
Waktu sudah jam 5 sore, y aku bertahan hingga sore karena Mba Acha yang minta ustadz untuk ijin ke pesantren supaya aku bisa lebih lama disini, dia khawatir karena besok UN tapi aku hanya 2 hari belajar dengannya.
Aku menunggu cukup lama tapi pak ustadz gag keluar2, beliau bilang siap\_siap rapi nganter aku balik, bangkit dari sofa karena ingin ke kamar mandi yang kebetulan lewatin kamar Mba Acha, tapi betapa terkejutnya aku melihat adegan 18\+ karena pintu kamar yang terbuka separo, tapi aku masih bisa melihat dengan jelas.
Ya, aku melihat pemandangan luar biasa bagaimana semestinya suami istri lakukan dan sah2 saja kan malah berbentuk ibadah. Tapi kenapa aku seperti orang ketiban batu yang sangat amat besar, aku sunnguh syok batin, hatiku tercekat rasanya sakit, bagai tersambar petir, sungguh aku oh God, aku ingin menangis saja.
Bukan, bahkan bulir2 air mata sudah berkumpul di mataku, ya aku melihat sepasang suami istri itu sedang beradegan kissing, mesra. Huh kenapa aku serasa di sini aku seorang pacar yang melihat kekasih yang ku cinta sedang selingkuh, begitu gambaran suasana hatiku, melangkahkan kaki rasanya ingin lari tapi tak tau rasanya kakiku tak bertulang, lemas bak jeli.
Ku basuh wajahku dengan air berkali\_ kali sambil berkata, ini tidak benar An, ini salah, kamu harus tau!! akhiri perasaan biadab ini, bagaimana kalo bunda atau mama tau, apa yang akan mereka rasakan, kamu harus bisa mengendalikan diri. Harusnya kamu bahagia melihatnya, itu berarti rumah tangga Mba Acha harmonis, huft tapi bukannya mereda malah air mataku makin mengalir, apa\_apaan aku ini, sumpah aku ingin mengumpat!!.
Setelah mengambil nafas dalam berkali\_kali dan menenangkan hati, ku langkahkan kembali kakiku menuju ruang tengah, dan ternyata pasutri sudah di sana.
"Kirain kabur An, di panggil gag nyaut" Mba Acha, kamu tidak tau sedihnya aku hiks hiks, " dari kamar mandi Mba" jawabku berusaha tenang dan biasa aja.
__ADS_1
"bisa pulang sekarang, sudah hampir Maghrib, gag enak sama pengurus, lagi aku ada setoran hafalan" sumpah aku gag lagi ingin berlama_lama lagi.
"Ya udah berangkat mas, biar kamu baliknya juga gag kemaleman" kata mba Acha, mau apa lagi mereka, seakan Mba Acha menyuruh pak ustadz jangan lama\_lama ya?.
Kami saling diam saat di perjalanan ke pesantren, bahkan aku milih duduk di kursi belakang, walaupun malah bisa lihat punggungnya lebih jelas, atau beliau bisa liatin aku dari kaca sepion bagian depan mobil, yang penting agak jauh, biar gag sakit2 banget. Aku udah kaya pacar lagi ngambek sebenarnya, untung mereka kan gag tau perasaan aku sesungguhnya.
"Makasih ya An, kamu sekeluarga udah bantuin jagain Acha dari kecil sampe sekarang" kata pak ustadz mungkin mencoba membuka obrolan biar gag canggung.
"An, keluarga kamu mampu kan dari segi keuangan, maka manfaatin buat cari ilmu yang baik, itu suatu kesempatan yang Alloh kasih, biar suatu saat ilmu yang kamu dapet bisa manfaat untuk umat" nasihatnya.
"banyak An, yang pingin sampai kuliah tapi gag ada dana padahal mereka pintar, makanya sebenarnya kamu hanya perlu usaha lebih giat lagi kok, kamu pinter An, ya tapi kepintaran juga perlu di asah, kaya pisau kan, kalo di biarin tergeletak gag pernah di pakai apa lagi gag pernah di asah bakal tumpul dan karatan, ahirnya gag berguna" katanya lagi, aku hanya menghela nafas sebagai reaksiku bahwa aku mendengarkan.
"manusia juga gitu An, kalo dia gag ada target, hidupnya bakal standar dan gag bersemangat" betul aku tau segala yang dia ucapkan cuma otakku gag sinkron,
'bisakah nasihatnya untuk lain kali dan pada orang lain' ingin sekali aku menyela perkataan nya, yang masih berkuliah gratis, mungkin karna dosen jadi punya banyak bahasa, tapi aku mana berani, gag tau apa aku lagi kusut gini, " kok diam saja si An, gag suka ya" tanyanya yang membuat aku kaget karena melamun.
__ADS_1
"Bukan pak, mungkin belum mandi makanya gag refresh, hehe" jawabku sekenanya. " suntuk ya An, aturan kamu mandi dulu tadi di rumah" apa2an orang ini gag tau apa tadi aku liat live show yang bikin kesakitan gini.
" Makasih pak sudah di antar dengan selamat" kataku saat kami Samapi di pelataran pesantren, bahkan mobil baru sampai gerbang tapi aku nekat turun saat satpam sedang membuka pintu gerbang, aku langsung lari ke arah samping pesantren jalan tembus menuju asrama supaya lebih cepat, bodo amat lah ama beliau yang mungkin berpikir aku kenapa bahkan hanya ucapan terimakasih tanpa salam, sumpah aku sudah kalut.
" Assalamualaikum" sapaku setelah ku buka pintu kamar asrama ku dan ku dapati 3 teman sekamarku sedang tadarus sambil hafalan, kegiatan rutin menjelang Maghrib.
"walaikumsalam" jawab serempak mereka, "tumben baru pulang" tanya Ratih, dia si lagi belajar, kan dia seangkatan sama saya jadi kami sedang sama2 berjuang,
"marathon,kan besok perang" jawabku sambil berlalu bersiap mandi karena bentar lagi pasti adzan, "semangat dong ya, biar marathon juga, kan sambil cuci mata ustadz keceh" kata tari, di mah ampun mulut.
"jaga pandangan ta, zina mata awas lho" itu si indah yang menyauti, aku si diam dan langsung masuk kamar mandi, ya kamar kami langsung ada kamar mandinya biar kecil, yang penting kan antriannya gag berkepanjangan, sesaat aku terdiam sebelum memulai ritual mandi, aku memikirkan kata indah, zina mata.
Apa tadi aku juga zina mata karena melihat adegan ciuman pasutri itu, Samapi umurku saat ini aku baru melihatnya, bahkan terbayang pun tidak pernah, dan lebih parah, apa aku juga zina hati karena memiliki ketertarikan terhadap suami orang, ya tuhan apalah dayaku sebagai manusia tempat salah dan khilaf.
Aku bergegas menyusul teman\-teman ku ke masjid karena aku sudah di tinggal, katanya mandiku lama, disini, di masjid ini yang selama 6 th ini aku tempati, aku sungguh merasakan ketenangan dari segala keresahan hati, apalagi setelah sholat, terdengar sahut2an lantunan ayat\-ayat suci Al\-Qur'an yang anak\-anak pesantren lantunkan, sembari menghafalkan, oh ya Alloh jagalah hati hamba dari segala bentuk ketidak genangan dan membuat resah, doaku dan aku berharap semog di ijabah, sungguh perasaanku tidak nyaman dengan ini semua, dengan segala ketakutan dan keresahan yang belum tentu benar adanya.
__ADS_1