
jika dulu aku berjanji akan menceritakan kisah saat studi tour. maka aku harus minta maaf karena aku belum bisa menceritakan nya. maaf sekali. sebagai balasan nya. aku akan menceritakan sebuah kisah Sedih yang akan membuat kalian entah menangis, sedih,atau pun tertawa bahagia. karena itu semua tergantung mood pembaca.hihihi.
"huh jadi begitu!" aku mendengus kesal. "kenapa kalian tidak membebaskan aku? bukan kah aku sudah tidak terlalu berguna untuk kalian!" aku berteriak marah. "huh! kau kan cewek bisa apa?"ejek Theo.
__ADS_1
"cih! mentang mentang aku cewek aku gak bisa membela diri gitu?" ejek ku. "yah walau aku gak bisa apa apa tapi setidak nya aku masih punya harga diri buat melawan!" aku teriak sekeras-kerasnya. hingga mereka bungkam. "kenapa pula kalian harus mem per budak mereka lalu mengeluar kan mereka tanpa sebab dan alasan. Diman sih rasa malu juga harga diri kalian? gak malu ya? gak nyesel ya? gak jijik ya!" bentak ku semakin menjadi jadi. "cih! cuma berani dengan bawahan aja sama atasan malah makin berani ya? makin nge Lawan ya sama atasan? gak punya malu!" aku semakin menjadi jadi. mengejek mereka sampai kena pikiran dan mental. membuat mereka terpikir terus akan sebuah kata kata yang ku ucapkan dengan kebencian.
selang beberapa menit setelah mereka hanya diam terpaku. Icha datang dengan El.
__ADS_1
"kalian kurang gabut ya?" sindir Icha. "CK,CK,CK memalukan!" El juga ikut menyindir. Icha langsung mendekati ku dan melepaskan ku. "kau baik baik saja?" Icha terlihat sangat khawatir. aku mengangguk. lalu berbisik. "apakah kamu tahu ini jam berapa? aku merasa sangat lapar!" Icha pun tertawa lalu menggeleng. "bukan nya bersyukur masih selamat dan sehat sentosa kok malah mikirin makanan sih!"
"sudah lah Zein biarin aja lagi pula itu juga sudah berlalu?" aku mulai khawatir. "tapi..."El berusaha mengelak, tapi aku tetap menggeleng. "biarkan aku yang mengurus mereka di lain waktu tidak ada baik nya juga kalian bertengkar di sini bukan?" aku mencoba tertawa. dan akhir nya aku membawa El dan Icha pergi dari ruangan sempit, kotor,dan juga berdebu itu. rasa nya lega bisa menghirup udara segar seperti semula!
__ADS_1
"kenapa kamu gak panggil kami sih!" keluh Icha. "memanggil kalian di saat itu sama saja dengan memanggil guru BK tahu?" canda ku. tapi mereka berdua hanya menunjukkan muka masam. "sudahlah lagi pula mereka sudah ku hantam dengan keras." aku tertawa sendiri. "benar kah?!dengan apa?" mereka hampir bersamaan bilang begitu. "dengan kata kata baik dan juga jahat tentu nya." aku mencubit hidung ke dua sahabat karib ku itu lalu berlari sekencang kencang nya karena aku yakin mereka akan membalas ku juga. bahkan mungkin 15 kali lipat nya? tentu saja tidak akan ada yang tahu.karwna itu sendiri adalah privasi dan rahasia mereka sendiri.(setiap orang pasti akan punya rahasia dan privasi masing masing kan?) dan aku tak ingin mengganggu atau pun mengusik nya!
{•~•}
__ADS_1