Sebuah Do'A Untuk MamaKu

Sebuah Do'A Untuk MamaKu
part 02:teringat dengan pesan mama


__ADS_3

Disaat dita srdang fokus dengan tugas yang di berikan oleh kepala sekolah,tiba-tiba dia di kagetkan dengan suara seorang laki-laki dari arah pintu perpustakaan,karna kebetulan dita duduk di kursi bagian depan.


"permisi,maaf saya mengganggu,bolehkah saya meminta bantuan?"kata laki-laki itu pada dita.


"I iyaa kak,bo boleh".kata dita terbata-bata,karena masih kaget dan bingung.


"saya minta waktunya sebentar,karena saya di suruh,oleh pak doni,untuk mencari buku panduan bisnis management di perpustakaan ini,bisakah kamu mencari atau menunjukan tempatnya pada saya?"kata irfan pada dita menjelaskan maksud kedatangan ke perpustakaan.


"oh,bisa kak,mari saya tunjukan tempat bukunya".kata dita yang sudah berdiri.


Mereka berjalan ke arah rak yang berisi buku-buku tebal,tentang bisnis dan management,


"silahkan kak di cari,saya permisi dulu,karena saya masih mengerjakan tugas saya."kata dita sambil menunduk.


"oohh....iya terima kasih,maaf jadi merepotkan".kata irfan sambil senyum.


"iya kak sama-sama".ucap dita lalu berbalik menuju meja,setelah sampai dita pun langsung membereskan buku-buku yang berserakan di meja.


Sedangkan irfan yang sudah menemukan buku yang di cari,dia mau bergegas keluar dari pepustakaan,tapi terhenti karena masih melihat dita sibuk membereskan buku-buku di atas meja sambil tersenyum


itu cewek cantik juga,sopan lagi.bathin irfan,sambil terus memandangi dita.


Setelah beres,dita pun langsung keluar menuju aula,karna acara sudah mau di mulai.


Dita setengah berlari menuju aula,karena takut terlambat.dan tanpa sengaja dia menabrak seseorang di lorong sekolah.


"bruugghh.....aawww".pekik dita


"kamu tidak apa-apa?"tanya laki-laki yang di tabrak oleh dita,sambil menjulurkan tangannya pada dita untuk membantu dita berdiri.


"aahh iya saya tidak apa-apa kok kak".kata dita gugup,sambil menjabat tangan laki-laki itu.meski dita terbiasa berteman dengan anak laki-laki di sekolahnya,namun dita tidak pernah,terlalu dekat,karena dia merasah risih,kalo terlalu dekat dengan anak laki-laki.


"lain kali,kalau berjalan,hati-hati,jangan sambil menunduk."kata Ardi sambil mengembalikan buku-buku yang berserakan,karena dita menabrak ardi tadi.


"Mmaaf kak,saya sedang buru-buru."kata dita gugup.


"ya sudah..."kata ardi singkat,lalu pergi


"kok tumben banyak mahasiswa yang dateng ke sekolah hari ini".kata dita heran sambil berjalan.


sesampainya di aula tempat berlangsungnya acara.dita langsung bergabung di kursi sebelah sari,dan beberapa siswa yang berminat mempelajari tentang bisnis management,yang sudah di data oleh sari tadi.


Dann tanpa sengaja,dita melihat Ardi,irfan,dan beberapa mahasiswa,yang sudah duduk di kursi bagian depan.


"oohh jadi tadi yang ketemu di perpus dan depan lab itu mahasiswa pengisi acaranya".bathin dita sambil menatap mereka.dan tiba-tiba dita di kagetkan oleh suara sari.

__ADS_1


"dita...lo kenapa?,kok bengong?lo terpesona ya sama kakak-kakak mahasiswa yang ganteng-gantengya pake bingit itu".bisik sari pada dita,dengan ekspresi genitnya.


sari yang pada dasarnya,selalu hallu kalo liat cowok-cowok tampan diluaran sana.


"apa sih sar,jangan ngaco deh,tadi itu aku nggak sengaja ketemu sama mereka".ucap dita dengan nada dan ekspresi datar.


"haah..! serius lo?.tanya dita kaget.


"ketemu dimana? dan mereka siapa?."cerocos sari yang setengah tidak percaya,tapi juga penasaran.


"sssstttt....nggak usah pake teriak teriak sari."ketus dita.


"iya maaf.."jawab sari


"tadi pas waktu aku ngerjain makalah ini di perpus,aku nggak sengaja,ketemu sama kakak itu yang pake kemeja berwarna dongker itu" jelas dita sambil nunjuk irfan yang ada di depan sana.


"terus,waktu aku menuju kesini,didepan lab komputer,nggak sengaja aku nabrak kakak itu yang pake kemeja putih".jelas dita dan sambil menunjuk ke arah ardi dengan mukanya.


Dita yang terkejut langsung menatap dita dengan tatapan curiga,sambil. senyum menggoda dita.


dan dita langsung mengatakan kalo dita tidak tau kalo irfan dan ardi itu pengisi acaranya.


"apa sih sar,aku tuch nggak tau kalo mereka ternyata yang mengisi acaranya."jelas dita sambil membuka map berisi makalah,yang nanti akan di sampaikan di depan semua guru dan siswa yag hadir.


"waaahh kamu mimpi apa dita semalam,sampai hari ini kamu bertemu dengan dua malaikat secara bersamaan".ledek sari pada dita,yang di jawab tatapan tajam oleh dita,tapi sari hanya tersenyum menggoda.


tanpa di sadari oleh dita,Ardi yang duduk tak jauh dari dita berdiri,memperhatikannya dengan senyuman manis penuh arti.


'jadi namanya ardita nurmalasari....,cantik seperti wajahnya'bathin ardi


karena merasa heran dengan ardi,irfan yang hampir tidak pernah bertingkah laku seperti itu,menyenggolnya dengan siku.yang membuat ardi langsung sadar dengan apa yang dia lakukan.


"lo kenapa bro?"bisik irfan pada ardi


"aaahh nggak pa pa fan".jawab ardi yang kikuk.


dan mereka melanjutkan mendengarkan pidato dari dita dengan seksama.


Setelah selesai menyampaikan pidatonya sebagai perwakilan dari siswa,dita pun duduk kenbali di tempatnya.dan kini giliran ardi yang berpidato dengan gayanya yang cool dan tegas.


"oooowwhhh namanya Ardiansyah saputra."bathin dita sambil tersenyum.


yang lagi-lagi dapat tatapan menuntut dari sari.dita yang ditatap seperti itu langsung menunduk.


Setelah hampir dua jam,akhirnya acara pun selesai,dan karena hari ini tidak ada jam pelajaran tambahan,maka semua siswa dan siswi,di persilahkan untuk pulang.dan semua siswa yang ada disitu pun bersorak gembira.setelah acara selesai dita dan sari sgera menuju kelas,untuk mengabil tas mereka,sedangkan ada beberap siswa dan siswi yang minta berfoto para mahasiswa yang cantik dan keren itu.

__ADS_1


Sebenarnya sari juga ingin berfoto dengan mereka tapi dita yang tidak berminat,dengan alasan dia akan terlambat masuk kerha,akhirnya sari pin mengalah dan pergi bersama dita.


Dita memang melakukan pekerjaan paruh waktu,untuk membiayai sekolah dan kebutuhan dirinya,atau lebih tepatnya untuk membantu ibu ani,pengasuh panti yang di tempati dita.karena dita merasa tidak tega melihat bu ani kelelahan,meski secara materi panti asuhan dita tidak pernah kekurangan,dari segala kebutuhan,karena ada donatur tetap,yang menjamin keperluan panti.yang tak lain adalah Herman saputra ayah nya ardi.tapi semua penghuni dan para pengasuh panti,kecuali bu ani.


setelah sampai di rumah dita bergegas masuk kamarnya,dan berbaring di kasur,karena kelelahan,akhirnya dita pun tertidur,bu ani yang belum melihat dita dari tadi,akhirnya pergi kekamar dita.


"tok tok tok....ditaaa....kamu sudah pulang nak?"panggil bu ani


dita yang merasa ada yang memanggil akhirnya bangun dan membukakan pintu dengan wajah yang mash ngantuk.


"cekrrrreekk...iya bu..?"jawab dita dengan suara yang masih serak,khas bangun tidur.


bu ani pun tersenyum.


"maaf nak ibu mengganggu kamu,"ucap bu ani sambil membelai rambut dita.


"nggak pa pa kok bu,dita juga udah bangun,"jawab dita sopan.


"ada apa bu memangnya sampai ibu mencari dita?"tanya dita karena merasa bu ani ingin menyampaikan sesuatu.


"nggak apa apa nak,ibu cuma mau mengingatkan sama dita,kalau hari ini jangan sampai lupa pergi ke makan mamah sama papah dita ya..?jelas bu ani pada dita.


dan dijawab anggukan oleh dita.


"iya bu dita ingat kok"jawab dita sambil tersenyum.


Juah dilubuk hati dita,dia sedih karena mengingat kejadian sepuluh tahun silam,yang meenggut nyawa kedua orang tuanya,karena banjir bandang yang tiba-tiba saja datang.


Flashback on


Siang itu matahari sangat terik,tidak seperti biasanya,dita yang berusia 7 tahun,sedang asyik bermain di halaman rumah,dengan mainan kesayangannya yaitu boneka beruang.


karna hari itu hari sabtu,jadi kedua orang tua dita tidak bekerja,papahnya yang bernama Ferdy husain sedang menonton tv di dalam,dan mamanya yang bernama Larasati yang sedang memasak di dapur,di kagetkan dengan getaran hebat,dan teriakan orang-orang diluar sana,dita yang sedang asyik bermain langsung berdiri dan memandangi orang orang yang berlarian menyelamatkan diri,sedangkan orang tuanya yang didalam panik mencari dita.namun dita tidak mendengar panggilan dari orang tuanya.karena yang mamah papahnya tau,kalo dita sedang tidur siang,namun dita tidak ada di kamarnya,akhirnya sang papah yang tadi tidak sengaja melihat anaknya sudah bangun dan pergi membawa boneka kesukaan keluar rumah,papahnya pun langsung lari ke halaman rumah,langsung memeluk dita,dan menggendongnya berlari menyelamatkan mereka,namun tiba-tiba air yang sangat deras menerjang rumah dan menyeret semua benda yang di lalui oleh air itu,karena terlalu lelah mamah dan papah dita,mereka melambatkan larinya,dan tanpa mereka sadari air bah itu menyeret mereka berdua dengan seketika,dita yang tadi di dudukan di sebuah almari kayu,yang ada di tepi jalan,hanya bisa menangis dan memanggil mamah dan papahnya,yang sudah hilang terbawa air bah tersebut.Dan dita yang masih menangis dan ketakutan itu hanya bisa berpegangan erat pada pinggiran kayu yang dia duduki sambil menangis dan minta tolong.setelah beberapa jam,akhirnya banjir itu surut,dan tim penyelamat yang di kerahkan,langsung menyisir tempat kejadian untuk mencari korban.


Dita kecil yang lelah,takut,dan sudah kedinginan itu hanya meringkuk dengan badan yang sudah menggigil,beruntung dia segera di temukan oleh tim penyelamat dan segera di larikan kerumah sakit,karena hampir saja mengalami hypotermia,sedangkan mamah dan papah nya sudah di makamkan malam itu juga,karena mereka tidak sengaja membawa identitas mereka,pada saat ingin menyelamatkan diri.


Flashback off


Dita yang sudah satu jam duduk di depan pusaran mamah dan papahnya itu hanya bisa menangis dan mengirimkan doa untuk kedua orang tuanya,yang sudah pergi menghadap sang ilahi.


"Mamaahhh...dita kangen mamah ...hiks...hiksss....hiksss..."isak dita sambil membelai batu nisan milik mamahnya.


"papaah...dita sayang papaah hiks..dita pengen peluk papah hiks...hikss...."sambil membelai batu nisan milik papahnya


meski orang tuanya bekerja,tapi duta tidak pernah merasa sendiri,karena mamah dan papahnya selalu mengajarkan dita,agar tidak bergantung pada orang lain.mereka selalu ada untuk dita,dan selalu mengingatkan dita agar bisa menjaga diri meski suatu saat orang tuanya telah tiada,dan benar saja,setelah kepergian orang tuanya,dita selalu mengingat pesan pesan yang sellu di sampaikan orang tuanya,tetutama pesan dari sang mamaah.

__ADS_1


hai readers,jangan lupa untuk like,vote dan komen yaa,biar authornya makin semangatšŸ¤©šŸ¤—


__ADS_2