
"Assalamualaikum?" deg.. detak jantuku di kala ada suara bariton laki2, suara yang sangat lembut dan tegas, saat aku berbalik ku lihat masyaalloh ciptahan tuhan maha sempurna, sempat kaget karena ada laki2 yang tak ku kenali berada di rumahku.
"ekhem" suaranya yang menyadarkan ku dari keterkejutan ku,
"Maaf, mba Anna kan?, boleh saya menumpang mandi, katanya saya di suruh mandi di sini karena sebentar lagi mau sholat Jumat" ah,, memang dari semalam keadaan rumahku sudah mulai kacau karena memang hari ini pelaksanaan akad pernikahan. Karna ada juga saudara dari pihak ustadz Hasim yang menginap di rumah bunda.
" Silahkan, kamar mandinya sebelah situ" jawabku, ya Alloh suara yang tegas tapi terdengar merdu dan jangan lupakan wajah yang menyejukkan sehingga siapapun betah berlama2 untuk menatap dan tidak akan bosan. Astaghfirullahal'adzim, dosa An ingat kesempurnaan hanya milik Alloh, otakku berusaha mengingatkan betapa dosanya aku yang telah terpukau dengan yang bukan makhromnya.
" An, tadi ustadz Zaki sudah kesini?" tanya Bundaku. Deg, astaga jadi yang tadi calon suaminya Mba Acha?, oh my.... asli ganteng b.g.t gua aja Ampe speechless, ckk wkwk, apa\_apaan?
"Udah Bun, lagi mandi" jawabku, cuek aja biar bunda gag curiga kalo aku sedang mengagumi calon suami orang ha ha, ampun deh. "sama kamu ke rumah mba Acha, temani dia kan bentar lagi mau akad".
"sendiko kanjeng, berangkat.." jawabku sambil berlalu dari bunda, dan kebetulan aku udah siap kok, gag perlu dandan juga kan orang cuma nemenin mba Acha doang mah, aku mah udah cantik dari orok, yaellah sista pd\_nya sejuta.
Banyak kok yang bilang aku manis, bukan cantik tp katanya aku menarik, apa coba maksudnya? memang aku berbadan sekel, montok, tinggi karna nurun dari ayah, kalo sekelnya nurun dari bunda, kata bunda aku emang dari kecil udah gendutan, makanya pas udah kelas 5 SD aku jadi aktif main lari2an dengan teman2ku, atau aku yang begitu suka black pink, momoland, itzzi, jadi membuat aku seneng ngedance di depan kaca kamar bunda, hahaha sejak itu badan aku mulai susut, dan jadilah kaya sekarang, sekel montok pipiku juga lumayan chubbi, tp bukan gendut ya.
Karena di perjalanan aku bengong dan memikirkan tentang aku yang gede duwur, bahasa orang desaku yang artinya tinggi dan besar haha. akhirnya sampai juga di rumah mama Ita, yang hanya selisih 4 rumah dari rumahku.
Ramainya rumah mba Acha yang sudah di penuhi sanak sodara yang masih sibuk dengan jamuan untuk tamu yang datang dan juga pihak dari ustadz keceh, aku memutuskan untuk lewat pintu belakang rumah dan langsung ke kamar Mba Acha, menghindari perbincangan dengan yang lain yang berpotensi membuatku malu,
" Mba Acha?" sapaku saat aku masuk kamarnya yang simpel dan tanpa hiasan bunga\_ bunga untuk pengantin baru yang kaya di sinetron atau drama2 Korea.
__ADS_1
"salam dulu si An" tegurnya, Diah mah udah siap dengan dandanan khas pengantin, bergamis putih dan dandanan yang natural, cantix emang dasarnya udah cantik,,
"hehehe, lupa abis udah terpesona duluan ama capengnya cantik bgt Mba Acha?" kilahku biar gag salah2 amat ama dia
"hmmm ngeles aja" cibirnya yang sambil manyun khas dia saat merajuk, dari kecil emang udah gitu,
"bahagianya... gugup atau deg2an?? tanyaku sambil duduk di samping ranjang Mba Acha, kalo dia duduk di kursi meja belajarnya, maklum lah kita mana ada meja rias, menuhin kamar, kan kalo orang sini tu umum kamar y 3\*3.
"Belum tau An, kan masih di sini sendiri An dari tadi kamu lama si kesininya" yah si ibu protes batinku " ya maaf kan siap2 dulu di rumah sambil beberes, rumah juga banyak orang".
"Udah ketemu ama calon suami?" kepo aku kan? " belum la An, mana boleh?" jawabnya, "cie gag sabaran si ibu" tapi aku juga enggan lah cerita kalo udah ketemu calonnya dia, "mba Acha udah siap jadi ibu rumah tangga?" kan aku kepo setelah nikah dia bakal gimana ya??
" mana tahu An, kan baru mau ngejalanin" aku lihat si dia tenang gitu, gag ada gugup2nya, kalo aku mungkin udah jumpalitan.
" Ya pokoknya tinggal di jalanin, apapun itu kan udah ada yang ngatur An, Alloh, kita manusia tinggal ngejalanin yang sudah di takdirkan Alloh" fix ini mah mamah Dedeh versi muda.
Akhirnya setelah obrolan kami yang ngalor ngidul membicarakan banyak hal yang remeh temeh, terjeda dengan masuknya mama Ita di kamar juga, beliau duduk di sampingku dan berhadapan dengan mba Acha, "udah jangan ngobrol lagi, mana pake acara cekakak cekikik, ayo serius kita dengerin khutbah Jum'at" perintah mama Ita.
" heh bukannya udah tadi y ma, orang udah selesai sholat Jum'at nya" jawabku heran.
" ini khutbah lanjutan lebih penting, dengerin dengan khusuk, jangan ada yang bicara" titahnya, dan kami kontan diam karena raut wajah Mama yang serius dan ada sedih2nya gitu.
__ADS_1
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh" terdengar suara dari speker atau pengeras suara dari masjid yang sangat jelas karena letak masjid juga selisih 2 rumah aja dari rumah mba Acha.
Setelah pengumuman yang akan di laksanakannya akad nikah dan di saksikan seluruh jamaah sholat Jum'at, dan diadakan di masjid, akhir nya terdengar suara entah itu penghulu atau orang yang menikahkan Mba Acha dan ustadz Zaki yang menanyakan "bagaimana para saksi SAH" dan terdengar juga jawaban SAH dari mcrovon yang sangat jelas di pendengaran kami. Ustadz Zaki juga keren melafalkan ijab dengan bahasa Arab yang fasih, dan ahiri dengan doa yang di bawakan oleh kyai Hasim, selaku pengurus pesantren, ya Alloh boleh iri gag dengan jalan nya prosesi ijab kabul Mba Acha, dan boleh juga gag minta calon suami yang Sholeh dan baik juga, Amin.
Aku yang mendadak ikut mengharu biru karena Mama udah peluk Mba Acha sambil menangis bahagia dan terharu, membuat aku jadi gimana y rasanya, gag bisa lagi deh menjabarkan perasaanku saat ini, rasanya nano nano.
Akhirnya aku ikut juga memeluk mama dan mba Acha jadi pelukan bertiga kita kaya teletabies, "udah si ma, nanti makeup mba Acha luntur" jedaku karena tangisan mama jadi ke histeris terdengar pilu saking bahagianya kali ya,
" hehe" malah terkekeh beliau "saking bahagianya An, perawan mama yang satu udah sold out, tinggal satu lagi yang ini" jawab mam juga yang berganti memeluk ku.
" Mama doain juga kamu An, moga dapet suami yang sholeh, baik, sayang ama kalian sebagai istrinya".
" Amin" jawab serentak aku dan Mba Acha dan finishing acara haru\_haruan karena Mbah buyut masuk dan menyuruh kami keluar kamar,
"Hidih Ita malah masih di sini ayo itu suaminya Acha dan rombongan sudah tiba di ruang tamu" omelnya ini Mbah buyut satu biar sudah manula tapi semangatnya 45,
"Ayo Acha temui suamimu" ajak nya sambil menuntun dan menoleh padaku "ayo ikut malah bengong" omelnya sambil menarik juga tanganku, wagelaseh saking semangatnya.
Dan tadaa... tibalah kami di ruang tamu yang sudah di sulap sedemikian rupa untuk acara pernikahan, mama Ita menuntun Mba Acha mendekat ke arah Zaki suaminya, setelah saling memasang cincin kawin dan cium tangan serta berlanjut ke acara cium kening yang membuatku melted, huh ya tuhan baper baper sumpah jadinya.. pingin juga bunda hahaha. Dan ahirnya berlanjut sesi foto sebagai kenangan pernikahan.
"Anna ya?" tanya orang yang duduk di sebelahku, ibu2 yang terlihat anggun dan wibawa dan muka2nya itu lho sesejuk embun
__ADS_1
" iya umi," jawabku sambil Salim dan mengecup tangannya, " uminya Zaki" kenalnya, pantesan anaknya cakep, emaknya aja badai, dan aku tersenyum salting disini kaya di beri award hanya karna berkenalan dengan mertuanya Mba Acha, fix beruntung banget emang Mba Acha, suami ganteng dan mertua yang keliatan baik pastinya,, boleh iri ya Alloh bukan karena tidak mensyukuri nikmatmu tapi takdirmu yang begitu awesome untuk Mba Acha.