
Menuruni tangga, melintasi ruang guru dan akhirnya kita sampai di kantin.
Kantin sekolah ini sangat megah, dan paling penting iyalah kebersihannya yang sangat dijaga.Tak heran jika sekolah ini mendapat predikat sekolah pavorit.
"Rai,mau makan apa ", tanya Rangga
"nyemil aja kali ya, abis istirahat cuma bersih-bersih terus pulang kan? "
"iya sih,tapi gw laper banget, gw beli nasi nanti " ucap fajar yang kelaparan.
kami berpisah dikantin dengan tujuan membeli makanan masing-masing.
Disini terlalu ramai, untuk introvert seperti ku ini sangat tidak sehat.
Aku langsung menuju penjual kentang goreng yang aku lihat dari kejauhan.Setelah membeli, aku melihat fajar yang melambaikan tangan ke arah ku.
"Rai!! "
postur fajar yang lumayan tinggi sangat bermanfaat di situasi seperti ini
kami berdua pun berjalan meninggalkan kantin tapi
"deg"
kentang goreng ku terjatuh, hari yang buruk untuk masa debut mu di SMA.
"Maaf!!!"
pelakunya adalah hana.
bIa meminta maaf lalu mengambil semua kentang goreng ku yang berantakan di lantai kantin.
Memasukin uang kedalam saku ku dan pergi begitu saja meninggalkan ku. dia lakukan itu dengan cepat sampai-sampai aku tidak bisa berkata-kata.
Ia berlari menjauh dari ku...sampai beberapa saat ia menoleh ke arah ku, aku sempat tersenyum oleh sifat nya.
Darinya aku belajar bahwa seberapa lucunya sifat wanita.
Aku mengecek uang yang ia masukan ke saku ku.
20.000 rupiah, itu uang yang ia berikan.
"Ayo ", ucap ku
"lu gak beli kentang lagi Rai? "
"keknya hari ini gw asupan glokosa gw sudah terpenuhi. Beli air aja nanti ".
"eh, terus uang yang dia kasih lu mau kemanain? "
"mau gw korupsi "
"An* ".
Nada-nada yang indah terbang bebas di area sekolah. Lagu yang sangat cocok didengarkan sambil menyantap makanan.
Aku penasaran tentang siapa yang memutar lagu, Yang jelas dia memiliki selera yang sangat bagus
__ADS_1
"jreng jreng jreng" bunyi bel yang pertanda bahwa istirahat sudah selesai.
Teman-teman sekelas ku mulai membersihkan kelas.
Aku yang belum mendapatkan tugas hanya bisa melihat mereka dari meja ku.
Aku ingin membantu tapi aku bingung harus mulai dari mana
"Rai, lu gak ngapa-ngapain kan? ".
"Dia siapa?" pikir-ku
"Riski!! , anterin gw buang sampah " ucap fajar
Aku yang sedang mencoba mengingat namanya pun berhenti.
"Nice, jar!! ", ucap ku dalam hati
"Bentar jar, gw mau naikin kursi-kursi dlu. Ayo bantuin gw Rai "
"Gas!!.."
Jika yang kulihat Riski merupakan orang yang cukup kuat, dari postur badannya saja sudah terlihat bahwa ia sering ber olahraga.
Tapi sepertinya ia sedikit jahil. Aku masih bingung membedakan antara jenaka dan jahil, karena menurut ku itu sama aja.
Ia cukup lucu, kami mengobrol santai sambil menaikan kursi ke meja.
singkat cerita, kelas pun sudah di bersihkan. Waktunya menunggu bel pulang, Kami bertiga menunggu sembari berbincang-bincang satu sama lain.
Membahas game, wanita-wanita cantik di kelas dan juga beberapa hal yang absurd.
Ia langsung mengatakan bahwa ia ingin mengincar wanita di kelas kami. hanya saja ia tidak mau memberitahukan namanya.
Aku pun menerka-nerka siapa yang ingin fajar incar.
Bel Pun terdengar.
Sebelum kami bergegas pulang, kami bertiga bertukar nomor telepon.
Aku yang baru saja keluar dari gerbang sekolah melihat tukang crepe. crepe merupakan jajanan kesukaan ku sejak aku masih duduk di bangku SD.
Saat aku ingin membeli aku didahului oleh seorang wanita.
"."
Rupanya itu Hana, aku pun mengingat tentang uang yang dia berika waktu siang tadi. Aku tidak sempat mengingat untuk memberikan uang itu saat masuk kelas, karena terlalu banyak mengobrol dengan Riski dan fajar.
"Hana, maaf ini uang kembalian yang tadi "
"Eh, ini masih 20k ".
"tenang, tadi juga kamu gak sengaja "
"tapi, aku masih gak enak ".
"yaudah crepe Rai aku yang bayar "
__ADS_1
"hmm..ok deh, terimakasih.."
"sama-sama"
Aku dan hana berjalan menuju halte bus. Kami berjalan sembari menikmati crepe dan bercakap-cakap ringan.
Aku kaget saat mengetahui bahwa rumah kami satu arah.
Hana pun meminta nomor telepon ku. katanya, iya sudah membentuk grup kelas dan ingin memasukan ku kedalamnya.
Bus yang nantikan akhirnya datang, Aku baru tau bahwa rumahnya berdekatan dengan ku.
" Rai kamu masuk ke sekolah ini sendiri apa ada temen SMP? "
"tadinya ada 4 teman aku yang mendaftar bersama-sama, tapi cuma aku yang di terima ".
"Rai kamu gak usah formal banget..biasa aja "
",hehe , soalnya gw udah lupa kapan terakhir kali ngobrol sama cewe ".
"nah.. gitu aja ".
" btw Hana sendiri gimana?, ada teman dari SMP kah?."
"Ada, dia di kelas 10A ".
"Wah..keren pasti dia orangnya pinter banget"
"iya sih.. tapi kondisi badan dia sedang buruk. tadi aja dia gak masuk "
Aku mulai merasa kasihan tentang temannya Hana. karena, hari pertama masuk adalah hari yang penting untuk mendapatkan teman.
"Rumah dia searah juga gak? " aku yang sudah mulai kehabisan bahan obrolan.
"enggak Rai ..rumah dia malah lawan arah dari kita ".
keasikan mengobrol membuat kami tidak sadar bahwa bus sudah berhenti di halte.
aku dan hana pun bergegas turun dari bus
dan tidak lupa memastikan tidak ada barang yang tertinggal.
Dari halte aku masih harus berjalan beberapa menit untuk sampai di rumah ku.
sebelum di persimpangan jalan aku bertanya kepada hana.
"Kamu nanti lewat mana Hana?
"Aku nanti ke kiri "
"oh yaudah hati2, gw nanti lurus "
" iya Rai kamu juga hati-hati "
"Btw makasih crepe nya!
"iya "
__ADS_1
kami pun berpisah di persimpangan jalan dengan perasaan sedikit malu dan tidak percaya bahwa rumah dia dekat denganku. cuma berbeda beberapa blok dari rumahku.