
Bulan demi bulan berganti,hari demi hari telah berlalu,dan kehidupan Ardi maupun Dita,berjalan seperti biasa,Ardi yang masih sibuk urusan kantor,dan sesekali ke kampus untuk kuliah,begitu juga dengan dita kuliah di siang hari,dan bekerja di malam hari,dita bertekad kalaupun tidak bisa mencapai apa yang dia cita cita kan,setidaknya dia bisa menuntaskan pendidikan S1 nya,yang tinggal beberapa bilan lagi
Dita yang kini sudah memasuki semester akhir,semakin sibuk,karena harus bolak balij menghadap kepada dosen pembimbing untuk berdiskusi,mengenai skriosi yang sebentar lagi di serahkan,dan tinggal menunggu pengumumannya.
selama dita menyusun skripsinya,dita beberapa kali bertemu dengan ardi juga bagas,yang membuat mereka mengenal satu sama lain,meski hanya sekilas,yang membuat baik ardi,dita dan juga bagas tau bahwa waktu kecil dita dan bagas pernah satu pamti,sebelum bagas di adopsi oleh orang kya,yang kini menjadi orang tuanya.
Dan hari ini adalah hari terakhir dita bertemu dengan dosen pembimbingnya,dan tinggal menunggu pengumumannya saja,dan dita tidak sabar,untuk segera lukus dan mendapat pekerjaan yang sesuai dengan skillnya,meski bukan menjadi seorang sekretaris.karena hampir 4 jam dita berdiskusi dengan dosen pembimbingnya,membut dita kehabisan tenaganya sekarang.dita yang akhir-akhir ini kurang istirahat karena harus menyelesaikan skripsi juga harus bekerja,seolah sudah tidak punya tenaga lagi untuk berjalan,tapi bukan dita namanya kalo harus menyerah,dengan langkah cepat dita pergi ke kantin,sesampainya dita langsing memesan makanan dan juga minum,berhubung masih jam kuliah,jadi kantin itu sedikit sepi,meaki masih ada beberapa mahasiswa yang duduk,dita memilih duduk di kurai bagian pojok,dekat taman.tanpa pikir panjang,dita langsung memakan dengan lahap,seolah olah sudah beberapa hari dia tidak makan.dan hari ini sari sedang sibuk maka dita makan sendiri,saking lahapnya dit tidak sadar kalau Ardi sedah duduk di sebelahnya,yanga mana langsung membuat dita terlonjak kaget.
"astaga....kak ardi ngapain disini? tanya dita yang membuat ardi gemas dengan tingkah dita
"barusan,kamu lahap banget sih makannya,kayak orang kelaparan."timpal ardi sambil tersenyum
"emang aku lagi kelaparan kak".jawab dita yang masih melanjutkan makannya.
"nggak maksud aku,kamu abis ngapain kok sampe segitu lahap makannya,"imbuh ardi
"iya soalnya tadi pagi buru buru,sampe nggak sempet sarapan,"
"ooohh pantes..."jawab ardi
"kakak ngapain ke kantin,tumben?"tanya dita heran,pasalnya ardi tidak pernah pergi kekantin
"lagi nungguin temen,yang lgi ada kelas"jawab ardi
"kamu sendiri,tumben"timpal ardi
"iya..aku abis diskusi sama dosen pembimbing,buat pengajuan skripsi,dan hari ini yang terakhir,jadi agak lama gitu,sampe aku kelaperan,"jelas dita,yang sudah habis makanannya.
"wah bentar lagi wisuda dong?"kata ardi
"iyah nih,nggak kerasa aja,udah mau wisuda"jawab dit
"terus mau langsung kerja apa lanjut?"tanya ardi penasaran.
"pengennya sih kerja..tapi tinggal liat aja nanti,"jawab dita
"kok lesu gitu jawabnya?kenapa ada yang kau pikirin?tebak ardi
"nggk sih,cuma masih bingung mau kerja tapi masih belum nemuin yag tepat."jawab dita smbil tersenyum.
"oh gitu,ya uda sabar aja,nanti juga pasti nemu kok"kata ardi menyemangati yang di jawab senyum oleh dita.
"dit...kamu hari minggu ada waktu nggak?"tanya ardi
"emmm....kayaknya nggak deh,kenapa kak?"jawab dita
"mau nggak temenin aku beli buku?"ajak ardi,
"emmm...boleh,kebetulan aku juga lagi libur kerja".jawab dita
"terus aku juga kebetulan mau nyari buku juga".imbuh dita,
"kalo gitu aku jemput kamu ya jam 10,gimana?"tawar ardi
"kayaknya nggak usah jemput deh kak,ketemu aja di caffe deket toko buku,gimana?"kata dita memberi ide,memang selama ini,dita selalu menolak,jika ardi ataupun bagas ingin mengantarnya pulang,dengan alasan takut difitnah kalo ada yang melihatnya.
__ADS_1
"ya udah kalo gitu,"jawab ardi menyetujui,karena ardi sudah tau alasannya.
"oke"jawab dita sambil mengacungkan jempol.
"ya udah aku duluan ya,udah ditunggu soalnya"kata ardi,dan melambai samnil senyum pada dita,dan di angguki oleh dita.
Dita hanya menganggap ardi sebagai kakak tingkatan nya maka,dita bersikap santai,dan tidak menggubris bisikan bisikan dari para mahasiswa yang membicarakan tentang mereka,karena bagi dita,semakin banyak teman maka,akan semakin mudah dia terbiasa dengan keramaian.
Hari minggu pukul 10,dita sudah duduk didalam cafe,tempat mereka janjian,dengan ditemani secangkir capuccino yang menemani,karena diluar kebetulan lagi hujan rintik-rintik,yang membuat suasana akan sangat romantis jika sedang bersama pasangan,dita yang seakan tersihir dengan jalan cerita dari novel yang sedang dia baca,apalagi dengan ditemani suasana luar yang mendukung,membuat dia terhanyut,yang membuat dita sadar dengan kedatangan ardi.Ardi yang sudah duduk di hadapan dita,memperhatikan setiap gerakan mata dita yang mengikuti setiap barisan-barisan kata didalam novel,membuat ardi makin terkesima,setelah cukup lama memperhatikan dita,ardi pun memilih menyapa dita.
"ekheeemmmm....fokus banget sih bacanya,sampae aku di cuekin."goda ardi,yang langsung membuat dita terlonjak kaget
"astaga....kak ardi ngagetin dita".balas dita sambil mengelus dada.
"abisnya serius banget bacanya,sampe nggak perduliin orang sekitar."senyum ardi
"he he he he...maaf ya kak,"ucap dita salah tingkah
"iyah nggak papa,ya udah yuk,ntar keburu siang."ajak ardi pada dita.karena mengingat hari ini hari libur,pastinya toko buku akan lebih ramai dari biasanya,dan itu membuat ardi merasa tidak nyaman,karena ardi pyn tidak terlalu suka dengan keramaian.
Tak lama kemudian,mereka sudah sampai,di tempat yang mereka tuju,dan ardi sedang memakirkan mobilnya,setelah selesai parkir mereka turun,dan langsung masuk ke toko tersebut.
Ketika mereka sedang mencari buku masing-masing,tiba-tiba ada suara yang memanggil nama ardi.seketika ardi dan dita menoleh ke arah asal suara.
"Ardiii...kan?"tanya wanita itu meyakinkan
"saraahhh...."kata ardi terkejut,namun masih dengan raut muka yang datar.
"wah lagi ngapain? udah lama ya kita nggak ketemu."kata sarah bahagia
bukannya menjawab pertanyaan sarah,malah dia bertanya balik pada sarah dengan suara dingin.
tanya ardi
"eemmm kangen aja,sama udara diindo ar,"jawab sarah,yang merasa heran dengan pertanyaan ardi,karena yang sarah kenal adalah,ardi yang lemah lembut hangat,jika sedang berbicara dengan sarah.
karena merasa mengganggu dita yang sedari tadi diam di samping ardi,memilih untuk menjauh,namun belum juga beranjak,ardi sudah menangkap tangan dita,yang membuat dita maupun sarah kaget.
"ini siapa ar?"tanya sarah yang merasa heran dengan tingkah ardi,karena sebelumnya ardi tidak pernah sedekat itu pada cewek selain dirinya.
"oh iya sar,kenalin ini dita...calon istri aku."sontak membuat dita dan sarah menatap ardi tajam.
"yang benar saja ar,...sejak kapan kamu mulai tertarik dengan cewe lain,selain aku."kata sarah dengan percaya diri.
"iya sarah..aku serius,dan masalah sejak kapan,mungkin aku sudah lama,sampai aku lupa kapan aku mulai jatuh hati dengannya."jelas ardi
dan dita hanya diam,karena dia masih bingung dengan suasana yang terasa makin canggung.
"heeh...tidak mungkin ar,kamu secepat itu melupakan aku."jelas sarah yang belum bisa percaya dengan apa yang di katakan ardi barusan.dan dengan rasa kecewanya,sari langsung pergi dengan memberikan tatapan sinis juga penasaran pada sosok dita,yang sudah berhasil menggeser kedudukannya di hari ardi.
Dita yang mendapat tatapan itu,membuat hatinya gelisah,melihat dita yang gelisah,langsung mengajak pergi dari toko,dan mengajak dita ke suatu tempat,untuk menjelaskan semuanya,dan tujuannya mengajak dita ke toko buku,itu adalah alasan agar ardi bisa mengutarakan perasaan dan niatnya melamar dita.
Sepanjang perjalanan dita hanya diam,dan lebih memilih menatap jalan,namun dengan fikiran yang masih mencerna kata-kata ardi di toko buku tadi.
setelah sampai di sebuah danau buatan,dan cukup nyaman untuk membicarakan sesuatu yang penting,dengan suasana alam yang masih asri dan sejuk,membuat siapa saja yang datang akan merasa nyaman.
__ADS_1
"ditaaa...."suara ardi memecahkan suasana yang sejak tadi hening selama perjalanan.dita menoleh tanpa bersuara
"ayo keluar,saya akan jelaskan sama kamu."ajak ardi
setelah dirasa cukup nyaman dengan tempat mereka duduk ardi mulai menjelaskan pada dita alasannya mengatakan apa yang dia dengar tadi di toko buku.
"sebelumnya aku meminta maaf dita,karena saya mengtakan tadi didepan sarah,bahwa kamu adalah calon istri saya."ardi diam sejenak,dan dita pun masih setia diam dan mendengarkan setiap kata yang di ucapkan oleh ardi.
"tapi saya serius dita dengan perkataan saya tadi,saya ingin melamar kamu sebagai istri saya."jelas ardi,yang membuat dita semakin kaget dan tidak percaya,namun dita masih diam
"jujur saya sudah lama memendam perasaan saya,sejak pertemuan kita di sekolah kamu dulu,sejak itulah,saya merasa nyaman ketika saya memikirkan kamu,meski selama ini saya sibuk dengan pekerjaan saya di kantor,tapi pikiran saya tidak bisa lepas dari bayangan kamu,saya mohon pada kamu dita,saya sayang sama kamu,saya juga mencintai kamu,bahkan saya merasa kesal ketika saya melihat kamu sedang berbicara dengan laki-laki lain,saya merasa tidak rela jika,kamu bisa sedekat itu dengan laki-laki lain,sedangkan saya tidak bisa,mungkin kamu berfikir saya terlalu egois,tapi itulah kenyataanya dita,saya tidak rela jika kamu harus jadi milik orang lain."panjang lebar menyatakan perasaannya pada dita.
Setelah mendengarkan penjelasan ardi tadi,dita menarik nafas,dan mulai bersuara.
"kak...sebelumnya dita terima kasih sama kakak,karena udah sayang sama dita,jujur...dita juga kagum sama kakak,sejak melihat kakak jadi pengisi acara di sekolah dita dulu.dita tidak memungkiri,kalau dita pun mempunyai persaan yang sama seperti kakak,tapi dita sadar kak,kalo itu tidak aka mungkin jadi kenyataan,karena kita itu berbeda,dita sadar perbedaan antara dita dan kak ardi itu sangatlah jauh.dita tidak mau orang lain kecewa karena ada nya dita.dita tidak mau merusak kebahagiaan mereka kak..."jelas dita
"saya mengerti perasaan kamu dita,tolong percaya sama saya,saya ingin menjaga juga melindungi kamu,dan tentang status kita,kamu jangan khawatir,karena keluarga aku,tidak pernah membedakan status seseorang,percayalah dita..."mohon ardi yang sudah menggenggam erat kedua tangan dita sambil bejongkok di depan dita,di temani dengan hembusan angin,alam seolah mengerti dengan perasaan dua sejoli ini.
"tapi kak...dita takut..."ucap dita sambil menunduk.
"kamu tidak usah takut,ada aku disamping kamu"kata ardi meyakinkan.ada sedikit rasa tenang dalam diri dita,yang membuat dia yakin untuk menerima ardi.
"baiklah...dita akan menerima kakak."kata dita malu-malu.
"terima kasih banyak dita,saya akan berusaha agar kamu bahagia,"ucap ardi sambil memeluk dita dengan bahagia.
"setelah ini,kerumah aku,aku akan mengenalkan kamu sama keluarga aku."ajak ardi antusias.
"tapi kaak....dita takut."ucap dita
"kamu tenang aja,semuanya akan baik baik saja,percaya sama aku."ardi meyakinkan
Dengan yakin akhirnya ardi dan dita,memutuskan pergi ke rumah orang tua ardi,yang sebelumnya ardi sudah menelfon orang tuanya ada yang ingin ardi bicarakan dengan kedua orang tuanya,dan orang tua nya mengiyakan,mesku bingung dengan anak bungsu nya yang tiba-tiba ingin membicarakan sesuatu dengan mereka.sepanjang perjalanan tak henti-hentinya ardi tersenyum sambil menggenggam tangan dita.dita yang baru kali ini menjalin dengan seorang cowok,masih malu-malu.
Sesampainya disebuah rumah yang cukup mewah itu,ardi memarkirkan mobilny di garasi rumah nya,dan brgegas masuk kerumah,setelah membukakan pintu mobil untuk calon istrinya itu.
sedangkan dita yang tegang,mengeratkan genggamannya,yang membuat ardi meyakinkan dita dengan anggukan kepala.ketika sampai di dalam,mereka sudah di sambut ramah oleh papah herman,mamah andriani dan juga bang andra,dita semakin gugup.sesampainya di ruang keluarga,ardi mengenalkan dita,dita dengan gugu menyalami kedua orang tua ardi,juga abangnya.mereka dipersilahkan untuk duduk,dan tak lama kemudian asisten rumah tangga mereka datang menyuguhkan minuman dan juga makanan ringan.setelah kepergian art mereka,papah herman membuka suaranya dengan tegas,namun tetap dengan hati-hati.
"maaf nak dita..kalau om menanyakan sesuatu yang mungkin sedikit pribadi sama kamu".kata papah herman hati-hati
"iyaaa om..silahkan,"kata dita mengijinkan,sambil menatap papahnya ardi sekilas,lalu menunduk lagi
"apakah orang tuamu masih lengkap?"tanya papah herman ragu
"maaf om,papah dan mamah saya sudah meninggal sedari saya masih kecil om,"jawab dita dengan suara bergetar menahan air matanya.
"maaf om membuat kamu sedih nak,om tidak bermaksud membuat kamu sedih"katanya papah herman sedikit merasa bersalah
"tidak apa-apa om,karena cepat atau lambat mereka akan menanyakan itu pada saya."jawab dita yang sudah mulai tenang.
"terus selama ini kamu tinggal dengan siapa?"tanya papah herman lagi
"setelah kepergian orang tua saya,saya di asuh di panti asuhan,dekat tempat tinggal saya om"jelas dita,yang mana membuat mamah andriani terharu,dan langsung memeluk dita,seolah tahu apa yang sedang di rasakan oleh calon menantunya itu.dita yang mendapat perlakuan itu sontak kaget,dan juga bahagia,karena yang terjadi ini bertolak belakang dengan apa yang di bayangkan.setelah memeluk calon menantunya itu,mamah andri sapaannya,menoleh ke arah suaminya dan papah herman menjawab dengan anggukan mantap,seolah tau apa yang akan di tanyakan istrinya itu.
"jadi apa kalian sudah benar-benar mantap akan menikah?"tanya papah herman meyakinkan.
__ADS_1
"iya kita siap pah mah."jawab ardi mantap.
dan obrolan mereka di akhiri dengan makan malam yang hangat.