
fahira sekarang menjadi fani ya...jadi kita pakai nama fani sekarang ok
Selamat membaca
Tak berselang lama bayi mungil yang aku gendong sudah lebih tenang dan aku pun tersenyum melihat dia yang terdiam sambil bergerak gerak lucu
Membuatku terhibur dan merasa gemas padanya
Tiba tiba terdengar suara dari luar kamar kontrakan nya yang membuat fani terkejut dan mengalihkan pandangan nya
tok tok tok suara ketukan pintu terdengar dan mengagetkan fani yang sedang fokus dengan fikiran nya
'' nak fani apa yang terjadi pada akbar apa dia sakit kenapa dia menangis seperti itu''ucap ibu kontrakan yang fani tempati
Deg
Fani terdiam sejenak sambil mencerna apa yang diucapkan orang yang berada di luar
Sampai suara ketukan dan ucapan itu di ulang akhiranya fani pun terbangun dari keterkejutanya dan beranjak ke pintu kamarnya untuk membuka nya sambil dia membawa bayi mungil tersebut dalam pelukan nya
'' ya bu akbar ga kenapa napa hanya haus''ucap fani gagap dengan ucapan nya sendiri
Saat pintu di buka menampilan sosok wanita paruh baya yang masih sangat cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi tersenyum kearah nya
__ADS_1
'' syukurlah kamu sudah mau menerima kehadiran akbar fan....ibu seneng bagaimana pun dia anak kamu darah daging kamu...kalau ada apa apa bilang sama ibu jangan sungkan ya ''ucap ibu kontrakan
'' ya bu...terima kasih sudah banyak membantu dan menolong saya dan akbar selama ini ''ucap ku terharu dan bingung pastinya harus berkata apa
Ibu kontrakan yang melihat perubahan sikap dan perilaku ku terhadap akbar sangat bahagia dia bersyukur akhirnya aku sadar dan mau menerima keadaan ini
'' ya udah apa kamu dah makan kalau gitu ibu tinggal ga apa apa kan kamu banyakin istirahat ya ada apa apa bilang ya sama ibu....udah ibu pualng dulu ya hati hati ya nak''ucap ibu kontrakan tersenyum sambil meninggalkan fani berdua bersama bayi mungil yang bernama akbar itu
Fani hanya mengangguk dan tersenyum
Fani pun memandang akbar yang ternyata sudah terlelap dalam pelukan nya dan kembali masuk tak lupa langsung menutup pintunya
fani duduk terdiam disisi tempat tidur nya bersama bayi mungil yang masih nyaman di pelukan nya
Dia bingung kenapa ibu itu memangil nya fani jelas jelas dirinya adalah fahira
Fahira yang penasaran akhirnya melihat kaca rias yang tak jauh dari meja belajar milik fani
Terkejut dan hampir menjatuh kan bayi mungil yang sedang terlelap itu
'' siapa ini kenapa aku berubah ini bukan aku sebenarnya apa yang terjadi ya allah''ucap fani frustasi melihat sosok yang di depan matanya
fani alias fahira duduk shok sambil mengingat kejadian malam itu bukanya dia berada didalam kamarnya sedang membaca novel
__ADS_1
Dia pun terkejut saat tau dan sadar kalau dia sekarang berada di novel laknat busuk yang alurnya lebay itu
Dengan mengumpat fahira pun kesal dan tak tau harus apa dengan keadaan yang tak masuk dia akal ini
'' sialan kenapa aku bisa masuk ke novel ini sih...ini mimpi... halu... apa gimana sih... tapi kenapa nyata banget terus kenapa harua novel ini sih... Ahh...gak banget deh ''ucap fahira kesal dan tak terima dirinya masuk kedalam novel tersebut
Gara gara umapatan nya akbar yang tadinya tertidur terbangun
Karena terkejut dia menangis sambil mencari ****** nya karena haus
Fahira yang terkejut bingung berbuat apa dia pun reflek mengeluarakan apa yang diminta oleh akbar
Dengan rakusnya dia pun menyedot nya fahira yang terkejut dan merasa asing hanya bisa meringis sambil terdiam memandang sosok mungil itu
'' jadi sekarang aku ibu kamu ya ganteng kamu jangan takut lagi ya aku ga akan kok nyakiti kamu kaya cerita itu da aku ga akan ikutin alur nya aku akan rawat kamu dengan baik kamu tenang aja ya sayank... udah lama aku pengen seorang adek..dan ternyata aku bisa merasakan rasanya sekarang.''ucap fani bahagia kesal dan juga ga menyangka
Ya... fahira anak tunggal yang mengharapkan sosok seorang adik tapi malang nya allah belum kasih amanah lagi kepada orang tuanya dan membuat dia harus menjadi anak tunggal yang selalu disayang bahkan sangat di batasi membuat nya sedikit kesepian
Dengan kehadiran akbar disini dia pun sedikit terhibur tapi fahira masih belum bisa menyangka bahwa dia biasa masuk kedalam novel
'' jadi anak yang baik ya sayank bunda akan berjuang buat kamu ''ucap fani lagi dan langsung mengecup pipi akbar yang masih rakus meminum air susu nya
Nekt
__ADS_1