
jika kemarin malam aku ingin hari ini baik baik saja maka realitanya sangat berbeda.hari ini adalah hari terburuk dalam keseharian sekolah ku yaitu atas kematian Vivica.
saat aku pergi ke sekolah dengan senyum yang terpampang di wajah aku memulai hari seperti biasa dengan senyum dan rasa senang tapi saat sampai di sekolah aku, aku sangat ingin lari aku melihat anak anak mengerubungi sesuatu di halaman sekolah aku yang penasaran hanya ingin mendekat.tapi,teman teman sekelasnya menarik narik ku dan berusaha menjauh kan ku dari ''sesuatu ''itu aku menarik diriku dan tidak bisa berkata kata melihat tubuh Vivica yang membusuk tak berdaya''ada apa ini kenapa Vica bisa seperti ini?"aku menangis sejadi jadinya."maaf Layla guru bilang seperti nya kemarin saat pulang sekolah Vivica terkena serangan jantung lalu langsung meninggal di tempat."aku mendengar sebuah suara serak yang sangat ku hafal Richard!"bukan kah seharus nya semua orang tahu jika ia meninggal saat dia ingin pulang sekolah?"Selene bertanya sambil terisak "tidak ada yang tahu Selene karena dia pulang sehabis ekstrak menggambar dan baru pulang pukul 8 malam diman semua orang sudah pulang"guru menjelaskan sambil mematung.ini kejam kenapa aku harus kehilangan sahabat terbaikku padahal aku baru bersekolah disini 3 Minggu kenapa harus Vivica.aku yang menjadi down pada saat itu aku yang menjadi trauma pada saat itu tidak masuk sekolah selama 1 Minggu lama nya.
bulan
sinar rembulan.
di langit malam.
malam yang dingin.
dengan hati yang hampa.
__ADS_1
sang rembulan bersinar.
dengan gagah tapi tenang.
menandakan malam kan terang.
tapi tak seperti hati ku.
hati hampa.
hati hampa.
seperti malam tanpa bulan.
__ADS_1
aku menghela nafas.menitihkan air mata menghela nafas lagi lalu menangis sejadi jadinya.orang tua ku khawatir teman teman khawatir semuanya khawatir hanya aku yang tak khawatir dengan kondisi ku yang semakin buruk.Richard selalu mengiringimi ku pesan berkata rindu pada Vivica juga diri ku tapi aku tak pernah membalas nya.aku,aku hanya takut akan kehilangan orang berharga lagi.aku memaki maki dalam hati,"apakah tidak cukup kelas kami terhina! tapi apa ini kami malah kehilangan satu anggota kehilangan satu teman kehilangan satu kenangan."
tapi ya sudah lah akhir nya aku memutuskan masuk sekolah setelah 2 minggu aku tak masuk sekolah."hai teman teman maaf aku banyak membolos?"aku menatap lantai sekolah dengan kesal."oh!hai Layla kau sudah baikan?"Richard memelukku dengan air mata.
aku melewati hari hari ku dengan kebisuan jika ada yang bicara pada ku pasti hanya Richard dan guru guru kelas ku menjadi sunyi setelah kepergian Vivica."ayo lah Layla kau harus semangat bagaimana dengan lomba menulis puisi mu bukan kah sebentar lagi?Vica pasti ingin melihat mu menang dan tersenyum dalam lomba itu kan?"Richard berusaha menghibur ku.benar juga lomba menulis puisi nya kan sebentar lagi pada saat itu lah aku memulai semangat baru aku mulai bertekad menang.menang demi Vivica!apa pun yang terjadi aku harus berusaha menang.
yah walau pun moto hidup ku aneh dan ganjil ya masalah kan aku punya sebuah tekad dan semangat?
"tidak perlu punya moto hidup yang penting bagaimana menjalankan nya"
__ADS_1
pergi