
"Ck, asin sekali nasi goreng mu, dan lagi ada bagiann yg gosong, membuatku tak selera makan saja." Jwb adik nya yg menghina hasil makanan nya.
"Maafkan aku, Yennie. Lain kali aku akan membuatkan nya dengan lebih baik lagi ." Meminta maaf kepada adik perempuan nya bernama Yennie.
Yennie Larissa Wijaya. Atau biasa di sebut Yennie adalah adik tiri satu-satu nya cici. Cici sangat lah menyayangi adik tirinya itu, namun berbeda dengan yennie yg sendari kecil sudah membenci cici sebagai kakak tirinya, dia menganggap cici cuma beban di keluarga nya ini. Bahkan dia memperlakukan nya seperti pelayan.
"Maaf?, kau pikir minta maaf saja bisa membuat makanan ini menjadi enak apa?!." Jwb nya sambil mengebrak meja makan.
"Ciara.dengar ini kamu hanyalah anak pembawa sial, sejak lahir saja ibu mu sudah meninggal karena ulah mu, kesian sekali hidup mu." Sahut ibu nya menyindir cici. Membuat cici sedikit kesal becampur sedih terlihat dri raut wajahnya, tpi dengan cepat dia tutup dengan senyuman yg tak pernah luput dari bibir mungil nya.
"KIRANA!. YENNIE!." teriak ayahnya yg sudah muak dengan apa yg terjadi hari ini di meja makan!. Kirana istri nya pun sama saja bukannya menyudahi pertengkaran putrinya yennie malah sama nya ikut menyindir cici. Begitu isi pikiran nya.
Walau ayahnya tak begitu mempedulikan cici tetapi dia masih sadar kalau cici adalah anak nya dari istri sebelum nya.
Yennie dan ibu nya pun diam, dan melanjutkan makan mereka dengan hanya diiringi oleh kesunyian di meja makan sana. Semantara cici terdiam di meja milik nya dan menunduk untuk menyembunyikan rasa sedihnya.
__ADS_1
(***)
Selesai sarapan...
Cici pergi ke atas untuk menyiapkan tas dan buku-buku nya untuk sekolah, lalu setelah itu dia turun kebawah dan bersiap untuk bersekolah.
"Ibu aku berangkat, ayah ayo cepat nanti aku telat." Sahut yennie menyindiri cici. Tak tau malu sekali yennie ini.
"Sudah sana, nanti kamu terlambat." Sahut ibu nya dan melirik cici dengan tatapan tak sukanya.
"Cici pamit ibu, ayah." Sahut cici ingin bersalaman kepada ayah dan ibu tirinya.
"Tidak usah bersalaman dengan ku, sana sekolah jangan manja." Jwb ibu nya, begitu tidak sukanya dia dengan ciara.
"Baiklah, ayah aku pamit sekolah." Sahut nya lagi kepada ayahnya.
__ADS_1
"Baik, hati-hati di jalan." Jwb ayahnya, seperti nya ayah nya masih sedikit peduli kepada dirinya.
Setelah itu cici pun berangkat kesekolah nya dengan berjalan kaki. Sementara adik nya yennie?, tidak usah di pedulikan dia naik mobil dengan ayahnya.
Cici sudah biasa di perlakukan sperti ini sejak sendari kecil. Sudah terbiasa dengan sikap ibu dan adiknya, tpi entah kenapa barusan setelah sarapan dia agak sedikit bersedih.
Setelah sampai di sekolah, cici pergi ke kelas nya, seperti biasa nya dia hanya sendiri di meja nya tak ada yg mau menemani nya. teman perempuan nya bahkan iri dengan kecantikan yg cici miliki dan kepintaran cici dalam menggambar dan melukis. bahkan anak laki-laki di sekolahnya hampir semua nya menyukai cici, bukan hanya kecantikan dan kepintaran yg cici miliki, tetapi juga sikap nya yg baik kepada semua orang, suka tersenyum, bahkan penyabar dalam menghadapin apapun dengan tak bnyk bicara. berbeda dengan siswi perempuan mereka semua membenci cici, Gadis yg pura-pura sok polos. pikir mereka semua.
pada kenyataan nya cici hanyalah gadis polos yg tak tahu menahu tentang apapun sampai dia di jauhi oleh semua teman gadisnya.
***bersambung....
mungkin ceritanya agak sedikit gak nyambung atau gak jelas, karena author baru pertama kali buat novel...
kalo ada salah kata atau kata-kata yg sedikit tak masuk ke otak atau lebih tepatnya gak nyambung, maafkan author ya.
__ADS_1
baru kali ini author bikin novel.🙃***