
Jam 4.00 azan subuh berkumandang langit masih gelap dan udara di sekitar dingin menusuk tulang Sari masih terlelap di dalam tidurnya.
"Belum bangun juga nih anak dah jam 4 lebih apa dia gak sekolah" Ucap Ibu Sari sambil berjalan menuju kamar Sari.
"Sar Sari" Ucap Ibu Sari sambil mengetuk pintu kamarnya.
" iya Bu ada apa sih?" Jawab Sari yang masih tidur.
"Ini dah jam berapa kamu belum juga bangun, apa kamu gak sholat dan sekolah hm?" ucap Ibunya.
"memang jam berapa sih Bu? kayaknya belum azan" Jawab Sari.
"Heh kamu tuh kalau tidur kayak kebo aja sampai azan pun nggak dengar, ini dah jam 4 lebih" Ucap Ibunya yang masih setia mengetuk pintu.
Mendengar ucapan Ibu nya Sari langsung bangun.
"Astagfirullah udah jam 4 lebih" tanpa berpikir panjang Sari langsung bangun.
"Sar apa kamu belum bangun juga?" ucap Ibunya yang masih setia di depan pintu kamar Sari.
"Eh udah bangun kok Bu bentar aku kumpulin nyawa dulu" Jawab Sari.
"Ya udah cepet bangun sana keburu fajar nanti" Ucap Ibu Sari.
"Iya Bu ni bangun kok" ucap Sari.
Ibu nya Sari berjalan menuju dapur dan dia melanjutkan memasaknya.
Kemudian Sari langsung bangun dan merapikan tempat tidur setelah selesai semua dia pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Setelah mandi Sari sholat dan bersiap pergi ke sekolah.
"Bu aku pamit berangkat sekolah dulu"Ucap Sari sambil mencium punggung tangan Ibunya.
"Kamu tidak makan dulu Sar?" Tanya Ibunya.
"Tidak Bu ini dah telat, kalau aku sarapan nanti kesiangan dan tidak dapat angkot" Ucap Sari.
"Ya sudah hati-hati" Ucap Ibu Sari.
"Iya Bu".
Setelah berpamitan Sari jalan kaki menuju jalan raya.
Desa Sari jauh dari jalan raya di tambah lagi Sari tidak bisa mengendarai sepedah motor jadi mau tidak mau dia harus jalan kaki selama 45 menit ke jalan raya.
Sari harus jalan melewati hutan yang masih rindang sendirian karena tidak ada teman yang satu sekolah sama dia. Ketiga sahabat Sari sekolah di daerah yang lebih dekat dari kampungnya.
__ADS_1
"Duh kenapa hari ini mendung semoga aja tidak hujan kalau hujan kan berabe aku tidak bawa payung" ucap Sari sambil tetep jalan kaki.
Hari ini tidak ada tumpangan jadi Sari jalan kaki sampai jalan raya.
Sesampainya di jalan raya Sari langsung melihat jam tanga nya.
"Alhamdulillah masih jam segini angkotnya pak cipto belum lewat jadi hari ini aku tidak telat" ucap Sari.
Tidak lama kemudian angkot yang Sari tunggu datang dan Sari naik angkot tersebut.
15 menit perjalanan menuju sekolah sesampainya di sekolah Sari langsung masuk ke kelas.
Sampainya di kelas sudah ada beberapa teman Sari yang sudah ada di dalam.
"Assalamu'alaikum" Ucap Sari.
"Waalaikumsalam Sar, eh kamu sudah selesai belum pr matematika" Ucap Bayu yang langsung samperin Sari di bangkunya.
"Sudah Yu, emang kenapa mau nyontek" ucap Sari.
"Hehehehe tau aja kau Sar" Ucap bayu dengan senyum-senyum.
"Tau lah tu kebiasaan kamu kalau ada pr matematika gak pernah kerjain sendiri gitu mau pinter dari mana kamu Yu" Ucap Sari.
"Nanti pas otak ku encer" Jawab bayu.
"Nanti aku belajar Sar kali ini ku nyontek sama kamu dulu ku mohon" Ucap Bayu dengan nada memohon.
"Dari pada kamu nyontek dan kamu tetep tidak bisa mending buku kamu bawa ke sini biar aku ajarin kamu Yu" Ucap Sari.
"Ya elah ku males mikir sar" Ucap Bayu.
"Ya udah kalau kamu tidak mau aku tidak akan kasih tau jawabannya ke kamu" Ucap Sari.
"Eh Sar jangan gitu dong" Ucap Bayu.
"Bodo amat ku lakuin ini juga untuk ke baikan mu juga Yu biar kamu itu juga bisa mengerjakan sendiri tidak selamanya aku bisa kasih contekkan ke kamu" Ucap Sari.
"Ok ok aku ambil buku ku dulu kamu harus ajarin aku" Ucap Bayu.
" Ya udah sana ambil bukumu" Ucap Sari.
Bayu pergi ke tempat duduknya dan mengambil buku yang ada di tasnya.
Setelah Bayu pergi untuk mengambil bukunya Sari mengambil buku matematika miliknya dan mengecek kembali tugas nya.
Sari terkenal anak yang rajin dan jago dalam pelajaran matematika. Banyak temennya yang iri kepada Sari karena Ibu Guru selalu memuji sari.
__ADS_1
Suatu hari.
" Sar kamu ke dukun ya" Ucap salah satu teman sekelas sama Sari.
Sontak Sari kaget dia belum percaya sama apa yang dia dengar.
" Apasih Sof" Ucap Sari dengan geram.
Nama temannya adalah Sofa. Sofa bersiri di depan Sari.
" Lo ndukun ya kok setiap Guru memuji lo terus dan suruh mencontoh prilaku kamu? kan di desamu terkenal banyak dukunnya" Ucap sofa dengan nada mengejek.
Sari sebenar nya malas menanggapi ucapan Sofa karena hampir setiap hari sofa mengatakan itu kepadanya.
" Huft" Sari membuang nafas dengan kasar dia benar-benar lelah sama tingkah dan pertanyaan sofa dan Sari selalu memilih diam.
" Kenapa diam hem? apa itu semua benar Sar?" Selidik Sofa.
" Iya emang bener ada banyak dukun di desa ku tapi aku gak pernah ke dukun untuk jadi kebanggaan Guru, ku cukup belajar yang tekun biar ku bisa mengerjakan semuanya dengan benar dan tidak mencontek ingat itu Sof" Ucap Sari dengan nada kesal.
" Dari pada lo urusin hidup gue mending lo belajar yang tekun biar bisa ngalahin gue dan para Guru memuji lo dan bukan memuji gue. Gue selama ini diam setiap kau tuduh gue karena gue males ribut sama lo" Ucap Sari.
Mendengar ucapan Sari Sofa tidak bisa berkata-kata lagi karena apa yang Sari ucap kan itu benar dari pada ngurusin orang lain mending dia belajar.
Sari memang slalu diam jika ada yang mengganggunya tetapi jika sudah melewati batas Sari juga bisa melawannya dengan kata yang bikin orang diam dan tidak berkutik.
Setelah hari itu Sofa tidak pernah mengganggu Sari, dia sekarang lebih suka belajar agar bisa mengalahkan Sari.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pesan dari author 😊
Jangan berburuk sangka kepada orang lain.
Jangan memandang remeh orang lain.
Diam bukan berarti semua yang di tuduhkan itu benar.
Diam dia karena menghindari masalah yang lebih besar lagi.
Jangan merasa menang dan benar jika orang yang kau tuduh itu diam karena sebenarnya kamu lah yang kalah.
Berkacalah sebelum kamu menghina orang.
Hidup hanya satu kali jangan sampai kamu sia-siakan dengan mengurusi hidup orang lain karena belum tentu hidup kamu sendiri sudah benar.
Jangan lupa like, komen, dan sarannya ya para pembaca yang setia karena saran kalian sangat berharga bagi ku.
__ADS_1