
satu Minggu penuh misteri kemudian.
"Jadi kita akan melancarkan rencana kita kan?" tanya ku. "ya iyalah masak ya iya dong." jawab Icha. "oke aku mulai ya?" aku memastikan. mereka pun mengangguk.
"mmmm.... hai Delisa kamu yang nulis novel awal bulan itu kan?" aku bertanya gugup. dia anak yang sangat jujur jadi akan sangat mudah jika bertanya langsung(mungkin). "iya." Jawa ban singkat yang sangat aesthethik. "jadi kamu memang ikut lomba?" aku mendesak nya. "iya." dia menjawab singkat singkat. (maklum lah anak pendiam dan pemalu.)
aku pun kembali dengan merasa sangat senang dan lega.
__ADS_1
"gak kusangka Delisa si haters nya nulis bisa bikin novel se epik itu" tangis Selene. "dah lah yok kita ke kantin?" ajak ku dengan perut keroncong an. "ya si tukang makan!" jawab mereka serentak sambil tertawa.
di tengah tengah perjalanan ke kantin.
kami bertemu dengan El. "hai El kenapa muram?" aku bertanya penuh ke khawatiran. "gak apa apa sih cuma tadi kura kura aku mati." jawab nya lesu. "siapa?" Icha terkejut."tomi yang besar!" dia pun menangis tersedu sedu. "sudah lah dah kamu makamin?" aku bertanya memastikan. "bukan aku tapi." jawab nya masih menangis. "kalau gitu kamu jaga si trio mini. kamu bisa kan jaga Vin Nov In?" aku tertawa kecil. "nanti ke rumah aku ya temen temen?" dia mengharapkan kedatangan kami.(aku,Icha,Ian,Ryan,selene) "ya,ya,ya" jawab mereka. "bye the way pada mau ke mana nih?" tanya nya tiba tiba bersemangat. "ke kantin!" jawab Selene sambil berlari.
El suka sama kura kura. dia punya lima kura kura. tapi tahun lalu satu kura kura nya yang paling kecil hilang. akhir nya dia hanya punya empat kura kura. eh maaf maksud nya satu kura kura dan tiga penyu. dan aku yakin kalian sudah tahu nama nya.
__ADS_1
"mm... bentar lagi kita mau liburan sekolah kan jadi ....." pancing ku. "jadi kita liburan bareng yok!" sambung Icha penuh semangat dan energi. "mm...." tapi El tidak terlalu berkutik. "gimana kalau kita ke panti lalu kita cari penyu atau gak kura kura atau pun penyu.. atau sekalian kepompong?" aku tertawa. "gas lahhh!" teriak El semangat tiba tiba.
aku dan Icha pun hanya bisa menggelengkan kepala.
"dan apa yang harus kita persiapkan?" tanya Icha sebelum seminggu liburan sekolah di mulai. "terserah tapi jangan banyak banyak." timpal El. "yang paling penting diri dan baju." aku tertawa. "itu jelas aneh!" sindir mereka bersama sama.
"mmm......" aku mendengung. "kenapa Lay?" tanya Icha. "gak apa apa cuma gabut aja. di siang hari bolong begini aku bosen." keluh ku kesal. "kenapa gak makan kayak biasa nya?" tanya Icha. "gak ah dasar pengejek!" sindir ku balik.
__ADS_1
"lagi main ejek ejek an ya? kenapa El kalian tersayang gak di ajak?" tanya El dengan suara dan nada yang sangat menggelikan. "kata siapa sih ke sayangan. kamu kan bestie bukan ke sayangan." balas Icha. "tapi di mata Layla memang nya sama?" El terus ngotot tidak mau kalah! "iya sama! memang kenapa?" balas Icha. "memang kamu dah tanya ke Layla hah!" El terus menjawab. "tanya aja sendiri!" suruh Icha. "di mata kamu aku kesayangan kan?"