
"Hiks hiks hiks"suara melly yang menanggis.
" Kenapa jadi begini ya Allah Kenapa orang tuaku nggak pernah menghargaiku dan Kenapaa juga diperlakukan seperti ini ya Allah."timpal melly yang menangis.
sampai saat itu Melly mulai menangis Karena ia merasa tidak berguna dan selalu disakiti oleh keluarganya hingga petir mulai berdatang dan mulai menyambar di kamar hingga pada akhirnya ia sangat sedih dengan peristiwa ini sampai ketakutan dengan suara pasti tersebut Ia pun merasa Tuhan tidak memihak kepadanya lagi akan tetapi memihak kepada ibu tirinya.
"Tittt... tiittttt tiiiitt."
dan pada akhirnya ponselnya Melly berdering dan ternyata itu adalah suara video call dari panggilannya si Roni lalu dengan terpaksa Melly pun mengangkatnya dan lalu roni pun bisa melihat wajah Melly yang sedang kalut dan juga sedih.
" Ya ... Allah Meli Kamu kenapa Mel Aku."tanya nya sih roni dengan heran sampai-sampai Roni pun video call bersamanya.
tiba-tiba saja Melly pun mengusap air matanya secara kasar lalu berkata seperti. :" Nggak papa kok Aa Meli lagi kecapean aja."
" yakin kamu Mel Aa lihat kamu sedang kalut dan juga sedih kamu ada masalah mel." tanya dengan penuh perhatian kepada sih melly.
"Melly Nggak papa kok buktinya Melly tersenyum." timpalnya Melly penghibur diri kepada Roni agar si Roni tidak perlu mengkhawatirkannya lagi.
" Sudahlah Melly kalau kamu ada masalah, cerita aja nggak perlu menyembunyikan seperti itu ke aku." Timpal bujuknya si Roni kepadq melly.
hingga pada akhirnya meliputi mulai buka suara bahwa selama ini ia merasa capek dengan keluarganya yang tidak menghargainya sebagai anaknya sendiri sampai-sampai Ia pun disuruh melakukan pekerjaan rumah yang seharusnya dilakukan oleh ibu tirinya dan juga pembantunya karena pembantunya dipecat karena untuk paraf hidup mereka berdua yang serba mewah tanpa memperdulikan Melly yang telah disakiti oleh bapak dan ibunya sendiri sampe terpaksa berhenti sekolah.
" Ya Allah Meli Aa nggak nyangka kalau bapak dan ibu tirimu sekejam itu."ujar roni yang menjawabnya dengan haru.
" Iya Iya Aa Melly merasa tersiksa di sini Aa."timpalnya melly yang menangis.
"Ya allah sabar ya mel ... sabar kan ada aa disini."ucapnya sih roni yang berusaha menenangkan mel.
" kalau melly perlu apa-apa Aa Siap dengerin curhatnya Melly." imbuhnya si Roni yang berusaha menghiburnya.
" Makasih ya Aa udah dengerin cerita Melly."timpalnya melly.
"Ya sama-sama mel."ujarnya roni yg mulai tersenyum sampai giginya kelihatan.
sampai pada akhirnya Melly pun terpesona dengan senyumannya si Roni hingga ia mulai mengobrol dengan Roni satu sama lain betapa serunya ia punya teman pertama kali dalam hidupnya seumur-umur ia selalu kadang disuruh-suruh oleh ibunya bersihin ini dan itu kadang juga jualan apalagi disepelekan oleh keluarganya sering dihina oleh ibunya seperti ini
"gak ada yang mau menikah dan pacaran orang lulusan TK kayak kamu." Timpal dirinya sambil melebihi yang paling merasa benar makanya ia minder sangat menyedihkan hidupnya Melly.
__ADS_1
kini melly sangat bahagia sekali Jika melly menelpon Roni seperti ini antara ia bisa telepon berjam-jam yang tiba-tiba saja pintunya Meli digedor-gedor oleh bapaknya dengan kencang ia menggedor pintu tersebut terus-menerus.
"Melly cepatan kamu buka pintunyaaa."ujarbapaknya terus mengedorr pintu..
"Ya ... pak sabarr."ucap melly sambil memegang hpnya.
"Cepaat .... atuh melly ah."ujarnya bapaknya melly dengan kesel.
"Ya ... pak... tunggu bentar sabar." titah Melly kepada bapaknya.
"Aa...Aku tutup teleponnya dulu ya makasih loh udah nemenin melly." pinta ia meminta izin untuk menutup telepon.
" Iya sama-sama yang eh maksudnya Melly kalau gitu Aa Tutup telepon dulu ya." timpalnya si Roni yang mulai nutup panggilan video call-nya.
"Ya aa."timpalnya melly yg menutup telponnya.
kemudian Melly pun membuka pintunya namun sang ayah pun marah dengan emosi menampar Melly karena ia menyuruh Melly tengah malam untuk beresin semua dapur dan juga cuci piring ini sudah hal biasa bagi melly melakukan hal seperti sudah biasa di gampar oleh Bapak dan ibu tirinya.
tinggal dengan terpaksa Melly Pun hapus air matanya lagi dan tetap mengerjakan pekerjaan rumah yang seharusnya dikerjakan oleh ibu tirinya ataupun juga bisa pesan pembantu cuman ini anak sendiri tidak diperlakukan manusiawi apa-apa dihajar sama yang dilakukan oleh ibunya sampai ibunya puas melihat melly karena menurutnya anak perempuan seperti Melly selain bodoh tidak pantas punya harapan apalagi masa depan apalagi adik-adiknya mulai menertawakan Melly.
"ya bu."jawab melly.
kamu tiba-tiba saja saat Melly mengambil piring-piringnya terus adik-adiknya mulai berbisik dan melempar rencanakan sesuatu Iya si Lusi pun mulai ngerjain Melly ya dengan sengaja kakinya ditaruh bawah ujung kakinya si Melly hingga melly dan terjatuh hingga piring-piringnya sudah hancur dan berserakan..
"akkhhh."teriak melly hingga pada akhirnya si Budi pun mulai nafsu dengan desahannya.
" Astaghfirullahaladzim Melly."cerca bu lesti dengan emosi sambil dia menarik kerundungnya.
"Akhkkk sakit bu ... ampun melly ga sengaja." ucap melly yang ketakutan kepada ibu tirinya sampai adiknya sih lusi mulai menertawakan melly.
"Ampun.... ampunn sukurin, makanya jalan pakai mata." ucap sih lusi yang mulai memanasi suasana.
"Dasar anak bodoh."timpalnya bu lesti yg menarik kerudung melly kemudian ditampar.
Plak
Plak
__ADS_1
pak
sampai ibunya terus menarik kerundunya Melly hingga membuat Si Melly babak belur hingga membuat Budi puas juga seru melihat Kakak tirinya diperlukan seperti itu hingga akhirnya Bapak Burhan mulai datang dan langsung saja Bu Lesti mengadu bawa Si Meli tidak benar dalam bekerja hingga membuat Pak Burhan emosi dan ikut menendang palanya Melly.
"akkkkkk.... ampun pak jgn membuat melly seperti ini." lirihnya dengan kesakitan sambil memegang kepalanya yang mulai bocor.
sehingga sih budi pun melihatnya lalu berkata seperti. " Masyallah pak liat kepalanya bocor."
" coba bapak liat."timpalnya sih bapaknya melly yang sedang memeriksa kepalanya.
"Akhhkk... sakit pak." cerocos melly yg mulai kesakitan di bagian kepala.
"Hah... itu bocor sedikit."jawabnya bapaknya dengan enteng.
" Halah Biarin aja dia kepalanya sakit kek salah sendiri kok."ucapnya lesti dengan enteng sehingga ia tidak merasakan sakit karena ulahnya sampai Budi memperhatikan kepalanya Melly yang mulai mengeluarkan darah di bagian goresan yang lumayan parah.
" udahlah Budi nggak usah perhatiin itu Budi."titah bu lesti yang tak mau tau yang melly rasakan saàt ini.
"Tapi_." ucap si Budi yang belum menyelesaikan katanya sehingga dibantah oleh bapaknya seperti ini.
" udahlah Budi dia mah nggak papa."jawab pak burhan dengan lalu menyuruh budi dan lusi masuk ke kamar.
" kamu ini Jangan manja ya nih pakai jilbab kamu biar darah nggak kelihatan dan beli ini obat merah buat kamu sama perbannya biar kepala kamu nggak bocor." titah bapaknya Melly yang menyeruh Meli membeli keperluannya sendiri.
"Ya pak bu hiks hiks."ucapnya melly sambil menangis dan mulai pergi.
" Udah jangan nangis pergi sana ke warung jangan lama-lama kamu bantu ibu nyetrika."titah ibunya melly yg menyuruhnya.
"Baik bu."ucapnya melly sambil mengusap air matanya.
hingga pada akhirnya Melly pun merasakan sakit yang amat luar biasa tidak pernah diperhatikan oleh bapaknya dulu ia sayang kini sudah berbeda Setelah dia menikah dengan Bu Lesti dan ia terpaksa menahan emosi dan menahan tangis ini orang lain tidak mengetahuinya sampai ya akhirnya Pergi ke warung sendirian.
sampai ia pun pergi ke warung membeli obat merah dan juga perbannya.
" Bu beli perban sama obat merahnya satu ya."
"Ya ... neng."ucap ibu tersebut dengan ketus.
__ADS_1