Sang Penguasa Muda Cibuluh

Sang Penguasa Muda Cibuluh
Ajian Katimura.


__ADS_3

Greg dan juga Zilber mulai membuat rencana untuk menghancurkan bangsa Divlon, mereka memulai dengan membuat beberapa peralatan canggih yang bisa menangkal serangan bangsa itu. Dari mulai sebuah busur emas yang bisa menembus ke dalam raga bercahaya bangsa itu, sehingga membuat bangsa itu melemah.


Bangsa Divlon adalah sejenis bangsa alien. Bentuk mereka seperti bentuk manusia tapi tubuh mereka begitu keras lebih keras dari sebuah baja, tubuh mereka tidak bisa di lukai meskipun dengan senjata yang begitu tajam sekalipun. Tubuh bangsa itu juga bercahaya dan cahayanya bisa membuat mata siapapun yang melihatnya menjadi buta.


"Kita harus membagikan ramuan kalawadang ini kepada seluruh warga Cibuluh untuk berjaga-jaga, karna cepat atau lambat bangsa itu akan menghampiri daerah ini."ucap Greg.


"Baiklah, aku akan membagikan ramuan kalawadang ini."ujar Zilber sembari meraih sebuah guci berukuran besar yang berisi ramuan kalawadang.


"Aku ikut."ucap Ardini.


"Ayok."


Zilber dan Ardini pun segera bergegas pergi untuk membagikan ramuan itu.


Sementara Greg, dia tengah mencoba kekuatan barunya. Kekuatan itu baru saja ia dapatkan saat dirinya mengunjungi hutan Cibuluh untuk mencari bahan ramuan kalawadang. Kekuatan baru Greg membuatnya begitu terpana. Pasalnya kekuatan itu bisa membuat dirinya terbang. Selain itu dari dalam tubuhnya juga bisa mengeluarkan api, juga angin lewat tangan kekarnya.


"Luar biasa, aku juga harus menguasai ajian Katimura yang dahulu di wariskan oleh aki Murahray. Aku harus menggunakan ajian itu untuk melindungi daerah Cibuluh ini dari serangan bala maupun Virus yang akan di kirimkan oleh bangsa Divlon."ucap Gregos yang tengah bersila di atas udara.


Kemudian dia berdiri, dia ingin melatih keseimbangan tubuhnya saat berjalan di atas udara. Lalu dia juga melatih ilmu beladirinya di atas udara. Berbagai macam ilmu bela diri yang selama ini ia pelajari di keluarkannya. Dia mencoba satu-persatu gerakan dari seluruh ilmu bela diri itu.


Puas berlatih di udara Greg pun turun kedaratan, kemudian dia berjalan menuju ketengah hutan belantara Cibuluh. Disana dia mencoba semua ilmu kanuragan yang telah dimilikinya beserta ilmu-ilmu baru yang baru saja dia dapatkan. Greg mencoba untuk membelah pohon tinggi menjulang dengan menggunakan tangannya dan hasilnya pohon itu berhasil terbelah menjadi dua. Greg terseyum menyeringai. Kemudian dia beralih menuju pohon lainnya dia tidak membelah pohon itu melainkan dia menapaki pohon itu dengan kakinya Greg mencoba berjalan di pohon yang tinggi menjulang.


"Ilmu ku hampir sempurna, tinggal beberapa saja yang harus aku pelajari. Aku juga harus segera membuat sinar pelindung dan juga membuat Ganggasani supaya bangsa Givlon tidak bisa menyerap energi bumi ini lagi seperti yang telah mereka lakukan di desa Kadaya. Semoga saja ilmu yang ku punya saat ini sudah bisa membuat dua perlundungan itu."ucap Greg kemudian dia melangkah pergi menuju ke pemukiman.


Dia berjalan dengan gagah menyusuri jalan pemukiman yang di kelilingi tumbuhan hijau nan indah dan sangat menyegarkan bagi mata siapa saja yang memandang.

__ADS_1


"Kamu yang bernama Grerogos itu kan? warga baru pendatang dari Desa Kadaya."tanya seorang pria paruh baya.


"Benar sekali, saya Gregos pendatang dari kampung Kadaya."ucap Greg.


"Bisa kita bicara sebentar."ucap Pria itu.


"Tentu saja."


"Kita bicara di rumahku saja, mari."


Greg pun mengikuti langkah pria paruh baya itu, ternyata dia membawa Greg ke sebuah rumah yang cukup besar dan juga mewah.


"Mari masuk."


Greg pun masuk kedalam rumah, dia pun duduk di sebuah kursi yang tertata di dalam rumah itu setelah yang punya rumah mempersilahkannya duduk.


"Sebelumnya perkenalkan, nama ku Ardana, aku adalah pemimpin daerah cibuluh ini."sambung Ardana.


"Baiklah paman Ardan, senang bisa mengenal mu."ujar Greg.


"Aku sudah mendengar desas-desus tentang mu. Aku yakin kau adalah pemuda yang tertulis dalam buku Rojolowo itu."


"Maksud paman?"


"Dalam buku itu tertulis, jika suatu saat nanti bumi ini akan di serang oleh mahluk asing semacam alien, mereka ingin menghancurkan bumi dan juga melenyapkan bangsa manusia. Supaya bangsa mereka bisa menduduki bumi. Di buku itu juga tertulis, akan lahir seorang bayi laki-laki yang akan menyelamatkan bumi ini dari kehancuran, dia juga yang akan membinasakan bangsa Divlon dan menjadi penguasa di daerah Cibuluh ini."Jelas Ardana.

__ADS_1


"Aku rasa itu bukan aku."ucap Greg.


"Itu adalah kau Greg, di dalam buku itu tertulis, pada saat bangsa Divlon menyerang bayi laki-laki itu sudah berusia 20 tahun. Ciri-cirinya dia mempunyai tanda bintang berwarna putih di sebelah tangan kanannya dan juga bulan sabit putih di tangan kirinya."


Greg pun mengamati tangannya sendiri dia memang mempunyai tanda itu. Tapi apakah benar bayi laki-laki itu adalah dirinya.


"Kenapa paman begitu yakin jika itu adalah aku?"


"Ramuan kalawadang, ramuan itu hanya bisa di ciptakan oleh pria yang tertulis dalam buku itu. Karna jika bukan pria itu yang membuatnya, ramuan itu tidak akan memancarkan cahaya emas."


"Aku percayakan semua ini padamu Greg, lindungilah bumi ini. Kau adalah orang yang terpilih untuk menjadi penguasa Cibuluh, lindungi daerah ini dengan segenap jiwa dan ragamu dan satu lagi."


"Apa itu paman?"


"Kau harus mengambil pedang Artana di gunung Naga bajasuana. Pedang itu di jaga oleh tiga Naga sakti, kau harus mengalahkan ketiga Naga itu terlebih dahulu supaya kau bisa mengambil pedang Artana. Pedang itu akan membantumu suatu saat kala dirimu menghadapi bangsa Givlon."


"Baiklah paman, aku akan secepatnya berangkat untuk mengambil pedang Artana itu."ucap Greg.


"Sebelumnya kamu harus melindungi daerah ini dengan ajian yang kau punya. Supaya saat kamu pergi daerah ini akan terlindungi. Kita tidak tau jika bangsa itu akan menyerang secara mendadak."


"Baiklah, aku akan menggunakan ajian katimura untuk melindungi daerah ini."


Setelah berbincang Greg pun berpamitan untuk pulang, Greg berjalan dengan santai menyusuri jalanan yang udaranya begitu sejuk.


"Lebih baik aku menggunakan ajian ini sekarang, supaya aku bisa segera pergi ke gunung Naga itu."gumam Greg.

__ADS_1


Kemudin langkahnya berbelok menuju ke hulu sungai Cibuluh yang masih mengalir dengan air yang sangat bening. Sesampainya disana Greg langsung menuruni sungai itu, dia segera merentangkan tangannya keatas sembari membaca mantra ajian katimura. Pantulan cahaya silver keluar dari telapak tangan Greg, dia mengarahkan telapak tangan bercahya itu menuju ke permukaan air sungai yang bening. Cahaya itu seketika memantul dari air menuju ke udara dan menyebar luas sehingga membentuk seperti bulatan bumi. Cahaya silver itu melengkung mengelilingi daerah Cibuluh, beberapa saat kemudian cahaya itu sudah tidak terlihat lagi.


"Daerah Cibuluh sudah aku lindungi dengan ajian itu. Sekarang saatnya berpetualang mengambil pedang Artana."ucap Greg dengan tersenyum tipis.


__ADS_2