Secret Fairy Princess

Secret Fairy Princess
Persiapan Ulang Tahun


__ADS_3

terlihat ada seorang gadis kecil yang sedang di bully oleh tiga gadis remaja.


"argh!" teriak gadis kecil saat rambutnya ditarik.


bruk...


gadis kecil itu dihempaskan pada dinding oleh salah satu dari ketiga gadis nakal.


tubuh gadis kecil sudah dipenuhi lebam. sekarang bagian belakang kepalanya mengeluarkan darah. sebuah kalung terjatuh didekat gadis kecil. salah satu gadis nakal mengambilnya. sebuah kalung dengan sebuah foto didalamnya. seorang wanita cantik dengan telinga yang runcing.


"Clara, lihat siapa ini?" tanya gadis itu sembari menggoyangkan kalung didepan gadis kecil yang bernama Clara.


"kembalikan!" teriak Clara sembari menyambar gadis itu. gadis nakal berhasil menghindar sedangkan Clara jatuh tersungkur.


"hahahaha!!" ketiga gadis nakal tertawa.


"Bina! kembalikan milikku!!" teriak Clara marah. dua orang gadis ketakutan sedangkan Bina, gadis itu menyeringai sembari menggenggam erat kalung milik Clara.


"kalau kau menginginkannya, ambillah sendiri!" teriak Bina sembari berlari. Clara mengejar Bina sekuat tenaga meskipun tubuhnya tidak kuat. keduanya kejar kejaran sampai ke asrama putri. Bina berlari sembari menengok ke arah belakang dan tidak memperhatikan ada batu didepannya.


Duk....


Bina tersandung dan terjatuh. Kalung yang digenggamnya terlempar dan terjatuh di pembakaran sampah. kebetulan pengurus kebersihan asrama putri sedang membakar sampah daun yang berserakan.


Pupil mata gadis kecil bergetar ketika melihat kalungnya terbakar. tangannya mengepal erat.


"aduh... lututku sakit" eluh Bina sembari mengusap lututnya yang memerah. Bina melirik Clara lalu mengingat kalung milik gadis kecil itu. ia mencari disekitarnya tetapi tidak terlihat keberadaan kalung itu. Bina meringis melihat ke arah Clara. Clara hanya memandangi perapian. Bina tahu, kalung itu terbakar.


"apa yang kau pikirkan?! cepat ambil air dan padamkan apinya!" teriak Bina lalu berlari mencari air. Clara juga segera mencari air untuk memadamkan api.


setelah beberapa menit akhirnya api padam.


keduanya duduk ditanah karena kelelahan.


"host.. akhirnya padam..." ucap Bina. ia melirik ke arah Clara.


"maaf ya. aku tidak sengaja" ucap Bina.


"tidak apa. lagipula itu tidak terlalu penting. itu hanya petunjuk kecil tentang siapa ibuku" jawab Clara.


"itu justru membuat ku semakin merasa bersalah" ringis Bina.


Keduanya bukanlah pelaku dan korban. tapi sahabat. mereka bersaing memperebutkan posisi Queen di asrama putri. sebenarnya ada kandidat lain selain mereka tetapi tidak ada yang sesuai dengan kriteria Miss Lina. bahkan Clara dan Bina juga tidak sesuai dengan kriteria nya tapi mereka tetap berusaha agar bisa menjadi Queen di asrama putri. Dan beginilah akhirnya, mereka saling menjatuhkan satu sama lain. tapi, jika salah satu jatuh bukan karena satu sama lain tetapi karena pihak luar, maka mereka akan saling menguatkan.


"emm.. bagaimana kalau kita akhiri ini sekarang?" tanya Bina. Clara menengok kearah Bina dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"kau yakin? kau tidak menginginkan posisi Queen asrama? kau tahu kan dengan menjadi Queen asrama kau bisa mengatur asrama sesuka hatimu. kau membuat membuat berbagai peraturan yang menguntungkan mu selama itu masih dalam kriteria Miss Lina. kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan di asrama putri karena itu adalah hak mu kalau kau menjadi Queen. bagaimana bisa kau merelakan nya begitu saja?" omel Clara. Bina tersenyum mendengar penuturan gadis kecil itu.


"kau yang seharusnya menempati posisi itu. kau lah yang pantas. aku sudah cukup memiliki banyak hal dari apa yang bukan milikku. kau mengajariku banyak hal yang juga membuat ku memiliki banyak hal. pengatur strategi, pengatur jadwal latihan calon agen maupun agen magang, mendapat perhatian lebih dari para profesor dan beberapa agen resmi. padahal aku bukanlah seorang agen. aku hanyalah calon agen. tidak seharusnya aku mendapatkan semua ini" jelas Bina.


"kau pantas, semuanya kau dapatkan dari kerja kerasmu. kau belajar mengatur strategi, belajar membuat jadwal latihan. semua itu terbayar saat kau mendapatkan semua posisi itu" ujar Clara. Bina terharu mendengarnya.


"terima kasih!" ucap Bina lalu memeluk tubuh kecil Clara.


"hei! aku sesak!" eluh Clara. Bina segera melepaskan pelukan dan cengengesan tidak jelas. Clara menatap tajam Bina lalu tak lama ia tertawa. Tawanya menular sehingga Bina juga ikut tertawa.


__________________


?? POV


gelap.. dimana aku? disini menakutkan. bagaimana aku bisa ada disini? ah aku ingat. aku membencinya. aku akan selalu ada dan muncul didekatnya. mungkin,sebentar lagi aku akan mati.


sring....


cahaya? aku berjalan keluar dari kegelapan yang nyatanya merupakan penyebab aku lahir. kegelapan yang muncul dari kebencian atau lebih tepatnya rasa ketidaksukaan dan iri dengki terhadap seseorang. aku mengakui hal itu.


wing... wing....


suara suatu benda. itu agalet. dulu aku yang membuatnya. aku menggunakan darahku untuk menyempurnakannya. itu adalah benda pertama yang dikenal semua orang dari semua ciptaanku. aku tersenyum senang lalu menyentuh agalet itu.


srrt....


ya, bagaimana kalau kita masuk. aku masuk kedalam tabung itu, menembus tentu saja karena aku adalah kabut hitam. aku melihat seorang remaja laki laki. dia tampan meskipun ia menggunakan topeng putih yang menutupi setengah wajahnya.


rambut hitam, bulu mata lentik, hidung mancung, bibir seksi, dengan garis wajah yang tegas. melihat itu aku bisa menebak kalau dia adalah orang yang pendiam, jarang bicara, dia juga adalah orang tegas. aku rasa. sudahlah.


aku memeluknya, dari tingginya, aku yakin usianya sekitar 16/17 tahun. hangat. itu artinya dia masih hidup.


Clara end POV


______________________


"Clara, bagaimana persiapan ulang tahunmu?" tanya seorang gadis kepada teman kecilnya.


"iya, kau tahulah. aku kan tidak ahli dalam menghias. bisakah kau membantuku Bina?" pinta Clara kepada Bina dengan puppy eyes nya yang sangat cocok yang tubuh kecilnya.


Bina mencoba untuk melawan tapi tidak bisa. dirinya tetap akan kalah dengan Clara. gadis kecil dengan rambut panjang berwarna emas putih, mata berwarna coklat, bibir mungil semerah cery, bulu mata lentik, dengan raut wajah yang terlihat imut,lugu dan polos. tapi nyatanya dibalik semua itu ada otak cerdas yang mengalahkan anak anak seusia nya. buktinya, beberapa bulan yang lalu ia mendapatkan gelar sebagai profesor termuda di Ghost Buster.


keduanya sudah berada didepan kamar asrama milik Clara. Clara membuka pintu dan terpampang lah kamar bernuansa hitam yang lebih seperti kuburan dibanding kamar orang hidup. meskipun kamar ini dihuni oleh 2 orang tapi keduanya justru memiliki selera yang sama yaitu hitam.


'gila sih, sebelumnya udah suram tambah satu orang lagi bukannya hidup malah kayak kuburan' batin Bina.

__ADS_1


"hah, kau ingin merayakan ulang tahun atau kematian seseorang?" tanya Bina kepada Clara. Clara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"baiklah! ayo kita ubah tempat ini!" seru Bina. keduanya memasuki kamar dan merombak ulang. setelah beberapa jam, kamar yang sebelumnya bernuansa hitam kini sudah bernuansa putih dengan hiasan balon dan kertas warna ungu dan pink. perfect. gumam keduanya.


warna dinding kamar itu memang putih sejak awal namun, penghuni kamar jarang bahkan nyaris tidak pernah membuka gorden dan jendela kamar.


Clara mengecek jam tangannya. jam tangan khusus yang ia dapatkan pula secara khusus dari orang penting. Jam tangan menampilkan layar hologram tentang misi rahasia. ya, Clara adalah Agen rahasia sekaligus kesayangan para dewan.


"apa yang sedang kau lakukan?" tanya Bina.


"aku sedang meminta cuti" jawab Clara


Dewan 1: Tidak Bisa! Agen Rahasia tidak pernah Cuti!!


" selalu saja begitu" ucap Clara


Dewan 2: Baiklah, sampai pukul 9 malam


" wah, dewan ke 2 sedang baik" kagum Bina


Dewan 4: Selamat Ulang Tahun


" bagaimana dia bisa tahu kalau ini hari ulang tahunmu?!" tanya Bina heboh.


"aku tidak tahu" jawab Clara


...Dewan 4...


Selamat Ulang Tahun


^^^Terima kasih ucapannya^^^


ya


"kau menakjubkan! bagaimana bisa kau berhubungan baik dengan para dewan?" tanya Bina.


"karena aku adalah agen terhebat di Ghost Buster" jawab Clara menyombongkan diri.


Bina memutar bola matanya malas melihat tingkat kesombongan gadis kecil dihadapannya ini.


"omong omong, kapan acara ulang tahunmu dimulai?" tanya Bina


"pukul 6 sore sampai dengan pukul 9 malam" jawab Clara.


"setelahnya aku akan melanjutkan tugasku" lanjutnya.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2