Sebuah Do'A Untuk MamaKu

Sebuah Do'A Untuk MamaKu
part jawaban


__ADS_3

Setelah acara makan malam dengan keluarga ardi,dita diantar pulang oleh ardi.Meski suasana cukup santai dan terkesan hangat,namun tak bisa di pungkiri oleh dita kalau dia merasa gugup.Meski mereka bersikap ramah kepada dita,namun mereka harus memikirkan keputusan ardi yang terkesan sangat mendadak.


Setelah mengantar dita,ardi kembali kerumah,dan sesampainya dirumah,ardi yang mengerti kekhawatiran dita langsung menghampiri kedua orang tuanya juga abangnya di ruang keluarga.


"Ayolah mah...pah....jangan buat dita merasa tidak pantas bahagia"mohon ardi pada orang tuanya


"papah bukannya mau membuat nak dita itu tidak pantas bahagia,tapi papah rasa kamu harus memikirkan matang-matang dengan keputusan kamu untuk menikah ardi,karena kau tau bahkan sampai sekarang abangmu ini belum pernah sekalipun membawa teman wanitanya kerumah,dan tiba-tiba kamu membawa anak gadis kerumah,dan mengatakan kalo akan menikah dengan nya,apa kamu akan ngelangkahin abangmu?"jelas Hermawan saputra kepada putranya itu.


"karena ardi sangat mencintainya pah,ardi tidak rela jika suatu saat ardi akan melihat dita bersama dengan orang lain,ardi nggak bakalan sanggup pah,ardi ingin buat dita bahagia bersama ardi pah,ardi mohon restuin kami pah...mah..."jawab ardi meyakinkan orang tuanya.


"kamu taua kan ardi,pernikahan itu bukan hal yang main main?"tanya papahnya serius


"iya ardi tau pah,makanya ardi ingin segera menikahi dita,supaya tidak akan ada laki-laki yang mendekati dita pah."ucap ardu meyakinkan.


"ya sudah lebih baik kamu istirahat,istirahakan dulu fikiran kamu,agar besok bisa siap menerima menerima keputusan mamah sama papah."ucap tegas papahnya


"kenapa harus besok sih pah.."protes ardi


"karena papah sama mamah juga harus berdiskusi dulu,agar tidak salah dalam mengambil keputusannya ardi."tegar hermawan kepada anak bungusnya.dan berlalu kekamar,begitu juga dengan andra dan mamahnya,sesampainya dikamarnya hermawan dan andriani tertawa karena berhasil membuat anak bungsunya itu cemberut,dan hampir frustasi.


Ardi berjalan gontai menuju kamarnya,ardi tidak menyangka jika orang tuanya akan bersikap seperti itu,yang menganggap dita tak pantas untuknya karena status yang berbeda dengannya.


dikamar orang tua ardi


"nggak nyangka ya pah,anak kita yang dulu hanya memuja sarah,kini bertekuk lutut sama dita,gadis sederhana dan tak banyak tingkah."puji andriani pada dita


"papah cuma mau membuktikan,sebesar mana ardi mencintai dita,karena papah nggak mau,gadis sebaik dita itu dirusak sama kelakuan anak itu."jawab hermawan sambil tersenyum yakin.


"tadi mamah udah was was lho pah,takutnya papah bener nggak ngrestuin mereka,tapi ternyata papah cuma mau ngetes dia."


"kenapa papah nggak setuju sama dita,dia gadis baik,apalagi dia di didik sama orang yang hebat,seperti astriani,papah yakin mah,kalo dita jauh lebih baik dari pada sarah,meski sarah anak dari rekan bisnis papah."jelas hermawan


"ya udah mamah telfon ranti dulu buat persiapan besok ya pah,"izin andriani yang di jawab anggukan oleh suaminya.


Sedangkan ardi yang gelisah memikirkan jawaban apa yang akan diterima besok dari orang tuanya,membuat ardi enggan menghubungi dita,dia khawatir dengan dita yang akan kecewa.hingga larut malam ardi masih bergelut dengan pikirannya,dan tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 03.25,dan ardi memutuskan untuk memejamkan mata,meski sedikit sulit,tapu akhirnya berhasil.begitu juga dengan dita.


Matahari masih enggan untuk menampakkan sinarnya,tapi seorang wanita cantik itu sudah mulai sibuk dengan kotak kotak parcel yang berisi berbagai macam,mulai dari pakaian hingga buah-buahan.dan tak lupa juga sebuah cincin couple yang sederhana namun elegan.satu persatu bingkisan parcel itu selesai,dan sedang di susun di dalam mobil.setelah semuanya selesai tinggal dirinya yang akan bersiap.


Tanpa tersa waktu sudah menunjukkan pukul 07.30 wib,ardi yang semalam tidur hingga larut malam,masih engan untuk bangkit dari alam mimpinya.dan tiba-tiba suara pintu terbuka.


"braaakk....ardi ayo cepat bangun,nanti bakal telat ketempat acaranya".teriakan mamanya sukses membangunkan ardi dari alam mimpinya.


"apa sih maahh...ardi masih ngntuukk."oceh ardi dengan mata masih tertutup.dan tiba-tiba..


"sreeeett...gedebug....awwww."pekik ardi yang jatuh dari tempat tidur.


"cepetan ardi....mamah udah gedor gedor pintu kamu dari subuh,tapi kamu nggak bangun bangun juga,kamu mau ikut nggak sih ar..?omel sang mamah

__ADS_1


"ikut kemana sih,orang masih pagi juga,lagian mamah sama papah mau kemana kok udah rapi gitu?"tanya ardi heran


"makanya kamu buruan mandi terus siap siap,itu mamah udah siapin bajunya di depan lemari."ujar sang mamah.


"kenapa harus sama ardi sih,kan ada bang andra?"protes ardi


"ya udah nanti kalo diembat sama abang kamu,kamu jangan nyesel ya ar.."ledek mamahnya.ardi yang tidak tau apa apa hanya menjawab..


"yaudah embat aja.."jawab ardi ketus


"udah buruan ardiiii...."teriak sang mama


"iya iya mamah bawel."lirihnya yang masih terdengar oleh andriani


"apa ! kamu bilang mamah bawel,dasar anak kecil,berani beraninya bilangin mamah bawel"ejek mamahnya


"iya iya mamah ku yang cantik...kayak bidadari..."rayunya sambil cengengesan dan belalu ke kamar mandi,sebelum jutak kan sang mama mendarat mulus di kepalanya.


Dita yang tidak tahu,kalo sebentar lagi,akan ada tamu penting yang datang,


sehingga dia hanya duduk manis di taman belakang,menikmati pemandangan dengan beberapa anak panti yang sedang bermain,dan tertawa lepas,namun fikiran dita sedang menerawang,dan membayangkan jika hubungannya dengan ardi tak direstui oleh orang tua ardi,dita hanya bisa pasrah,dan siap mengubur dalam dalam perasaannya untuk ardi.hingga dita di kagetkan oleh tepukan farsya.


"mba dita kenapa kok melamun?"tanya farsya riang


"eh ...kamu sya,nggak kok,mba melamun,kenapa emangnya sya?"jawab dita mengalihkan pembicaraan.


"oohh ada apa ya sya,kan masaknya juga udah selesai."


"nggak tau mba"jaeab farsya sambil mengedikakn bahu dan berlau.Dita beranjak untuk menemui bu ani di ruang kantornya.


"tok tok tok...permisi bu,ibu panggil dita?"tanya dita setelah mengetok pintu kantor bu ani yang terbuka.


"ehmmm iya dita sini,ada yang ibu mau bicarain sama kamu,sini duduk dulu."ajak bu ani dan mereka duduk di sofa secara berdampingan


"gini dita,semalam ibu dapat amanat dari taman ibu,kalo dia ingin mencarikan istris untuk anaknya,beliau meminta sama ibu untuk mencarinya,awalnya ibu bingung namun setelah ibu pikir-pikir nggak ada salahnya kalo di coba dulu,nah ibu rasa kalo dita lebih siap,karena dita juga sebentar lagi sudah luluskan,dita tau kan maksud ibu..?jelas bu ani pada dita.


"tapi bu,apa itu nggak terlalu buru-buru bu,maksud dita,dita belum pernah ketemu apalagi kenal dengan orangnya bu,lagian jujur aja bu,sebenarnya dita juga sedang menunggu jawaban dari keluarganya bu,seseorang yang dita syang dari dulu bu,."jelas dita tanpa mau menyakiti perasaan bu ani.


"ibu mengerti perasaan dita,ibu juga tidak akan memaksa dita,untuk menerima perjodohan ini,semuanya ada ditangan dita,ibu hanya mau dita bahagia,"ucap bu ani sambil mengelus rambut dita dengan sayang.


"maafin dita bu,dita nggak bermaksud buat kecewain ibu."kata dita sambil menunduk


"nggak apa apa dita,ibu pikir dita belum punya calon,makanya ibu mau kenalin dita sama anak temennya ibu."balas bu ani dengan senyum


"tapi nanti tolong ya nak,kamu temuin mereka,meski sebentar,jelaskan sama mereka kalo dita memang nggak bisa menerima lamaran anak mereka."pinta bu ani lembut,dan di angguki oleh dita.


"iya bu,dita minta maaf"ucap dita dengan lirih.

__ADS_1


"ya sudah,sekarang jangan di fikirkan lagi,mending dita sekarang siap-siap,itu ada bingkisan buat dita,tolong dil liat dulu ya.


"memangnya dari siapa bu?"tanya dita bingung


"dari ibu nak,meski cuma silahturahmi,alangkah baiknya jika kita menghormati mereka,ya kan?"rayu bu ani pada dita


"kenapa ibu beli baju buat dita,kan dita masih ada baju bu."kata dita


"uda nggk papa,sekarang lebih baik dita siap siap,nanti keburu dateng lho tamunya."jelas bu ani,sambil mengganding dita keluar dari ruangannya.


flashback on


Setelah selesai menghubungi sekertarisnya,kini andriani sedang astriani,yah atau bu ani.


"asslamualaikum mba ani..."sapa andriani


"walaikumsalam ndri,ada apa yah,tumben malem-malem telfon.?"tanya bu ani


"begini mba,tadi sora anak saya yang bungsu pelang kerumah bawa anak gadis mba,,,,saya awalnya nggk tau itu siapa,sapai akhirnya dia memperkenalkan kalo dia adalah ardita nurmalasari.seketika aku kaget dong mba,karena tau siapa sebenarnya gadis itu.dan yang lebih kagetnya lagi,mereka meminta restu mau nikah bulan depan.


"ah yang benar ndri,kamu nggak salah orang,yang namanya itu kan banyak ndri,bukan cuma satu aja,."


"ya allah mba,aku yakin lah,dia juga menjelaskan siap dia,jadi udah nggak salah lagi,kalo memang dita yang mba ceritain sama saya"


"terus keputisan kalian gimana?"


"ya apalagi,lanjutin aja,kenapa nunggu lama lama,"gimana mba?"


"aku sih ikut kamu aja ndri,asal mereka bahagia juga nyaman,insya allah aku ikhlas kok"


"oke,besok jam 9 kita dateng ya mba buat acara lamaran,tapi mba,aku mohon jangan kasih tau dita maupun ardi ya,"


"lho kenapa ndri?"


"yah biar seru aja,kata mas hermawan,mau lihat seberapa seriusnya ardi sama hubungannya itu"


"ya udah kalo gitu,aku setuju aja sih ndri sama kalian.terus persiapannya gimana,kan dadakan ndri,mana aku belum belanja tadi."


"udah mba nggak usah khawatir,sebenyar lagi ranti dateng bawa baju buat mba sama dita,gimana mba?"


"oh ya udah,aku ngikut aja,ya udah kalo gitu aku siapin apa yang perlu aku siapin ya ndri"


"iya mba,ya udah aku juga mau istirahat biar besok freesh..assalamualikum mba".


"walaikumsalam".


***flashback off***

__ADS_1


__ADS_2