Ssshhh..... Tangan ku terasa dingin dan hangat. " ujar nya.


"Tahan lah sebentar. Kita akan keluar dari sini. " ucap Ryon.


Raya dengan patuh, tetap fokus. Dan perlahan telapak tangan nya mulai mengeluarkan cahaya putih. Sangat terang, hingga seisi ruangan olahraga menjadi terang benderang seperti menghidupkan lampu.


Mata Raya membelalak.


"Hhhaahhh!!! Ryon!! Apa yang terjadi pada tangan ku??? tangan ku bersinar.!!!! " pekik Raya. Rayt wajah panik terlihat jelas di wajah nya.


"Tenang lah Raya... Tenang. Jangan khawatir. Pertama kita harus keluar dari ruangan ini dulu. " Ryon berucap dengan tenang.


Di bantu cahaya yang berasal dari telapak tangan Raya. Mereka mendekati pintu. Ryon meraih gagang pintu.


Gebrek.... gebrek......


"Huh!! Kita terkunci dari luar. Seperti ada yang usil. " gumam Ryon.


"Apa kita bisa keluar???" tanya Raya.


"Kita bisa. Sebentar ya. Aku akan memikirkan cara nya dulu." jawab Ryon menenangkan Raya.


Bagaimana ini??--Jika aku menggunakan kekuatan ku. Raya akan curiga dan takut. Tapi jika tidak. Kami mungkin tidak akan keluar.... Hayahhh.... sudah lah.. Lebih baik Raya tau kekuatan ku. Kami harus segera keluar dari sini.. Ryon bergelut dengan hati nya.


"Ryon... Apa kita bisa keluar??? Seperti cahaya di tangan ku mulai meredup. " kata Raya


"Baik lah. Kita akan keluar. " putus Ryon


"Tapi bagai.. --- Hhhhaahhhh!!!! Astaga!! "


Criiinggg.. Tukkk....


Ryon mengeluarkan sebuah tongkat berwarna kuning keemasan dengan bentuk bintang di puncak tongkat itu.


"Cahaya bintang!! " seru Ryon.


Dan seketika ujung tongkat itu mengaku cahaya, yang menuju pintu. Raya ternganga dengan pemandangan di depan nya


Bbrakkkk.....


Pintu terbuka dengan kuat. Hingga hampir terlepas. Bersamaan saat itu juga cahaya di tangan Raya menghilang total. Ryon merubah tongkat nya menjadi kalung kecil bergantung bintang.


"Ayo keluar. Sebelum ada yang melihat. Jika ada yang melihat kita akan terkena masalah..."

__ADS_1


Ryon menarik Raya keluar dari ruangan olahraga.


__ADS_2