Sebuah Buku Yang Terlahir Dari Cinta Tanpa Ada Kata Cinta Didalamnya (rewrite)

Sebuah Buku Yang Terlahir Dari Cinta Tanpa Ada Kata Cinta Didalamnya (rewrite)
ch 1 - Pemilihan


__ADS_3

suara kelas yang bergemuruh membangunkan ku dari tidur. Sudah sebulan ku sekolah disini tapi sudah banyak hal-hal merepotkan yang udah ku lewati.


"Rai Rai bangun udah mau ganti pelajaran", ucap teman sebangku ku Fajar.


"Iyaaaa", ucap diriku.


Aku masih dikeadaan mengingat apa yang terjadi selayaknya orang bangun tidur.


"Dziesta cuci mukaa!!!!, kamu setiap ibu datang selalu bermuka bantal", ucap guruku


"Hehe siap bu,izin buat ke toilet", ucap diriku yang masih meraba-raba keadaan.


"Iya jangan lama2", ucap guruku


Setelah cuci muka, aku kembali ke kelas ku sambil melewati kelas2 lain. Kelasku berada hampir dipojok lorong. Jadi, perlu tenaga lebih untuk kembali dan aku benci itu.


Deg.. bunyi langkah ku yang terhenti dikarenakan aku melihat sesuatu yang menarik perhatian ku. saat aku melihatnya, hati ku dengan spontan berkata, "cantik" cukup malu untuk mengakuinya tapi, itulah yang dikatakan hati ku untuk aku yang tidak peduli soal hubungan lawan jenis, Mungkin itu adalah bug.


Berjalan sembari menunduk, ia terlihat sangat tergesa-gesa sekilas terlihat wajahnya olehku. melewati ku seakan-akan aku ini transparan, ia sedikit menyenggol ku,dengan ekspresi wajah yang manis iya minta maaf.


Ia berjalan melawati kelas ku yang artinya ia berasal dari kelas unggulan yaitu kelas 10A. Aku iri dengan fasilitas-fasilitas disana, terlalu lengkap. AC, dispenser,loker sepatu dan semua yang di idam-idamkan seluruh siswa.


10A adalah kelas yang menarik perhatian ku. saat didalam kelas aku sempat berfikir" Siapa dia?", Ucap diriku didalam hati.Baru pertama kali ini aku melihatnya,apa mungkin ia murid pindahan?,apa saat waktu pertama kali masuk ia tidak hadir?. Entahlah, itu yg membuat ku penasaran.


Aku sekolah di SMA harapan bangsa,sekolah yg katanya hanya orang-orang tertentu yg bisa masuk.


Aku berhasil masuk seperti siswa biasanya dengan mengikuti ujian. Anehnya, seingatku aku tidak terlalu serius mengikuti ujian sekolah ini.


10B itu lah kelas ku,kelas yg paling pojok sekaligus kelas yg paling jauh dari tangga.aku bersyukur sekolah ini hanya mempunyai dua lantai, tapi ada sesuatu yg terkadang membuat ku kesal,kenapa tidak ada toilet dilantai dua?!!.


ini adalah hari pertama ku sekolah. Letak sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah ku yang hanya berjarak dua halte bus.


Setelah sampai di kelas dengan cepat aku mengamankan meja yang menurutku paling strategis, tidak terlalu depan dan juga tidak jauh dari kipas!!. yah itu lah yang aku incar, meja baris pertama urutan ke tiga itu lah yang aku pilih.Saat baru beberapa saat,sudah ada yg menaruh tas disamping ku.


"Emm..ini kosong kan?", ucapnya


"Seperti yang dilihat", ucap diriku


"Hahaha lu menarik", ucapnya


Entah apa yang lucu sampai ia tertawa, tapi ada bagian diriku yang merasa senang karena memiliki teman baru. Kami mulai bertanya tentang nama,tempat tinggal dan semacamnya. Nama yg akan menjadi teman sebangku ku nanti adalah "Fajar". ya ku harap ia adalah orang yg tenang.


Waktu telah menunjukkan 6.45, 15 menit lagi sebelum jam masuk dan suasana kelas pun semakin ramai. Walau baru sebentar bertemu,banyak yang sudah membentuk kelompok-kelompok pertemanan,aku heran kenapa mereka bisa berteman dengan secepat itu.


"Jreng jreng jreng"kira-kira seperti ini bel sekolah ku..bel dengan suara gitar,yahh yang asli lebih indah daripada yg aku tulis.


"Assalamualaikum", guru ku yg baru datang.


"Waalaikum salam Bu", suara kelas.


Ternyata ia masih terlihat muda, mungkin umurnya sekitar 30an dan juga ia terlihat galak sebagai seorang guru sekaligus calon wali kelas ku.


"Nama Ibu Diah Farisa,kalian bisa memanggil ibu dengan sebutan Bu Diah, mulai hari ini ibu yang akan menjadi wali kelas kalian.", ucap Bu Diah.


"Untuk hari ini, pembelajaran diganti dengan perkenalan diri masing-masing dan pembentukan komite kelas.Perkenalan di mulai dari absen pertama", ucap Bu Diah.

__ADS_1


"Yang namanya ibu panggil silahkan maju ke depan", ucap Bu Diah.


Aku cukup tenang dengan ini karena namaku berawal dari huruf "Dz" dari SD sampai SMP aku selalu mendapat kan nomor absen di tengah-tengah.


Sudah ada sekitar lima orang yang maju dan mereka semua masih ber-abjad "A" terkadang aku merasa kasihan untuk orang yg ber-abjad "A" dikarenakan ia selalu menjadi yang pertama, ya bisa kita bilang dengan tumbal.


"Dina Andriani"


Aku tertegun karena kaget mendengar abjad namanya. Sepertinya sudah mulai dekat dengan nama ku, aku sedikit gugup tapi aku akan memberanikan diri karena first impresion itu penting.


"Dziesta Rai"


Dziesta Rai, ya itulah namaku. Aku ingin bilang benci kepada nama itu tapi, itu adalah nama yang di berikan oleh ayah ibu ku. Nama yang unik, yang membuatku selalu menjadi pusat perhatian.


"Perasaan tadi pada gak dengerin..tapi pas gw maju kenapa pada ngeliatin dah"ucap ku dalam hati.


"Silahkan perkenalkan diri kamu", ucap Bu Diah


Aku benci situasi ini yg dimana seluruh pandangan menuju kepada ku.


"Emm,nama saya dziesta rai kalian bisa memanggil saya dengan sebutan rai.saya tinggal di dekat Univ Indonesia dan hobi saya....-


Aku sedang coba mengingat apa yang kulakukan jika di waktu luang selain tidur


-hobi saya bermain game", ucap diriku dengan rasa sedikit malu.


"Baik. silahkan duduk kembali Rai", ucap Bu Diah.


Aku pun bergegas ke kursi ku,tapi anehnya setelah duduk aku masih merasakan hawa2 yg menusuk karena di pandang seseorang.


"Rai", ucap Bu Diah.


"Ada apa Bu?", ucap diriku


"Kamu ibu tunjuk untuk menjadi calon ketua kelas", ucap bu Diah.


"Tapi bu- perkataan ku yg langsung di potong


"Tidak ada penolakan",tegur Bu Diah.


"Baik bu" ucap diriku


Aku bisa merasakan para manusia itu tertawa melihat diriku yg sedang di tindas


Dalam pemilihan ketua kelas, terdapat 3 calon aku, Rangga dan hana


Kertas voting sudah di bagikan, dengan semangat aku menulis nama Rangga di kertas voting ku, jika kalian bertanya kenapa?, aku hanya tidak mau melakukan hal yg repot. Aku inging kalah dalam pemilihan ini.


Kertas voting sudah di kumpulkan.bu Diah mulai menyuruh beberapa murid untuk membantunya menghitung perolehan suara.


"Hana,rangga Hana", ya aku senang karena saat ini hanya ada sekitar 5 orang yg mengvote ku. Entah kenapa firasat ku mengatakan banyak hal buruk tentang ini.


''dziesta,dziesta"nama ku mulai sering di dengar,aku mulai pasrah dengan ini.


Hasil voting sudah di tentukan. Aku tak sanggup untuk melihat nya.

__ADS_1


"Rai rai.liat yg menang hana", ucap fajar.


"Alhamdulillah", ucap diriku penuh rasa syukur.


"Eh tapi lu keknya jadi wakil deh,vote Rangga yang jumlahnya paling dikit", ucap fajar.


"Seriusan Lo????", ucapku.


"Iyaaaa", ucap fajar


"Bismillah bismillah", Aku yg sedang mencoba menenangkan diriku yg mulai panik karena informasi dari fajar.


"Baik dengan hasil ini sudah bisa di tentukan ketua kelas kita", ucap Bu Diah.


"yg akan menjadi ketua kelas kita adalah hana..dan yg akan menjadi wakilnya adalah rangga"


"Yes", suara hati ku yg bahagia karena mendengar nya


"Eh maaf sepertinya ibu kurang teliti, vote yang lebih banyak di sini ialah Dziesta..jadi wakil kelas disini adalah dziesta"ucap Bu Diah


"Ahhh sudahlah...."ucap diriku yg kecewa karena, hari-hari esok akan sedikit merepotkan.


Ketua dan wakil kelas sudah di tetapkan. tadinya aku ingin bingung kenapa bisa perempuan yg memenangkan votenya tapi setelah kulihat2 lagi,lebih banyak perempuan di kelas ini.


"Tet tet tenet", bunyi bel istirahat.


"Anak2 saatnya istirahat kalian boleh keluar sekarang,bagi yg bawa bekel dari rumah silahkan makan", ucap bu diah


"Baik bu", ucap satu kelas


Aku masih terkagum betapa indahnya bunyi bel disini.


"Rai lu bawa nasi?", tanya fajar.


"Engga jar " jawab ku.


"Yaudah ayo kantin", ajak fajar.


"Oke oke" jawab ku.


Kami pun berdua bergegas ke kantin.tapi sesaat kami keluar dari kelas terdengar suara memanggil ku.


"Dziesta!," Panggil seseorang.


Kupikir siapa ternyata ia adalah hana, sang ketua kelas baru sekaligus yang akan menjadi partner ku nanti.


"Iya..kenapa?", Jawab ku.


"Emm..untuk satu tahun kedepan mohon kerja samanya", ucap hana


Dia anak yg baik,tapi entah kenapa aku merasakan ada yg aneh Dengannya.."mohon kerjasamanya" aku yakin jarang sekali orang Indonesia yg menggunakan kata-kata ini.aku sering mendengar ini di film Naruto,apa mungkin ia penggemar berat Naruto?. yah, itu juga bisa jadi.


"Oke..mohon kerja samanya ya"jawab ku.


Saat aku mengatakan seperti itu dia tersenyum dan aku menyadari bahwa dia cukup cantik.

__ADS_1


__ADS_2