Sebuah Buku Yang Terlahir Dari Cinta Tanpa Ada Kata Cinta Didalamnya (rewrite)

Sebuah Buku Yang Terlahir Dari Cinta Tanpa Ada Kata Cinta Didalamnya (rewrite)
ch 2 : senyuman


__ADS_3

"Raii!! cepat kebawah makanan sudah siap! "


Duk duk (bunyi kaki ketika menuruni tangga)


"Rai cepat duduk, ada yang ingin ayah bicarakan"


" i-ya yah"


ayah ku yang sering sekali keluar kota entah kenapa sekarang ada di meja makan.


"Rai selamat, ini hari pertama kamu masuk SMP "


"__ (mengangguk kan kepala)


" kamu berhasil masuk di SMP populer, mau hadiah apa?, "


" enggak perlu "


"Raiii kamu bisa sopan sedikit tidak?? ketika bicara sama ayah??? "


" sudah sudah Bu "


" Rai, kamu sudah lumayan dewasa... kamu seharusnya sudah bisa melupakan masa lalu"


kau bukan anak kami, kata2 itu masih bergumam di kepalaku,


dia ayah yang baik, aku tidak tau bagaimana sifat ibu kandung ku, karena ia meninggal saat aku masih berumur 3 tahun..


ayah ku menikah lagi saat aku berumur 8 tahun.


"iya yah "


" Rai handphone kamu masih bisa di gunakan?"


" masih "


" ya sudah, nanti kamu ayah belikan handphone yang baru.."


" kamu harus terima ini mau gak mau, karena ini hadiah "


"iya..."


"kak, nanti berangkat bareng ya "


dia Rina adik tiri ku, dia sangat berisik, selalu menggangu ku, tapi ku akui dia imut.


walau dia adik ku tapi kita hanya berbeda dua bulan saja, kita seumuran.


dia juga masuk SMP yang sama dengan ku.


dia juga mendapatkan hadiah dari ayah..


" tidak perlu, "


" ehhh, kenapa??"


" tidak ada "


"Lagi lagi kamu bicara normal Rai, sudah berapa kali ibu bilang jngn bicara formal di dalam rumah! "


"iya "


"kalau tidak ada lagi yg di bicarakan saya pamit berangkat"


"kak tunggu "


Aku keluar rumah dengan wajah yang suram, berangkat dengan berjalan kaki di pagi hari yang cerah ini.


" kakkk tungguu "


"___


" Kaka selama ini kenapa sih.., Kaka jadi lebih pendiam, kaka gak peduli lagi sama Rina..


dlu kita selalu bersama .. tapi kenapa kak selalu murung sekarang "


"__ gaada yang berubah "


aku kembali melanjutkan perjalanan ke sekolah.


meninggalkan adiku yang hanya berdiam diri di jalan..


aku tidak membenci Rina , hanya saja aku tidak bisa percaya dengannya...


" kakkkkkkk hiks


adik ku yang berlari sambil menangis


"Kakkk Kaka kenapa sihhh hiks


Rina salah apa???


jangan diam aja kakkk hiks"


kami yang hampir sampai di sekolah sudah banyak melihat para siswa yang berseragam sama dengan kami.


percakapan kami mengundang banyak perhatian dari para siswa..


banyak yang membicarakan kami


"ehh, dia ngebiarin gadis imut menangis"


" biadab "


" engga bisa di maafin "


" rendahan "

__ADS_1


aku tidak peduli dengan omongan mereka, aku pun meninggalkan tempat itu dan bergegas menuju kelas ku.


belum ada beberapa jam dari kejadian itu, sudah banyak rumor rumor buruk tentang ku,


"hey itu kan, laki-laki yang bikin nangis cewe di dekat sekolah tadi "


"ehh, kita sekelas sama sampah itu kah,


sialnya"


" walau dia cukup tampan tapi tidak bisa di maafkan "


aku tidak sengaja menatap salah satu dari mereka..


dan reaksi mereka seperti ketakutan.


aku tidak paham kenapa mereka merasa begitu, tapi yah.. aku tidak terlalu peduli.


"hey, kamu yang tadi bikin nangis cewe di hari pertama masuk sekolah ya "


perempuan disamping bangku ku tiba2 mengajakku bicara..


"entah "


"ehhh "


wajahnya terlihat tidak puas.. lalu ia pun terus bertanya tentang ku..


"nama kamu siapa "


"Rai "


" hobi kamu apa? "


"tidak ada "


"kamu tinggal dimana"


" rumah orang tua ku "


".....


lalu dia berhenti bicara,tapi wajahnya terlihat tidak puas dengan jawabannya..


aku tidak berniat berteman dengannya.. ataupun seseorang di kelas ini..


bel sekolah berbunyi


semuanya duduk di bangku masing2


"selamat pagi "


" selama setahun ini, ibu akan jadi walikelas kalian


jadi mohon kerja samanya "


" baik Bu... " ucap seluruh kelas


setiap orang mulai menyebut namanya satu persatu


hingga tiba giliran ku


"nama saya Zora Rai "


ketika semua orang menyebutkan hobi atau sesuatu yang ia sukai.. tapi aku hanya menyebutkan nama


"Rai, jngn duduk dlu "


"kenapa?"


"hobi kamu apa Rai? "


" tidak ada "


satu kelas menatap ku dengan tatapan yang tidak menyenangkan


mereka mulai membicarakan ku lagi..


" kamu terlalu dingin Rai "


ucap perempuan yang tadi bicara dengan ku


"oh...


aku tidak mau terlibat dengannya.. aku juga tidak ingin berteman dengannya..


aku hanya ingin menjalani masa-masa smpku dengan tenang dalam kesendirian.


bell pulang akhirnya ber bunyi..


saat aku sedang berjalan di tangga , aku melihat adiku dengan teman teman barunya.


"....


aku tersenyum


aku tidak tau kenapa aku tersenyum.


itu keluar sendiri dari mulut.


"ahh kak!!


aku langsung memalingkan wajah dan mengambil jalan memutar menuju loker spatu untuk menghindari adik ku.


aku bergegas dengan sangat terburu2


"brukk"

__ADS_1


aku menabrak seseorang, yang sedang membawa buku


"ah maaf.. biar ku bantu "


"ahh tidak aku yang harusnya minta maaf


kalau tidak salah nama kamu rai kan?


" hmm, iya "


kalau tidak salah aku satu kelas dengan dia, tapi aku tidak mengingat namanya..


"emm nama kamu...


" marinnn "


" oh iya "


dia gadis yg lumayan manis


selepas aku membantunya membereskan buku yang tercecer.. aku pun langsung pergi menuju loker sepatu


aku harap aku tidak bertemu dengan adik tiri ku kali ini..


"heyy raii


dia gadis yang mengajakku bicara tadi pagi di kelas.


" ada apa?


"aku di beri tahu adikmu bahwa arah jalan kita searah.. kamu mau pulang bareng denganku Rai?"


" tidak, terimakasih"


pulang bersama perempuan itu merupakan masalah bagi ku.. aku tidak mau dia kena masalah karena ku.


" ehhhh.. dinginnyaa.."


"....


tapi.. dia tidak menyerah begitu saja, dia terus mengikuti ku.


sesampainya di gerbang sekolah


adik ku yang lebih dlu berada disana sedang menungguku


" kak.. lama bang--


itu siapa!!"


dia terkejut karena melihat ku berjalan dengan perempuan.


"penguntit "


"ehh jahat banget Rai "


" yasudah ayo pulang kak "


adik ku menggandeng tanganku dengan wajah yang masam.


"Rina bisa lepasin ini ?"


"engga mau "


".....


aku pun melepaskan paksa tangan Rina dari tangan ku..


di persimpangan jalan kami berpisah dengan perempuan yang mengajakku bicara


" Rai aku lewat sini yahh dadahh "


"ya, terserah "


"hmphhhh "


dengan wajah yang kesal iya berjalan.. meninggalkan kami berdua.


sesampainya dirumah ibu tiri ku menyambut kami,


"Rai, Rina.. cepat ganti baju, kita makan diluar untuk merayakan kalian berdua "


" aku tidak ikut "


"raiii!.. ini acara keluarga lohh, kamu gak boleh begitu "


"ya.. aku ikut atau tidak, itu gak mengubah sesuatu. "


bermain game sendirian dikamar itu lebih menyenangkan bagiku daripada pergi makan bersama mereka.


ke esokan harinya, aku menemukan surat di loker sepatunya.


Dengan sigap aku membaca isi surat itu


"hai raii, kamu sangat keren, aku jatuh hati ketika pertama kali melihat mu.


aku tidak tau kenapa sikap mu sedingin itu.. tapi kurasa kau adalah orang yang baik..


aku melihatmu membantu Marin kemarin..


jadi bisa gak sepulang sekolah nanti kamu ke belakang sekolah , ada sesuatu yang ingin ku katakan "


aku memikirkan sambil berjalan hingga tak terasa aku sudah sampai di kelas.


aku tidak tau motif kenapa ini di kirimkan sesuatu..


apa ini jebakan?

__ADS_1


tidak mungkin seseorang yang tidak ingin berteman dengan siapapun mendapatkan surat dari seorang gadis..


bell masuk pun berbunyi.


__ADS_2