
Siang itu seorang pemuda tampan nan rupawan tengah bersantai di sebuah danau yang begitu indah sejuk dan juga tenang. Dia menatap kearah langit yang nampak tidak seperti biasanya. Dia melihat langit cerah itu memancarkan aura yang tidak biasa.
"Pertanda apa ini?"gumam pemuda tampan yang bernama Gregos itu.
Ya, dia bernama Gregos Aldwin Galatama. Dia terlahir dengan sejuta karisma yang mempesona, paras tampan nan rupawannya selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi pemuda itu, tak hanya parasnya yang tampan. Dia juga terlahir dengan mempunyai kemampuan khusus yang mungkin akan berguna di suatu saat nanti.
"Mengapa siang yang begitu terik mendadak gelap berkabut?"Greg mendadak bangkit dari duduknya.
Dia berjalan perlahan meninggalkan danau itu menuju ke pemukiman tempatnya tinggal. Sepanjang perjalanan dia melihat keanehan yang terjadi pada tempat tinggalnya itu, rumput-rumput hijau kini tampak layu dan sedikit mengering. Tanah merah nan sejuk mendadak gersang seperti di padang pasir, air sungai yang mengalir kini perlahan menjadi surut.
"Ada apa ini sebenarnya?"Greg mendadak panik, dia mempercepat langkahnya untuk melihat kondisi pemukiman tempatnya tinggal.
Sesampainya disana dia melihat sebagian warga yang tinggal disana terduduk lemas lunglai tidak berdaya, nafas mereka tidak beraturan karna dadanya yang sesak.
"Apa yang terjadi?"tanya Greg pada seorang pria yang masih tampak segar tidak selemas yang lainnya.
"Aku tidak tau, hanya saja semua warga mendadak merasa sesak dengan tubuh yang melemas. Tidak hanya itu, air di desa ini juga menjadi surut, semua tanaman juga mengering."ujar pria itu.
"Aku harus mencari tau apa yang sebenarnya terjadi."ucap Greg kemudian dia melangkah pergi menjauh dari krumunan warga itu.
Dia turun kesungai yang nampak sudah mengering itu. Dia meraih air yang masih tersisa walau hanya sedikit disungai itu. Dia mengendus aroma dari air tersebut.
"Givlon, rupanya ini adalah perbuatan bangsa itu. Mereka benar-benar ingin menghancurkan bumi dan juga bangsa manusia."ucap Greg dengan gigi yang bergemeretak.
"Aku harus segera menemui Ayah dan ibu. Siapa tau mereka punya jawaban untuk melawan bangsa Givlon dan juga memusnahkan bangsa terkutuk itu."gumam Greg kemudian dia melangkah pergi meninggalkan sungai itu.
Dia berjalan menyusuri tanah yang kian gersang dengan pepohonam yang sudah mengering, hawa panas terasa menyeruak kedalam tubuhnya.
Sesampainya di rumah sederhana tapi begitu nyaman untuk dihuni, Greg segera masuk untuk menemui Ayah dan juga ibunya.
__ADS_1
"Apa Ayah sudah mengetahui tentang bangsa Givlon yang sudah menyerap sumber daya bumi sehingga membuat bumi ini gersang?"tanya Greg kepada sang Ayah yang sudah tua renta begitu dirinya masuk kedalam rumah.
"Ya, Ayah sudah tau dan Ayah sudah memperkirakan ini semua akan terjadi. Bangsa Givlon sedari dahulu memang ingin menguasai bumi, apalagi pemukiman kita begitu disukai oleh bangsa itu."ujar Ayah Greg.
"Bangsa Givlon telah menebar Virus Calota yang menyebabkan seluruh warga Kampung Kadaya menjadi sesak dan juga lemas. Virus Calota akan menyerap seluruh energi pada tubuh manusia hingga manusia itu akan kehilangan nyawanya."tambah Ibu Greg.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"tanya Greg.
"Pergilah ke daerah Cibuluh, bawalah warga yang sekiranya masih bisa bertahan hidup. Disana terdapat banyak ramuan yang akan menyembuhkan manusia dari serangan Virus Calota, bawalah buku ini sebagai petunjuk mu. Bangunlah kehidupan baru disana. Tapi ingat, kau harus memperkuat kemampuan mu, perdalam ilmu yang selama ini ku ajarkan, jangan sampai kau lengah karna bangsa Givlon cepat atau lambat akan meyerang daerah itu juga."Jelas Ayah Greg sembari memegangi dadanya yang kian menyesak.
"Ayah, kau kenapa?"Greg menyangga tubuh Ayahnya yang hendak ambruk.
"Cepat pergilah, sebentar lagi bangsa itu akan menghancurkan pemukiman ini."ucap sang Ayah.
"Lalu bagaimana dengan kalian?"Greg begitu cemas.
"Pergilah."
"Tapi..."
"Cepat pergi, selamatkan bumi ini. Cepatlah."
Greg pun bergegas pergi dengan hati yang hancur, dia tak kuasa meninggalkan orang tuanya, tapi dia harus mengingat pesan orang tuanya. Dia harus menyelamatkan bumi ini dari kehancuran dan juga dia harus melenyapkan bangsa Divlon.
Greg berjalan dengan begitu tergesa, dia berkeliling untuk mencari orang yang sekiranya masih bernyawa, dia akan membawa orang itu untuk pergi bersamanya ke daerah Cibuluh.
Setelah berkeliling ternyata hanya ada dua orang saja yang selamat, satu laki-laki dan satu lagi perempuan. Greg pun memapah mereka berdua untuk segera membawanya pergi.
"Kita harus cepat, sebelum bangsa itu menemukan keberadaan kita."Greg membawa mereka dengan sedikit berlari.
__ADS_1
Dia melewati hamparan batu besar kemudian menaiki gunung menuruni lembah terjal dengan bebatuan. Tapi Greg merasa ada yang aneh pada tubuhnya, dia merasa ada sebuah energi yang masuk sehingga membuat tubuhnya terasa lebih kuat berkali-kali lipat. Dia juga merasa ada sebuah kekuatan besar yang masuk kedalam tubuhnya.
"Carnadarma, rupanya kekuatan itu telah merasuk kedalam tubuhku. Berarti mereka telah tiada, selamat jalan Ayah, ibu. Semoga kalian tenang di alam sana."gumam Greg.
Kemudian dia mencoba ilmu yang baru saja merasuki tubuhnya itu, Dia membawa kedua orang itu untuk melesat secepat kilat melewati lembah terjal itu. Greg berlari secepat kilat, dia melihat cahaya menuruni permukiman Kadaya tempatnya tinggal. Rupanya bangsa Civlon telah sampai disana, untung saja dia cepat pergi.
"Suatu saat aku akan menghancurkan kalian."gumam Greg lalu dia melanjutkan perjalanannya menuju daerah Cibuluh.
Beberapa saat kemudian dia telah sampai di daerah itu, disana tempatnya masih sangat subur. Dengan beberapa rumah yang berjejer indah. Greg memasuki daerah itu, dia membeli salah satu rumah kosong dengan sisa uang yang dia punya. Ternyata orang-orang disana begitu ramah, mereka menyambut Greg dan kedua temanya yang terkulai lemas dengan begitu ramah dan juga sopan.
Setelah berhasil membeli satu rumah sederhana, Greg membaringkan kedua tubuh lemah itu. Kemudian dia pergi keluar untuk mencari ramuan sesuai perunjuk dari buku yang di berikan oleh sang Ayah.
"Semoga ramuan ini akan membuat mereka terbebas dari Virus itu."ucap Greg setelah dia berhasil membuat ramuan itu.
Dia pun segera meminumkannya pada kedua orang yang tengah terkulai lemas itu.
"Bagaimana keadaan kalian?"tanya Greg pada kedua orang yang sudah mulai membaik.
"Tubuh kami sudah mulai membaik, sebenarnya apa yang telah terjadi?"ujar Zilber pria yang telah diselamatkan oleh Greg.
"Ya, apa yang terjadi? mengapa kami bisa seperti ini dan berada disini?"tambah wanita yang bernama Ardini.
Greg pun menceritakan apa yang telah terjadi, termasuk tentang bangsa Givlon yang telah menghancurkan desa Kadaya tempat mereka tinggal.
"Kita harus melenyapkan bangsa itu sebelum mereka mengusai bumi."ucap Zilber.
"Itu yang akan aku lakukan, kita harus bekerja sama untuk melenyapkan bangsa itu."ujar Greg.
"Aku setuju."timpal Ardini.
__ADS_1