Sebatas Cinta Dan Memiliki

Sebatas Cinta Dan Memiliki
04. Angga Heriawan Saputra {Part 2}.


__ADS_3

di Taman...


cici yg terdiam, dia melamun dengan pikiran nya. Sementara angga yg melihat cici melamun terdiam, refleks dia menyentuh pundak cici.


"Ci, kamu baik-baik saja kan?, kenapa melamun?." tanya angga yg agak sedikit khawatir dengan cici yg melamun terdiam di sebelah nya itu.


"ehh,,,tak apa-apa kok." jwb cici berbohong yg tak di ketahui oleh angga.


"yakin?, kamu yakin baik-baik saja?." tanya angga lagi, dia agak sedikit khawatir dengan cici.


"iya,,, tpi cu3ma mikir kenapa gak bawa buku sketsa ku kesini. Kamu sih Angga!, main tarik-tarik tangan aku, padahal aku ingin mengsketsa pemandangan ini." kata cici berbohong kepada angga.


"habisnya kamu kalau di ajak keluar tidak mau terus, yaudah tak ada pilihan lain selain menarik tangan mu. Hehe maaf ya ci." kata angga memintaa maaf sambil cecengiran.


"tidak apa-apa kok, kenapa kamu minta maaf. justru aku berterima kasih kepada mu sudah mengajak ku ke taman ini." sahut cici berterima kasih kepada angga sambil melihat pohon besar di depan nya.


"tidak usah berterima kasih ci, aku memang mau mengajak mu kesini dari dulu, tetapi kamu terus menolak nya."


"aku sibuk di kelas ku maaf ya gaa. hehe."


"tidak apa-apa, kamu kan spesial buat ku."


"bisa aja kamu gaa."


"seriusan ci."

__ADS_1


"iya gaa aku tau. gaa, kalau misalkan kamu tau tentang hidup ku yg menyedihkan ini. apakah kamu masih mau menemani ku lagi?." pada akhirnya perkataan nya saat dia melamun itu dia lanturkan kepada angga.


"ayolah cii, aku akan menemanimu sampai kita menikah." kata angga. ayolah jangan membawa pasal pernikahan kesini.


"angga, apaan sih sampai bawa nikah-nikah segala, ada-ada aja kamu, haha." ketawa cici. pikirnya itu hanya lelucon yg di buat-buat oleh angga.


"ci, aku sungguhan!, sebenarnya aku menyukai mu." angga mengungkapkan isi hati nya.


"apa!, tapi gaa, aku tidak menyukai mu, aku hanya mengagapmu sebagai teman ku saja tak lebih." jujur cici hanya menganggap angga hanya sebagai teman saja tak lebih dari itu.


"kalau begitu, izin kan aku mengejar mu. bolehkan ci?." kata angga sambil memohon.


"ehh,,, tapi." cici tak mempunyai jawaban lagi, dia terlalu terkejut tadi.


"kumohon ci, biarkan aku mengejar mu dan aku ingin membuka hati mu hanya untuk ku." memohon kembali kepada cici.


"terima kasih banyak ciara!!!." kata angga berterima kasih kepada cici dengan bersemangat.


"iya samaa-sama gaa." tersenyum melihat angga bersemangat.


"ohh iya,,, yennie itu adik mu ya ci?." angga bertanya pasal yennie kepada cici.


"iya dia adik ku, ada apa memang nya dengan nya?." cici menjawab pertanyaan dan baik menanyakan perihal yennie adik nya.


"tidak aku hanya heran saja nama belakang kalian sama yaitu wijaya jadi aku agak heran sementara wajah kalian agak sedikit berbeda?." bertanya anga kepada cici.

__ADS_1


cici menghelai nafas nya panjang


"boleh aku bercerita sedikit kepada mu Gaa?." cici bertanya kepada angga.


"tentu saja, aku dengan senang hati akan mendengarkan cerita mu." kata angga yg setia mendengarkan cerita kecil cici.


" dulu saat aku belum terlahir dari dunia ini, sepasang lelaki menikahi seseorang gadis.mereka menikah dan membagi kisah hidup mereka, mereka sangat bahagia, bahkan saat mendengar istri nya yg tengah mengandung saat itu. Wajah lelaki sangat lah bahagia sekali, hari demi hari bahkan bulan demi bulan di lalui mereka berdua oleh tawa dan keceriaan sepasang suami istri yg akan menjadi calon orang tua itu. namun suatu ketika istri nya terjatuh dari tangga rumah nya saat tengah mengandung besar. Suami nya pun shock dan pergi membawanya ke rumah sakit, saat itu bayi itu terpaksa lahir prematur dan harus menjalan kan operasi secara langsung. singkat nya operasi berjalan lancar dan anak itu pun selamat. namun tak dengan istri suami tersebut, dia meninggal pada saat melahirkan anak itu. "


"aahhhh,,, panjang sekali cerita ku... kau pasti bosan ya?." tanya cici kepada angga.


"tidak,,, aku tidak bosan, aku malah makin penasaran. lanjutkan ceritanya." kata angga kepada cici.


"baik." kata cici menyetujui nya.


"suami itu menangis dan bahkan memegang tangan istri nya itu berharap ada keajaiban muncul di hadapan nya, dia berharap istri nya bangun dari tidur nya. Namun sayang seperti nya istri nya itu memilih untuk tidur selama nya dan meninggal kan diri nya. Saat itu dokter masuk dann memberikan kabar kalau bayi yg di lahir kan selamat. namun bukan nya agak senang, tetapi lelaki itu malah tak memperdulikan nya. bahkan dia menganggap anak itu telah membunuh istri tercinta nya, namun dia masih mempunyai hati dia memberikan nama pada anak perempuan itu atas pesan istri nya sebelum meninggal. nama anak itu adalah Ciara Rosalie Wijaya. singkat nya setelah 1 tahun itu lelaki itu kembali menikahi wanita dan mereka mempunyai anak yg bernama Yennie larissa Wijaya. gadis itu selalu di manja dan di puji oleh kedua orang tua nya. semantara ciara?. dia seperti tak di perdulikan bahkan di perlakukan seperti pelayan sendari kecil bahkan hidupnya pun di penuhin rintangan yg panjang. dan begitulah kisahnya."


"ahhh,,, pasti bosan ya mendengar curhatan dan cerita ku barusan?." kata cici yg agak sedikit tak enak hati dengan angga


"tidak, aku paham sekarang. Hidup mu memang begitu banyak rintangan ya ci." kata angga " dan aku baru tau kalau yennie adalah adik tiri mu." lanjutnya lagi.


"iyaa,,, kamu benar." kata cici


pembicaraan mereka pun terhenti karena suara bel yg sudag berbunyi menandakan masuk kelas.


"sudah waktu nya ke kelas,,, ayo Gaa nanati di marahin guru kita cerita lagi lain waktu." gadis di depan angga ini pun berdiri.

__ADS_1


"baiklah,, ayo kita pergi ke kelas." sahut angga dan mereka berlari kelas mereka berdua.


bersambung...


__ADS_2