
Setelah pembelajaran selesai, bel kelas pun berbunyi tanda untuk beristirahat di mulai.
Cici seperti biasa menikmati pemandangan di jendela kelas nya, dan seperti biasanya cici mengeluarkan buku sketsa milik nya dan mulai menggambar, dia menggambar awan dan pemandangan yg ada di luar kelas tetapi seperti nya dia tak fokus mengambar. Cici hanya melamun sendari tadi.
Sampai pada akhirnya ada yg memecahkan lamunan nya.
"Ci, keluar yuk?." Angga bertanya kepada cici.
"Eh Angga, Aku sepertinya di kelas saja deh." Kata cici menolak permintaan angga.
"Ayolah kamu sendari tadi melamun terus?, masih memikirkan omongan siswi lain tentang kedekatan kita?." Kembali bertanya kepada cici.
"Tidak, aku hanya mempunyai firasat tak enak nanti sepulang sekolah." Kata nya agak sedikit memperlihatkan raut wajah risau.
"Firasat buruk?, ayolah jangan terlalu di pikirkan ci, ayo keluar dari sini !." Lagi-lagi angga menarik tangan milik cici, cici yg tertarik pun terkejut hanya bisa mengikuti langkah kaki panjang milik angga.
"Apa ini hanya perasaan ku saja ya?, atau mungkin firasat itu benar ada nya?, semoga cuma perasaan ku saja. Sepulang sekolah semoga tak ada masalah baru. -Ciara-
Beberapa menit kemudian, tangan cici yg di tarik oleh angga pun telah sampai pada tempat tujuan angga yaitu kantin.
"Ahh,, akhirnya sampai juga, apa kau haus ci?." Ucap angga kepada cici yg terlihat kelelahan.
__ADS_1
"Iya, tetapi hanya sedikit haus." Ucap cici memegang tenggorokan nya.
" maaf ya cii lagi-lagi aku menarik tangan mu,, hehe. Sebagai imbalan nya aku terakhir kamu minuman saja? Gimana?."
"Eh,,, tak usah angga, pakai uang ku sendiri saja." Jawab cici tak enak hati kepada angga.
"Sudah tak apalah, anggap saja ini permintaan maafku ya?." Ucap angga dan bertanya kepada cici.
"Tapi..." ucapan nya mengantung saat tangan angga menyentuh bibir cici.
"Stttt,,, tak ada penolakan oke?." Ucap angga sambil menyentuh bibir cici dengan telunjuk nya seperti menahan cici agar tidak berbicara.
"Em,,, yasudah baik lah tapi hanya untuk hari ini saja ya?." Ucap cici dengan bertanya kepada angga.
"Angga!, apa-apaan sih kamu ini?!, yasudah sana segera pesan. Hmph." Cici langsung duduk di kantin.
"Haha,,, lucu juga mengerjai dia saat sedang marah." Gumam angga kepada dirinya sendiri dan pergi memesan minuman untuk nya dan
Di meja kantin yg cici duduki, dia melamun kembali membayangkan firasat buruk nya tadi.
Ahh,,, kenapa aku membayangkan nya terus ya?, apa benar sepulang sekolah nanti akan ada masalah baru?.
__ADS_1
Cici terus bertanya dalam hatinya, apakah nanti akan ada masalah baru atau tidak, bertanyaan itu selalu saja menghantui pikirannnya tidak seperti biasanya.
"Ci?, kenapa benggong terus sih dari tadi?, ini minuman nya." Angga datang dengan 2 minuman di tangan nya mendatangi cici yg sendari tadi datang.
"Ehh,,, angga?, cepat sekali?, terima kasih ya." Ucap cici dengan sedikit gelagapan dengan terkejut nya.
" melamun terus dari tadi?, ngelamunin apa sih?." Tanya angga kepada cici.
"Emm,, tidak ada kok." mencoba menutupi kerisauan yg kian melanda diri nya.
Angga duduk di sebelah cici, menyodorkan minuman yg barusan iaa belikan untuk diri nya dan juga ciara. Ciara menerima nya dan mengucapkan terima kasih.
"Yakin kamu baik-baik saja?, sedari tadi dan di kelas melamun terus??." khawatir dengan cici.
"tidak apa kok, mungkin hanya sedikit kecapean ga..." jawab cici kepada angga.
Angga seperti agak sedikit khawatir dengam ciara namun beberapa kali dia bertanya kepada cici hanya di balas dengan anggukan dan di jawab tak apa oleh cici.
mereka meminum minuman mereka masing-masing dan terlarut dengan pikiran mereka masing-masing. Angga trus mengkhawatirkan ciara dan ciara terlarut dengan firasat nya itu.
"ya tuhan semoga tidak terjadi sesuatu kepada ku nanti.-ciara."
__ADS_1
bersambung!!!!