
3 bulan kemudian
Tiga bulan sudah berlalu,dan selama tiga bulan itu baik dita maupun Ardi tidak pernah bertemu,dan kini dita sudah selesai ujian,tinggal menunggu pengumuman,dan hari yang ditunggu pun tiba,
semua siswa sudah duduk di kelas masing-masing,dengan perasaan yang dag dig dug,para siswa itu menantikan kelulusan mereka yang sudah ada ditangan mereka,semua siswa dan siswi sudah memegang amplop putih di tangan mereka masing-masing,dan tinggal menunggu aba-aba dari sang guru untuk membuka.
"saya merasa bangga dengan kalian yang sudah bekerja keras selama tiga tahun,untuk menyelesaikan kewajiban kalian sebagai siswa dan siswi,saya berharap dengan hasil yang sudah kalian capai selama ini,membawa kalian pada masa depan yang cerah,dan membanggakan kedua orang tua kalian juga guru-guru yang sudah mengajar kalian selama tiga tahun".ucap bu vivi wali kelas dita sambil meneteskan air mata haru dan bahagia.
semua siswa meneteskan air mata haru,mendengar penuturan wali kelas mereka.
"baiklah saya hitung sampai tiga, satu...dua.....tiigaa..."seru bu vivi sambil tersenyum
Dan seketika kelas yang sedari tadi hening kini berubah menjadi riuh,dengan suara suara yang bermacam macam,ada yang teriak,ada yang menari dan ada juga yang menangis bahagia,begitupun dengan dita dan sari,mereka berpelukan sambil terisak.
"kita lulus saaarr."ucap dita sambil terisak dipelukan sari sahabatnya
"iiiya dit hiks....hiks...hiks...." jawab sari sambil terbata bata.
"baiklah ibu ucapkan selamat kepada kalian semua,karena hasil ujian kalian sangat memuaskan"..ucap bu vivi sambi meneteskan air mata.dan berlalu pergi keluar ruangan,di sambut tepuk tangan meriah oleh seisi kelas.
Diluar kelas,tepatnya di halaman sekolah semua siswa dan siswi sudah berkumpul dengan balon putih masing-masing,karena ini adalah merupakan wujud rasa syukur dan kebahagiaan,setelah mendengar aba-aba dengan serentak mereka melepaskan balon keudara,sambil bertepuk tangan.
selepas acara melepas balon,kini siswa dan siswi saling berjabat tangan dengan para guru.
Acarapun berakhir,dan siswa siswi pun membubarkan diri.di perjalanan pulang dita dan sari masih ngobrol sambil sesekali tertawa,menampakkan kebahagiaan di wajah mereka.
"terus rencana kamu gimana dit setelah lulus?"tanya sari pada dita
"belum tau saarr,mungkin untuk sementara aku kerja dulu,sambil mengumpulkan biaya buat masuk kuliah,"jawab dita dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan.
"lhoo bukannya kamu bisa masuk lewat jalur beasiswa dit?"tanya sari pada dita
"iya sich...tapi kan aku juga harus punya tabungan buat beli perlengkapannya,dan itu nggak sedikit loh sar?"jawab dita menjelaskan.
__ADS_1
"memangnya kamu mau kuliah dimana sar,?"tanya sari lagi
"pengennya sich keluar kota sar,tapi kayaknya nggak mungkin."jawab dita
"kenapa harus keluar kota kalo disini juga ada universitas yang bagus,juga ada jurusan sekertaris dit?"
Dita memang ingin masuk ke jurusan sekertaris.
"iya juga sich sar".jawab dita bimbang
"ya udah kalo gitu kamu segera aja daftar,sebelum nyesel lho nanti"ledek sari.yang di jawabi senyum dan anggukan dita,karena mereka nanti akan mangambil jurusan yang berbeda,meski satu kampus,dita ambil jurusan sekertaris,sedangkan sari ambil jurusan bisnis,karena kemauan sang ayah,supaya sari bisa meneruskan bisnis ayahnya.
Tak terasa waktu cepat berlalu,kini dita yang sudah resmi menjadi mahasiswa di salah satu universitas yang cukup terkenal.tentunya dengan jurusan yang di ambil oleh dita,meski berbeda jurusan tapi sari dan dita masih berteman baik.
siang ini seperti biasah mereka janjian ketemu di kantin but makan siang.
"Ditaaa sorry ya nunggu lama".ucap sari mengaggetkan dita yang sedang melamun
"kamu kenapa,kok melamun gitu?"tanya sari yang udah duduk di hadapan dita.
"nggak pa pa kok,cuma lagi mikirin tugas aja yang semakin hari makin banyak he he he..."jawab dita bohong
"oooohhh kirain kamu lagi ada masalah"jawab sari
"eh eh eh dit kamu ingat nggak waktu kita masih di sma dulu,sama anak ank mahasiswa yang ngada acara di sekolah kita?"tanya sari bersemangat pada dita
"iyah kenapa?"jawab dita datar
"tau nggak ternyata mereka kuliah disini lho dit".jawab sari bersemangat.
"oooooooo".jawab dita singkat
"kok oh doang sii!"ketus sari dengan mukanya yang cemberut.
__ADS_1
"terus aku harus jawab apa?"tanya dita tanpa ekspresi
"aku nggak sadar ternyata aku satu jurusan sama cowok yang waktu itu kamu ceritain,yang katanya ketemu di kampus dan di depan lab."jelas sari panjang lebar
"oohh aku udah tau".jawab dita masih dengan muka dan wajah yang datar.
"hah kamu udah tau tapi kamu nggak ngasih tau ke aku,ya ampun ditaaa..."teriak sari tidak percaya.
"ya taulah sari,kan waktu itu mereka acaranya mencari minat dan bakat menjadi pengusaha muda,kalo mereka dari jurusan lain mana mungkin,pastinya mereka ambil jurusan itu".jelas dita yang di angguki oleh sari dengan wajah yang masih berpikir
"iya juga yaa,kok aku nggak kepikiran kesitu yaaa..."ucap sari sambil memikirkan kata kata dita
Sebenarnya dita masuk ke kampus itu bukan hanya dekat dengan tempat tinggalnya,melainkan untuk bisa melihat wajah seseorang,yang sudah iya kagumi sejak lama,karena dita tau kalo Ardi kuliah di kampus yang sama dengannya kini.tak ada yang tau tentang masalah ini,begitu juga dengan sari dan ardi,sebenarnya dari pertemuan pertama dengan ardi beberapa bulan yang lalu dita sudah merasa kagum dengan ardi,tapi dia simpan rasa kagum itu dengan diam.
Dilain tempat,Ardi yang kini sudah melanjutkan s2,makin disibukkan dengan urusan kantor,yang sudah di serah kan penuh oleh papahnya,sedangkan papahnya dan abangnya ardi,Bima saputra,mengurus kantor yang lain,ardi kuliah hanya 4 kali pertemuan dalam sebulan,jadi hanya seminggu sekali ardi akan ke kampus.
Namun meski sibuk,ardi tidak pernah,sekalipun bisa melupakan gadis cantik yang membuatnya selalu tersenyum manis,jika sedang mengingatnya pada pertemuan mereka yang tanpa sengaja,hampir setahun yang lalu.
"apa kabar kamu sekarang Ardita Nurmalasari.wanita pertama yang menbuat aku lebih semangat untuk melanjutkan hidup,aku harap kita bisa berjumpa lagi,dan bisa berkenalan denganmu."bathin ardi yang masih ada di dalam mobil,parkiran kampus,karena hari ini ada jadwal dia kuliah.
disaat sedang memikirkan tentang gadis idamannya itu,tiba tiba,dia di kagetkan dengan seorang gadis yang sedang berjalan tepat di depan mobilnya.Ardi yang pada dasarnya orang yang cuek seketika dia berubah,dan memperhatikan lebih cermat lagi,takut kalo itu hanya halusinasinya atau kebetulan hanya mirip saja.
tapi siapa sangka,setelah memperhatikan lebih lama,Ardi yakin kalo itu adalah Ardita Nurmalasari,gadis cantik yang langsung mencairka sikap dingin seorang Ardiansyah saputra.setelah yakin bahwa itu gadis idamannya,ardi segera keluar untuk menghampirinya,namun belum sempat Ardi keluar dari mobil,tiba-tiba,ada seorang laki-laki yang sebaya dengan dita menghampiri sambi tersenyum manis pada dita,dan dita pun membalas senyum,tak kalah manisnya,seketika ardi terdiam di dalam mobil,sambil berpikir.
"siapa laki-laki itu,apa dia pacarnya?
mereka terlihat sangat akrab sekali,
kalo memang dia pacarnya,berarti aku sudah terlambat,tapi apakah gadis sepolos dia mau berpacaran?
berbagai pertanyaan dalam hati Ardi,yang akhirnya membuat dia memutuskan untuk masuk kedalam kampus,dengan wajah yang masih kesal.
Namun dalam hati Ardi ada sedikit rasa bahagia,ternyata selama ini dia dekat,dengan gadis pujaannya,yang sudah lama namanya bersemayam di hati dan fikirannya.
__ADS_1