Sang Melly Yang Menderita

Sang Melly Yang Menderita
Adegan kekerasan menyayat hati


__ADS_3

"Mellyy Mellyyyy."teriaklah sang ibu tiri bernama lesti.


"Ya bu."ujar melly yang mensahuti ibunya.


"Cepatttannn .... sini kamu."tihtah ibu nya yang berteriak kepadanya.


"Ya ... bu melly segara kesana bu?" sahutnya Melly yang berlari ke arah ibunya.


"Nah ... kenapa... kamu nggak jemput lusi Hah !! ."cercanya ibu nya sambil mengeretak melly kemudian menjambak rambutnya.


" kalau orang tua Bilangin tuh ngomong songong deh kamu mentang-mentang saya nggak sekolahin kamu kamu tuh jangan belagu deh sama Ibu mana Lusi mana" imbuhnya sampe-sampe ia menarik rambutnya Melly kembali sehingga melly pun kesulitan menjawabnya.


" Ampun Bu ampun."ucap melly yang merintis kesakitan.


"ahhhkkkkk."teriaknya.


" lepasin ... dulu Ibu biar aku jelasin." pinta melly kepada ibunya.


"Uuhkkk." imbuhnya Ibu Lesti sambil melepaskan genggamannya secara kasar.


"Ahkk."lirih melly yang kesakitan.


"Ahhkkk."


" ngomong cepatan Ibu tuh khawatir tau nggak sama lusi ."pintanya dengan bentak melly.


"Ya bu sabar aaaa."


"Duh... nih anak lama amat sih."gumanya bu lesti yang ga sabaran kepadanya.


" begini Bu sebenarnya Lusi meminta izin kepadaku untuk gak menjemputnya lagi."jelas nya melly kepada ibunya yang galak itu.


"Hah."


"Kamu bodoh banget sih,"

__ADS_1


"Ahkk ... ampun bu soalnya dia ada acara karete dan main sebentar sama temennya bu."jelasnya sih melly sambil meringgis kesakitan karena dicambak dan kemudian dicubit oleh ibunya.


"Dasarrr anak bodoh ga guna kamu, kenapa kamu ga bilang percuma ibu ngomel2 kaya gini bikin jantungan aja kamu."ujarnya bu lesti sambil membentak.


kemudian Melly menangis sejadi-jadinya karena ia sudah menjelasannya namum tidak pernah dihargai sama sekali oleh ibunya karena selama ini dia dianggap sebagai kacung oleh ibu dan bapak kandungnya nggak pernah bapaknya membelikan dia lipstik dan bedak termaksud kebutuhan sehari-harinya juga dan gak pernah juga yang memanjakan Melly sama seperti ia yang memanjakan kaka dan adik tirinya itu.


sampai-sampai bapaknya pulang langsung saja iya memeluk istri kesayangannya dah selalu memanjakan istrinya dengan membelikan barang-barang mewah seperti tas hermes, bedak implora kosmetik yang mahal dll, termasuk pakaian dan baju leggingnya untuk bercinta dengan ibu tirinya sampai keberadaan Melly ga dihargai oleh bapak kandungnya yang dulu telah ia jaga selama ini.


sampai-sampai Melly pun masuk ke dalam kamar kemudian dia menangis jadi-jadinya sampai ia gurutu dengan keadaan nya itu


" Astaghfirullahaladzim aku harus kuat aku harus kuat aku udah biasa diperlakukan oleh mereka seperti ini, semangat Melly semangat. " timpalnya yang mulai menyemangati dirinya yang hendak mau menangis.


sampai hujan pun menderes dengan kencang tiba-tiba ada sambaran petir yang mengenai kamarnya milik melly sehingga merasa hidup ini tidak berlaku adil kepadanya. bahwa selama ini dulu ia pernah melakukan masturbasi pas usia 9 tahun makanya hidupnya tidak pernah berkah dan pas ia belajar di sekolah tidak pernah masuk padahal ia anaknya sangat rajin dan selalu dapat peringkat 6 besar makanya hidupnya menderita kerena telah diperkosa oleh paman tanpa ia sadari dulu sebut saja Erik.


makanya kehidupannya tidak berkemban dan begini-gini saja apakah ini sebuah cobaan atau karma ? sampai ia harus menanggung penderitaan ini oleh perlakuan yang ga menyenangkan oleh pamannya sehingga ia kebayang dengan semua adegan yang dilakukan oleh Omnya itu merasa jijik menurut Melly dalam pikiran nya karena Melly sampai dipaksa oleh Omnya untuk masturbasi lagi Pas ia sudah melakukan hubungan terlarang itu saat ia masih SD kelas 5.


sampai akhirnya bapaknya pun kecewa dengan Melly.


bahwa ia tidak bisa menjaga diri dengan baik dan kebetulan bapaknya seorang single parent yang selalu berjuang untuk Melly makanya dia tidak ada waktu mengawasinya karena jadwal pekerjaan yang padat sebagai staff Airline.


"hiks hiks hiks hikssw."


" Kenapa ... kenapa Ya allah hidupku seperti ini dan aku adalah korban di sini ya allah hiks hiks hiks." ucap ia sambil menangis.


"Sakit .. sakitt banget hiks hikss hiksss."


"Tut Tut"


tiba-tiba pesan notifikasi sms-nya Melly mulai masuk dan ternyata itu dari Roni yang pernah ia temui kemarin, lalu roni menanyakan kabar Melly di Messenger seperti ini gimana Apakah dia sehat,apa Udah makan apa belum Terus Ia pun menjawab sudah kemudian tiba-tiba Roni pun langsung saja vc dengan Meli lalu melly pun tidak mengangkatnya kemudian roni pun menchat langsung kepada melly.


"{ Mel kok kamu nggak mau video call sama aku sih.}"


"{Ya maaf aa aku lagi ga mood hari ini}."bales nya melly yang sedang menangis.


"{Ga ... mood kenapa sayang eh maksudnya kenapa melly }."Balesnya roni.

__ADS_1


Lalu melly pun tertawa dengan pesan dari roni tadi lalu melly pun membalasnya seperti ini. "{ Nggak papa aa Melly lagi pusing aja 🤢}."


"{ atuh kamu minum obat lah Neng biar kamu nggak sakit dan nggak pusing lagi ❤}."balesnya roni


Melly sedang asik membalas pesannya dari Roni soalnya sangat menngasyikan ketika diajak chat bersamanya seru banget Berasa kayak ngumpul di alunan-alunan cafe sampai tiba- tiba Ibu sambungnya pun langsung meneriaki Melly dengan cepat Melly pun membalas pesan chatnya Roni.


"{Udah ... dulu ya aa Melly lagi banyak kerjaan}."


"{Okey .. melly btw jangan lupa makan ya🍔}."


lalu dengan cepat Melly pun membalas iya terus kemudian ibunya terus meneriaki Melly secara terus meneruus kemudian terus saja ibu nya menggedor-gedor pintu anak sambungnya itu setelah itu terjadilah pertikaian antara melly dengan ibu tirinya saat itulah ibunya sangat marah kepada Mely karena Melly tidak menyauti panggilannya apalagi ia lama sekali membuka pintunya dan terus saja ia jadi sasaran gebukan ibunya sampai itu sudah jadi kebiasaan lumrah oleh Ibu Lesti yang secara utuh menyiksa dirinya secara mental maupun skologinya melly.


" sakit Bu Jangan Bu ampun jangan sakiti Melly Bu." ucapnya melly meritih kesakitan.


" Lagian bukain pintunya lama amat yang cepat dong selalu aja kamu minta disuruh-suruh sama ibu kalo minta tolong.. lihat tuh cucian piring tuh numpuk !!!."bentak bu lesti sambil mencewer melly.


" Ahkkk... sakit bu ampun." tanya Melly untuk melepaskan jeweran dari ibu sambungnya.


" Eh ini Ada apa ini ?"tanya bapaknya melly pak burhan.


" ini lho Pak anakmu males kerja cucian piring numpuk,mau disuruh-suruh aja kaga inisiatif lagi." timpalnya Bu Lesti yang mengeluh dengan anak sambungnya yang dianggap malas.


"Astaga... kamu tuh jadi anak susah dibilanginnya sama orang tua." timpalnya Pak Burhan yang ikut-ikutan sambil menjewer Melly.


"Ahhhkk... sakit pak ahk." Ujar Melly yang memegang tangan bapaknya.


" Dasae bodoh kamu tuh ya anak perempuan yang ga bisa diandelin." jumpa Bapak Burhan sambil mendorong Melly.


sehingga Melly pun jatuh tersungkur ke bawa lantainya secara terpental hingga Ia pun digampar oleh bapaknya karena ia dianggap anak yang bilang tidak berguna apalagi ia tak membela melly sedikitpun meskipun ia anak kandungnya darah dagingnya sendiri sampai dengan terpaksa ia lanjutkan pekerjaannya mencuci piring dengan hati yang teriris.


sehingga itu lumrah yang dilakukan oleh keluarganya Lesti dan Burhan sampai kedua anaknya pulang yaitu Budi dia selalu saja menyalami kedua orang tuanya dan memberikan sebuah pialang prestasi yaitu prestasi lomba sepak bola dan juga tenis bersama teman-temannya sungguh kebanggaan yang luar biasa mereka mempunyai anak laki-laki dibandingkan Melly.


setelah Melly menyelesaikan cuci piring ,Melly pun tidak sengaja melihat pemandangan antara kedekatan antara pak buhran dengan Budi selalu ngobrol seperti hubungan komunikasi intens terhadap ayah dan anak dan kemudian Budi pun memeluk bapaknya dan juga ibunya.


itulah membuat hati melly teriris-iris Melly saat bertahun-tahun bapaknya tidak pernah melakukan hal serupa yang ia lihat, setelah ia berhenti dari sekolah hanya demi mengurus rumah, mengantar lusi ke sekolah, menahaan perlakuan dan juga diskriminasi pantas saja melly terus mengeluh karena capek menjadi anak pertama yang selalu berkorban namun tidak dihargai oleh keluarganya apalagi rasanya diabaikan seperti ini.

__ADS_1


/Next cerita berikutnya/


__ADS_2