
Aku menenggelamkan diriku pada banyak angan yang membuatku semakin nelangsa, oh.... ya tuhan! bukankah wajar di umurku yang sudah 18 tahun ini merasakan masa\-masa remaja jatuh cinta, bahkan kebanyakan mereka pasti sudah berganti\-ganti pasangan \(pacaran\).
Dan sialnya, hatiku jatuh untuk orang yang tidak tepat. Belajarku hanya membaca yang aku lakukan, tanpa berniat mengerjakan contoh soal\-soal yang di berikan pak ustadz untukku pelajari. Akhiri ini sekarang, jangan biarkan perasaan yang tidak tau diri ini berkembang, jangan di beri satu kesempatan pun untuk tetap ada di relung hati, walaupun hanya setitik asa. JANGAN!!!.
Mencoba menyemangati hati dan menyadarkannya bahwa semua ini tidak seharusnya terjadi, bahkan aku malah merasa sesak hatiku makin nelangsa, dan tak tersadar aku justru terisak, sedih itulah yang aku rasakan, pengalaman pertama jatuh hati, tapi malah justru menyakitkan, orang bilang cinta pertama sulit di lupakan, itu yang kutakutkan, takut tidak bisa mengontrol diriku dan justru aku bisa kalah dengan keadaan hatiku, lalu aku bisa membuat kacau keadaan, keluarga, teman, persaudaraan. Huft ya tuhan tolong jaga hatiku agar aku tak mempermalukan diriku sendiri.
"Kamu oke An?" pertanyaan Ratih membuatku tersadar, bahwa bukan tinggal aku mahluk yang masih terjaga, " hmmm hanya rindu ayah bunda" kilahku, karna aku tak mungkin jujur tentang kondisiku.
" Besok UN An, kalo kamu gag tenang mending sholat An dari pada nangis, habis itu tidur, jangan di lanjut belajarnya gag bakal masuk" saran Ratih dan benar juga menurutku.
Bangkit dari rebahanku menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu berharap kesejukan airnya bisa sedikit mengobati luka, dan bergegas melaksanakan sholat hajat akhirnya yang ku putuskan, bermunajat semoga UN lancar, dan hati ini tetap terjaga.
Sebenarnya yang membuatku makin nelangsa karena aku yang tidak bisa menceritakan keadaan hatiku pada siapapun, termasuk bundaku yang aku sendiri tidak pernah menyembunyikan apapun pada beliau, ya tapi aku masih punya Tuhan tempatku berharap, huft kenapa harus serumit inikah cinta, CINTA satu kata yang sering membuat di lema, tapi aku berharap suatu saat akan ada cinta yang sama besar datang menyapaku supaya bisa menggeser satu nama yang aku sendiri mencoba untuk tak mengukirnya di hatiku.
__ADS_1
Hari ini, tibalah UN pertamaku, saat pengawas membagi kan soal2 ulangan, aku mencoba tenang dan fokus karena berbekal kepercayaan diriku belajar 2 hari dengan juara kelas bertahan dan pak ustadz sekaligus dosen hahaha miris ya?.
Aku mengerjakan soal2 dengan sedikit kemudahan, ya betul kata Mba Acha, jika kita belajar setidaknya kita tau dan punya bekal, buktinya aku sekarang mengerjakan soal2 dengan tenang karena aku paham, bukan plonga plongo atau tengak tengok berharap ada yang kasih contekan, hahaha ini menakjubkan, karena Alhamdulillah nya aku lancar dalam mengerjakan soal2 UN.
"Wah asli tegang abizzz" kata teman seruanganku, jelas ini hari pertama, apa lagi pengawasnya dari lain sekolah yang tidak kami kenal, "asli ya.. lebih seram dari malaikat pencabut nyawa" sahut lagi anak yang lain, aku asli ketawa, kayanya ini anak lucu deh, gag begitu tau juga si kan beda kelas, aku kan bukan termasuk santri yang populer secara aku kan belum ada prestasi, temanku juga hanya yang satu kamar, dan satu kelasku juga gag semua dekat.
Karena aku bukan tipe orang yang friendly, atau SKSD, bukan tipe yang sombong juga si, kalo ada yang mau berteman denganku ya aku si hayuk aja, aku juga bukan orang yang ribet kok, gag mau kepo tentang gosip ini itu, dan tidak mau tau tentang urusan orang lain kecuali mereka membutuhkan pertolonganku.
Berjalanlah waktu, yang jaman sekarang orang merasa bahwa waktu begitu cepat berlalu, maka manfaatkan hari ini sebaik mungkin karna waktu tidak akan pernah kembali lagi, begitu juga denganku tak terasa 3 hari sudah di lalui masa\-masa tegang UN telah terlewati, semoga apa yang aku kerjakan membuahkan hasil yang di harapkan.
"Kalo aku si yang penting lulus dulu lah, yang lainnya pikirkan sambil jalan hehe" kataku, " bener jangan banyak ber ande\-ande, takut kecewa buk" katanya lagi dan kami akhirnya tertawa bersama, ya kesibukan UN membuatku sedikit melupakan perasaanku yang masih sulit aku kontrol.
"Assalamualaikum bunda" sapaku saat sore hari bunda menghubungi ku, walau tidak setiap hari juga bunda telpon, tapi ya cukup lah buat pengobat rindu.
__ADS_1
"walaikumsalam, gimana kabar anak bunda? UN lancar?" tanya bunda, ya begitulah ibu\-ibu,. "lumayan Bun, Alhamdulillah bisa ngerjain soalnya, biar belum tau hasilnya, setidaknya titik aman, hehe" jawabku.
"gag papa An, tenang tidak ada usaha yang menghianati hasil, sekarang tinggal kencengin doa, biar dapet pertolongan Allah"
"selalu mah Bun, doa nomer 1"
"gag sia-sia kan belajar sama Mba Acha dan suaminya? bunda mau makasih lho An ama mereka"
"heem Bun, dan ajaibnya yang di pelajarin Anna soalnya ada semua di UN, sebagian besarnya, kisi-kisi dari pak ustadz juga keluar semua soalnya" jawabku antusian, gimana gag makin kagum,, bunda tolong donk.,. batinku sungguh meronta.
"nanti bis kan belajar lagi buat ujian SNMPTN, lumayan An ada yang mau sabar ngajarin kamu"
"yaelah Bunda maunya gratisan melulu" aki dengar malah bunda ketawa,
"Bukan An, kalo suami Acha minta bayaran juga bunda bakal bayar kok biar mahal, kan yang penting anak bunda nyaman, belajarnya masuk pikiran, aman, itu yang bunda mau, pkoknya kamu nyaman aja" Yee si bunda gag tau apa, nyamannya di mana kalo hatiku malah sering sakit kalo deket2 ustadz keceh yang satu itu.
"Bun, boleh gag Anna ikut les bareng teman2, kan mereka daftar kursus les buat ikutan ujian masuk universitas, tempatnya di komplek kampus Unsoed" aku mencoba negosiasi biar gag kejadian liat live show kembali, dan pastinya aku menghindari pak ustadz biar perasaanku aman terkendali,
"Kenapa kamu gag mau belajar ama Mba Acha aja? kan malah nyaman An belajar sendiri sama sodara, kamu bisa jadi prioritas karna cuma kamu doang yang belajar, kan malah lebih bagus fokusnya An, kalo di kursus2 begitu bukannya muridnya banyak?"
"Nasabah kali prioritas, di situ juga bagus kok Bun, banyak yang udah terbukti, satu kelompok cuma 3 orang, seminggu 3x aja cuma 2 jam kok lesnya, biar tambah semangat kalo bareng temen Bun, ama Ratih juga, kalo di Mba Acha kan sendirian malah suntuk, kasian mba Acha nya juga, perutnya udah besar gitu, nanti makin capek, belum mba Acha yang ribet kalo Anna Dateng, kan Anna jadi numpang makan, belum lagi yang pulang harus di anterin pak ustadz, ngrepotin si Bun" rengekku, ayo dong Bun iyain si, biar gag makin kalut ini urusan hati.
"ya udah lah, yang penting kamu serius jangan main2 lho belajarnya, ini bunda keluar duit lagi kan?"
"Bundaaaaa" rengekku manja, "love u Bun dan ayah juga love full" jeritku bahagia walaupun agak gimana gitu, jadi gag ketemu si ustadz lagi tapi ini kan yang terbaik.
__ADS_1
" Bunda harap gitu An, jangan di geser posisi Bunda Ayah kalo nanti udah ketemu tambatan hati"
Sudah Bun, sudah ada, kalo bunda tau pasti bunda malah makin nelangsa bukan bahagia anaknya sudah beranjak dewasa hingga tertarik pada lawan jenis, suara batinku.