Sang Pemeran Bayangan

Sang Pemeran Bayangan
merubah alur


__ADS_3

Benar saja dia terkejut untuk kesekian kali nya dengan apa yang dia dapatkan dari ponsel milik fani


'' ini keren aku ga nyangka kalau fani ternyata seorang hakcer ''ucap nya kagum melihat prestasi fani yang beberapa kali menang lomba meretas


'' tapi apa bisa ya aku mengantikan dia kan aku sama fani beda banget aku paling ga bisa dengan gituan hufh... Semoga aja hari hari ku tak ada kesulitan.. ''keluh nya melihat betapa rumitnya hidup fani dengan tugas kuliah ditambah lagi harus mengurus anak apa lagi dia harus terus mengasah keterampilan nya


'' ah bodo amat lah yang penting sekarang aku mandi makan lalu tidur besok aku pikirkan lagi nanti kedepan nya ''ucap nya yang langsung menaruh semua barang barang fani ketempat asal dan bergegas mengambil handuk


setelah mandi fani beranjak berpakaian saat dirinya melihat pakaian yang ada di dalam lemari dia tau kalau sosok fani tak jauh berbeda dengan stail nya


Yang simpel dan pastinya sederhana bisa diliat dari bajunya yang bisa di bilang tak bermerek


dia tak menyangka kalau fani ternyata hidup dengan sederhana hanya untuk topeng belaka supaya orang tak tau kalau dia bisa di bilang milyader


dan sekarang dia tau alasan pertama kenapa fani pergi dan menyerahkan akbar karena pekerjaan dan hobinya ini yang membuat nya harus fokus dan pastinya kehadiran akbar yang tidak di inginkan nya membuat alasan terbesarnya mengembalikan akbar ke sisi ayah nya


Fahira / fani yang sudah selesai berpakaian dan berdadan ala kadarnya karena dimeja rias tak banyak makeup yang ada di meja rias milik fani sehinga dia hanya memakai riasan simpel


'' siap...sekarang aku mau makan kira kira ada bahan ga ya di kulkas milik fani ''ucap nya sambil beranjak dari tempat tersebut dan langsung membuka kulkas dua pintu yang terletak di sudut ruangan


Saat melihat isinya dia sedikit kecewa karena yang ada hanya camilan dan coklat serta minuman kaleng yang bagi dia itu makanan dan minuman yang tak sehat buat ibu menyusui


'' pantes si akbar kurus udah gak mau nyusuin makanan nya kaya gini pula '' ucap nya sedikit kesal dan lapar pastinya


'' payah uang banyak tapi makan aja pelit bodo amat sekarang tubuh ini milik aku jadi aku mau makan sepuasnya dan apa pun yang aku mau toh aku yakin di dalam rekeningnya uang ku ga akan habis'' ucap nya yang langsung mengambil ponsel dan membeli beberapa bahan dan juga makanan lewat online


Tak lama makanan yang dipesan nya datang membuat perut yang keroncongan segar kembali

__ADS_1


Fani yang memang lapar karena habis menyusui dia makan dengan lahapnya seperti orang yang tidak makan beberapa hari


Sampai dia teringat dengan sesuatu yang bikin dia berhenti menyuapkan makanan nya


'' astaga aku sampai lupa jam berapa ini'' ucap nya dengan tergesa gesa mengambil sesuatu dan juga menengok akbar yang masih nyenyak dalam tidur nya.


fani yang duduk kembali sambil membawa laptopnya serta masih melanjutkan makanya


Dia pun membuka laptop yang sempat dia buka tadi saat mengencek hape dan ponsel miliknya


Fani pun bergegas membuka room chat grup kuliah nya


Dan mengerjakan tugas kelompok dengan teman satu kelasnya disela sela dia mengerjakan tugas fani sesekali menyuapkan makanan dan terus mengawasi akbar dari jauh


tak terasa hari yang beranjak larut fani yang kelelahan akhirnya tertidur setelah di menyusui akbar


Akhirnya Lambat laun dia sudah terbiasa apalagi harus mengurus akbar dan juga kuliah...


Sampai tak terasa bayi mungil itu beranjak satu tahun dan dia mulai aktif aktifnya mau tak mau fani menitipkan kepada ibu kontrakan karena dia harus


Bekerja di kafe dan juga kuliah dia tak mungkin membawa akbar karena pasti banyak orang yang akan memandang rendah dan mencibir nya


Ya...kafe... sudah empat bulan kafe yang ia bangun berjalan dan bersyukurnya kafe yang ia bangun selalu ramai oleh pembeli ga tau ide dari mana fani yang saat itu berfikir untuk tak melanjutkan hobi nya itu


Memutuskan untuk membuat usaha ya memang sih keuntungan nya tak seberapa dengan profesi rahasia fani itu tapi paling tidak bisa menutupi bahkan membuat orang tak curiga dengan nya karena bisa punya uang yang bisa di bilang gila


Tidak gila gimana fani yang sempat cek jumlah nominal di bank lewat ponsel nya sampai mau pingsan liat nol yang tak ada ujung nya(😀 author lebai)

__ADS_1


Apalagi bukan cuma satu tujuh bayangin tujuh turunan lima tanjakan pun ga akan habis uang yang berada dalam rekening milik fani


Kembali ke cerita


Pagi ini fani yang tak ada jadwal kuliah tiba tiba di datangi seseorang yang tak dikenal nya


bukan tak dikenal sih mungkin memang selama ini dia tak pernah melihat nya


fani yang sebenarnya tak tau bisa di bilang tak ingat tetap waspada supaya orang itu tidak curiga karena takut orang di depan nya tau kalau dirinya bukan lah fani yang dia kenal


'' kok diem '' ucap nya singkat


ya seorang pria yang umurnya bisa di bilang lebih tua sedikitlah dari fani duduk didepan nya dengan wajah selidik melihat gelagat aneh dengan teman nya itu


'' gak apa apa... kenapa? '' ucap fani berusaha mengurangi ke gagapan nya bertatapn dengan nya


'' kenapa?....fan loh kaya orang lain deh kaku banget gue sahabat loe ya ampun lagian lo tuh ya kemana aja banyak yang nyariin lo tau'' ucap pria tersebut


''siapa sial fani kenapa ga kasih ingatan sih dah lagi di novel juga ga ada kan adegan kaya gini'' batin fani bingung harus jawab apa


'' gue sibuk banyak kerjaan dan kuliah gue lagi banyak tugas banget maaf ya...''ucap fani dengan muka memelsa dan mengela nafas


'' kerja sejak kapan loe kan orang nya malas banget kalau ga duit dari lo menang ngeretas mah loh udah di jalan kali''ucap pria tersebut


NEKT.....lanjut lagi ya nanti


Author sengaja buat lebih detai dari awal supaya kalian ga bingung nanti nya

__ADS_1


__ADS_2