
#"Roy!!! Apa kau bercanda denganku? Kenapa kita harus mengajak perempuan lemah itu untuk bergabung berlatih bersama kita.?? Aku dan Ryon bahkan sudah bisa mengalahkan golem-golem batu replika anak buah sang iblis.!!? " Hana mencecar Roy sepanjang lorong.
"Hana, aku yakin kau sendiri sudah tahu, bahwa Raya itu adalah gadis dalam buku ramalan, dia adalah titisan dari Dewi bulan, reinkarnasi dari Dewi bulan, dia pasti akan menyelesaikan tugasnya untuk mengalahkan iblis itu. Melenyapkan sang iblis dari alam semesta!! " ucap Roy dengan tegas.
Roy meninggalkan Hana yang mematung sendiri di lorong. Tangan Hana mengepal dengan gigi gemertak. Nafas nya juga memburu.
"Gadis bumi itu....!!! "
...****************...
"Ryon bagaimana kau bisa mendapatkan kekuatan mu?" Tanya Raya.
"Aku memang memiliki kekuatan sejak lahir, seiring dengan perkembangan ku, kekuatan ku juga meningkat ditambah dengan latihan yang rutin. Yaa... jadi sekarang? " jawab Ryon.
"Ternyata begitu. Tapi bagaimana dengan ku?. Aku kan tidak punya kekuatan apapun. Bagaimana aku bisa membantu melawan sang iblis itu? "
"Hahaha... Raya kau tidak sadar ya? "
"Apa?"
"Kau juga sudah memiliki kekuatan sejak lahir. Mungkin saja kekuatan mu lebih besar dari pada milikku dan Hana. " Ucap Ryon.
"Tidak mungkin. Kalau aku sudah punya kekuatan, aku pasti tidak menjadi anak lemah. Meskipun aku terlibat tidak perduli pada ejekan teman-teman, tapi aku sebenarnya takut. "
"Itu karena kau tidak mengetahui kekuatan mu sendiri. Mereka ada dalam dirimu, Raya. Kau hanya perlu belajar untuk membangkitkan kekuatan mu. Dan lagi, aku merasa kekuatan mu tidak hanya satu. Tapi kekuatan elemen. "
"Elemen? Kekuatan apa itu"
"Sini aku tunjukkan. " Ryon membawa Raya ke sebuah ruangan.
Ruangan luas dengan sebuah lampu gantung besar berkilau di atas mereka. Dengan meja panjang dari sisi ke sisi. Seperti disebuah pengadilan saja. Dan di tengah ruangan terdapat sebuah Batu hitam? Kontras sekali, ruangan yang terang namun sentral nya sebuah batu hitam besar..
"Ini namanya batu Qroxar. Konon katanya, batu ini adalah salah satu pecahan palu milik dewa petir. Batu yang dapat menyerap kekuatan jika sang pemilik menginginkan kekuatan apapun dan bisa mendeteksi kekuatan siapapun yang menyentuhnya" jelas Ryon.
"Aku mengerti sekarang. " jawab Raya.
"Ayo. Sentuh batu nya dan kita akan tau apa saja kekuatan mu. " Ryon menuntun tangan Raya dan menempelkan ke batu Qroxar.
Telapak tangan Raya menyentuh sempurna permukaan batu. Pertama tidak terjadi apapun, namun setelah beberapa menit batu mulai berubah. Muncul warna Kuning keemasan yang berpendar melingkari batu. Muncul warna lagi, kali ini warna Biru yang tepat di atas cahaya kuning. Lalu warna putih, hijau zamrud dan dipuncak batu warna ungu lembayung.
Ryon hampir tidak percaya dengan kejadian didepan matanya. Ryon berlari dan segera berhenti lagi.
"Ra-raya!! tetap disini. Dan jangan bergerakk!! " Ucap Ryon.
Raya terkejut karena melihat kecepatan Ryon dalam berlari. Tak sampai 5 menit, Ryon datang bersama dengan Tuan Leroy, Gin, Shawn, Hana, Roy dan beberapa orang berjubah putih lainnya.
__ADS_1
"Astaga!!! demi sayap peri! apa itu batu Qroxar.??!"
"Gadis itu menyentuh batu Qroxar?!!"
"Manusia itu membuat batu Qroxar bercahaya!! "
Dan masih banyak lagi celetukan yang keluar dari lisan mereka.
"Sungguh.. ini salah sebuah karunia!! Dia mewarisi semua kekuatan dewi kita. Dewi Bulan!!" Tuan Leroy berseru senang.
Sementara itu, Gin, Shawn, Roy dan Ryon bertepuk tangan. Terkagum-kagum dengan apa yang mereka lihat. Begitu juga Hana. Dia menggosok matanya berkali-kali. Ya.. mau tidak mau dia harus mengakui bahwa Raya adalah dewi bulan.
"Tapi kenapa dia memiliki elemen ungu?! Ini karunia atau bencana!?"
Mata semua orang tertuju ke puncak batu yang meruncing. Ada warna ungu, meski sedikit tapi warna ungu itu sangat mencolok dibandingkan warna lainnya.
...****************...
Masih di istana Kristal. Raya sedang melamun. kata-kata tuan Leroy masih terngiang-ngiang di kepala nya.
Raya mengikuti kemana tuan Leroy melangkah. Terus turun dan turun di setiap tangga dan sampailah mereka di suatu lorong temaram. Berjalan hingga tiba di depan pintu raksasa yang dijaga 2 laki-laki berjubah putih.
Tuan Leroy merapalkan mantra ketika membuka pintu raksasa itu. Dan terpampang lah belasan rak buku raksasa. Terlihat seperti perpustakaan biasa, ada buku dimana-mana.
"Tempat ini.. adalah tempat kami menyimpan buku gelap. "
"buku gelap?"
"Cobalah ambil satu buku didekat mu!"
Raya mengambil secara acak. Namun tubuh nya terpental.
"Apa !!??" Raya bangun dengan kesakitan.
"Tempat ini sengaja kami beri mantra. Untuk menjaga para penyihir melarikan diri. "
"Penyihir?? "
"Iya.. Penyihir gelap dimasa lalu. Meskipun Dewi Bulan berhasil menyegel iblis ke dimensi lain, tapi ternyata hal itu tak cukup. Banyak manusia manusia nakal yang mencuri sebagian kecil kekuatan iblis. Mereka menyimpan nya diberbagai benda. Seperti batu, senjata, boneka, buku bahkan tubuh manusia. Mereka menggunakan nya untuk kepentingan sendiri. Merampok!! menindas!! tidak pernah menggunakan untuk kebaikan. Jadi kami memburu mereka ke berbagai penjuru dunia. Dan mengurung mereka kedalam buku mantranya sendiri. Untuk berjaga-jaga supaya mereka tidak melarikan diri.. kami memagari semua buku, rak buku dan pintu dengan mantra pengunci. "
"Lalu?? Kenapa kau membawa ku kemari?"
"Karena kekuatan mu Raya. Warna ungu seharusnya tidak ada Raya!! " ucap tuan Leroy.
"Kenapa?. Apa itu warna yang salah?"
__ADS_1
"Tidak Raya. Karena warna ungu ada hubungannya dengan sang iblis. "
Tuan Leroy menyusuri rak buku. Lalu berhenti didepan sebuah buku yang tebal nya bisa mencapai 6cm. Buku nya terlihat usang. Tuan Leroy membawakan mantra seperti bergumam. Dan buku itu melayang dengan sendirinya.
Tuan Leroy mendapatkan nya. Mencari sebuah halaman dengan teliti karena beberapa kertas yang sobek.
"Ini dia! Sang iblis memberikan kekuatan pada Zwen Zanko. Kala itu Zwen terkenal dengan kejayaannya. Banyak pelabuhan kapal, pertambangan dan orang asing yang menetap di timur. Namun itu semua tidak bertahan lama. Zwen Zanko mengalami kemunduran perlahan. Puncak nya pada tahun ke-70 ia berkuasa Zwen menderita penyakit misterius yang tak bisa sembuh. Istri dari Zwen Zanko meninggal karena terkejut (Bahasa serangan jantung lah ya) akan penyakit Zwen. Dia meninggalkan seorang balita usia 3 tahun. Dan setahun berselang, Zwen Zanko tewas dengan mengenaskan. Tidak ada yang berani bicara tentang kondisi Zwen saat ditemukan. Mereka hanya bilang tubuh Zwen rusak karena gigitan tikus saking membusuk nya. Kemana pergi nya keturunan Zwen Zanko tidak ada yang tau. Banyak yang berspekulasi dia tewas bersama ayah nya dan ada juga yang mengatakan dia dirawat oleh nenek tua dipedalaman hutan. Hingga bertahun-tahun berlalu, keturunan Zwen Zanko telah dewasa dan merantau ke kota. Hidup nya sebatang kara karena yang merawat nya telah meninggal. Anak Zwen Zanko bekerja di sebuah pelabuhan sebagai buruh angkat. Hingga akhirnya ada seorang saudagar kaya seorang pedagang yang juga berasal dari Timur. Dia mengajak anak Zwen untuk berlayar bersama nya. Setelah itu tidak ada yang tau bagaimana kabar anak Zwen Zanko. Beberapa pelaut mengatakan bahwa anak Zwen Zanko sudah menikah dan memiliki keluarga nya sendiri. "
"Jadi?.... " tanya Raya setelah tuan Leroy menutup buku tebal itu.
"Apa kau masih tidak mengerti?"
"Tidak".
Tuan Leroy menghela napas nya.
"Raya... siapa nama belakang Ayah mu?" tanya tuan Leroy.
Raya berusaha mengingat. Dia sudah lupa, ibu nya pernah menyebutkan nama belakang ayah nya dulu. Tapi itu dulu sekali.
"Mungkin..... Juan?" Raya sendiri tidak yakin dengan jawaban nya.
"Itu nama depan ayah mu Raya. Nama lengkap ayah mu adalah Juan Zanko. " tuan Leroy melihat wajah Raya yang penuh keraguan.
kenapa nama papa ku sangat aneh. Nama Juan itu keren, tapi kenapa ada nama Zanko lagi?? gumam Raya
"Zanko!!! " seru Raya.
"Jadi papa ku adalah keturunan dari Zwen Zanko!!! Tidak mungkin"
seperti dalam novel saja hahaha. gumam Raya.
"Tapi kenapa tuan bisa tau nama papa ku?"
"Semua dari buku ini. Ini adalah buku sihir milik istri Zwen Zanko. Buku ini sudah di tetesi darah Zwen Zanko saat pernikahan mereka. Dan buku ini dapat mengetahui keturunan darah murni dari Zwen Zanko sendiri. Semua kisah keturunan Zwen Zanko tertulis di buku ini hingga saat ini. Bahkan kau sendiri, Raya"
"Jadi asal nya warna ungu pada batu Qroxar karena, aku adalah keturunan orang yang membangkitkan Iblis" Raya hampir tidak bisa percaya fakta ini.
...****************...
"Tidak heran aku ini aneh. Leluhur ku saja manusia gila yang bersekutu dengan iblis. "
"Mungkin ini sudah takdir ku untuk memutus silsilah keturunan iblis. "
"Tapi.. jika aku keturunan Zwen Zanko.. bagaimana bisa tuan Leroy mengatakan aku jelmaan dewi bulan?? tidak masuk akal!! "
__ADS_1