Secret Fairy Princess

Secret Fairy Princess
Hadiah pertama Dan Terakhir


__ADS_3

18:00


sekelompok orang sedang berkumpul di kamar asrama milik Clara. mereka adalah Bina,Zidan,Yora, dan Feli. mereka adalah sekelompok orang yang selalu merayakan ulang tahun Clara, menemani gadis itu saat sedang sedih,dan mendukung satu sama lain.


"Clara! selamat ulang tahun!" ucap semua orang.


Clara tersenyum bahagia.


"Terima kasih banyak! omong omong, bagaimana dengan pakaianku? apakah cocok?" tanya Clara sembari memutar tubuhnya. Ia mengenakan dress selutut berwarna ungu muda dengan jubah panjang se siku berwarna ungu tua dengan hiasan mutiara emas untuk menutupi bahunya yang terekspost.


"iya, sangat bagus! kau sangat cantik mengenakan pakaian itu Clara" puji Yora. Yora adalah teman sekamar Clara. usianya 3 tahun lebih tua dari Clara dan dia juga merupakan seorang agen rahasia.


"benar! sangat cantik!" puji Bina.


"terima kasih semua! ayo kita memulai pestanya!" seru Clara. ia terlihat sangat bahagia di hari ulang tahunnya ini. tentu saja, karena ini hari bahagia.


"aku memiliki pertanyaan. kalau kalian menjawab dengan benar, maka aku akan membagikan permen ini" ujar Feli. semua mata berbinar menatap permen yang dipegang oleh Feli. permen ini bukanlah permen biasa. permen ini bisa meningkatkan kemampuan tubuh. kalau berlatih sambil mengonsumsinya, maka peningkatan kemampuan tubuh akan 18% lebih cepat dari pada saat latihan tanpa mengkonsumsinya. singkatnya, permen itu mampu membuat kita kuat lebih cepat dari pada yang lain.


"aku mau!"


"aku mau!"


"cepat katakan apa pertanyaannya?!"


"baiklah baiklah. kalian duduk tenang terlebih dahulu ya" ucap Feli melerai mereka. mereka pun duduk rapi seperti yang diperintahkan.


"pertanyaan pertama. siapakah satu satunya profesor yang bukan merupakan manusia?" tanya Feli


"prof. Olivia!" jawab Bina


"Benar! ini untukmu" ucap Feli memberikan satu permen kepada Bina.


"pertanyaan kedua. ghost apa yang selalu muncul dalam cerita dongeng tapi masih tidak diketahui keberadaannya?" tanya Feli. ini merupakan pertanyaan yang sulit. semua orang nampak berpikir keras.


"peri" gumam Clara.


Feli melihat raut wajah Clara yang berubah, ia tahu kalau Clara pasti mengetahui jawabannya.


"apa kau tahu, Clara?" tanya Feli. atensi semua orang melihat ke arah Clara.


"Peri, jawabannya adalah peri. peri selalu muncul dalam cerita dongeng. beberapa diantaranya muncul di film T*nk*rb*l dan C*nd*rela." jawab Clara.


"kau benar, keberadaan peri itu nyata tapi tidak bisa dibuktikan kebenarannya. sehingga banyak orang percaya kalau peri itu tidak ada" jelas Feli.


"hm, aku rasa kau benar. peri itu sering muncul dalam dongeng. tapi tidak ada seorangpun yang bisa melihat mereka" imbuh Yora setuju.


" peri, kalau peri memang ada, peri seperti apa yang ingin kalian temui?" tanya Zidan.


"aku ingin bertemu peri gigi!" seru Feli.

__ADS_1


"kenapa peri gigi?" tanya Yora


"karena gigiku sedang goyang. sebentar lagi aku akan mencabutnya, aku berharap dengan adanya peri gigi, rasa sakit ku saat mencabut giginya tergantikan dengan uang" jelas Feli panjang lebar. Feli adalah anak yang ceria. usianya menginjak 15 tahun satu bulan yang lalu. gadis cantik dengan rambut berwarna cokelat tua, bulu mata lentik, mata berwarna biru laut, pipi yang chubby dan tinggi yang melebihi rata rata yaitu 165 cm. sangat berbeda dengan Clara yang tingginya hanya 128 cm.


"dasar matre" ejek Clara


"dasar anak SD!" balas Feli. keduanya saling menatap tajam.


"sudah cukup kalian berdua! lebih baik kita lanjutkan pestanya" lerai Zidan. mereka pun berdamai dan bersenang senang di hari bahagia ini.


detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam pun berlalu. sekarang sudah pukul 20:45. tapi mereka masih berpesta. dengan banyak bungkus snack dan minuman yang berserakan. kue yang sebelumnya utuh kini hanya tersisa pisau pemotongnya saja.


Clara melirik kearah jam yang menunjukkan pukul 20:45. raut wajahnya berubah murung. Zidan yang berada didekatnya menyadari hal itu dan ikut murung.


"Clara, jangan menunggunya lagi. kau sudah cukup bahagia bersama kami. jadi jangan datangkan kesedihan kedalam kebahagiaan itu" ucap Zidan.


Feli,Yora dan Bina tahu apa yang dimaksud oleh Zidan. Clara memiliki seorang kakak. tapi bukannya melindungi, ia justru menyakiti. meskipun begitu Clara tetap mengharapkan kasih sayang darinya.


Clara tahu ia terlihat seperti orang bodoh sekarang, tapi apa salahnya ia berharap.


tok tok tok....


suara ketukan pintu. Clara senang, ia tahu sang kakak pasti akan datang meskipun ia terlambat.


Clara membukakan pintu. seperti yang ia duga, seorang pemuda berusia 21 tahun dengan rambut berwarna biru tua, mata berwarna Coklat terang yang lebih seperti emas, hidung yang mancung, bulu mata lentik, semua bagian darinya terlihat sempurna. Dia adalah Tristan, Kakak Clara.


"kakak! aku tahu kau akan datang!" ucap Clara dengan riang.


Tristan menekan alat komunikasi ditelinganya.


"aku ada misi. apa kau ikut?"


"begitu, aku datang"


"kalau ingin ikut bergegaslah. kami akan segera berangkat"


"baiklah, aku akan bergegas"


Tut.


Pihak seberang memutus komunikasi. Tristan melihat ke arah Clara.


"aku mendapatkan misi jadi, maaf aku pergi" ucapnya lalu pergi. Clara cepat cepat memegang pergelangan tangan sang kakak.


"Tidak ada misi" tekan Clara. ia menatap tajam kakaknya.


Tristan menyentak tangan mungil Clara. ia marah.


"apa maksudmu?! AKU BARU SAJA MENDAPATKAN MISI!? APA KAU TIDAK PERCAYA PADAKU?! APA KAU BENAR ADIKKU?!" marahnya. Clara tidak bergeming. ia hanya menatap kakaknya.

__ADS_1


"Haruskah aku percaya padamu?" tanya Clara.


Hening....


Tristan mengeraskan rahangnya dan menatap Clara dengan tajam. kedua mata itu saling menatap tajam tanpa ada satupun yang mengalah.


"apa ulang tahunku tidak lebih penting dari misi yang bahkan tidak wajib kau kerjakan?" tanya Clara angkat bicara.


Plak....


habis sudah kesabarannya. Tristan tanpa ragu ragu menampar pipi Clara. Clara selain harus merasakan sakit di pipinya, ia juga harus merasakan sakit di bagian punggung nya akibat terhantam dinding. ya, Tristan terlalu kuat menampar dan tubuh Clara itu seperti anak anak berusia 10 tahun jadi, itulah yang terjadi sekarang.


"cih, membuang waktuku saja" gumam Tristan lalu pergi. Zidan, Bina, Feli, dan Yora mendekati Clara dan menolongnya. tapi Clara menyentak tangan mereka.


"sudah cukup. ini akan menjadi hadiah pertama dan terakhir yang diberikan oleh kakak padaku. begitu juga denganku. Yora! besok ada jadwal pengiriman potion health ke tim 6. kau yang mengantar nya kan?" tanya Clara


"iya" jawab Yora


"katakan pada mereka bahwa itu akan menjadi terakhir kalinya. jangan harap untuk mendapatkannya lagi" ucap Clara dengan tegas.


Ting.....


...Dewan 4...


Tidurlah, sudah malam. lagipula kau pasti lelah dan kau juga harus menyambut kedatangan orang baru besok pagi.


Clara menatap datar pada pesan dari Dewan ke 4.


Siapa yang tidak kenal dengannya. dia adalah Siluman Harimau putih yang sangat cantik. ia selalu dipuji puji karena kecantikannya. ia memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi dan sikap yang tegas. tidak mungkin orang seperti itu mau menghubungi Clara yang hanya Agen rahasia. memang bukan. Yang mengirimkan pesan itu bukanlah dewan ke 4 melainkan adik dari dewan ke 4.


Dia bernama Zion. Dia juga siluman harimau putih. dia itu sangat tampan. tapi sayangnya sifat yang dimiliki itu tidak seindah wajahnya. dia adalah playboy kelas kakap. meskipun begitu, ia berhenti setelah bertemu dengan Clara. entah apa yang ia lihat dari Clara sampai dirinya terobsesi dengan Clara. Bahkan Clara sendiripun bingung dengan sikapnya itu.


Clara menutup hologram pesannya.


"kalian kembalilah ke asrama lalu istirahatlah. besok kita akan kedatangan teman baru" titah Clara.


"teman baru? maksudmu dia akan datang?!" tanya Feli. ia terlihat senang.


"iya, teman baru kita akan datang" ucap Clara.


...*****...


"kalian sudah siap?" tanya Clara.


teman temannya mengangguk.


Clara bersama teman temannya berjalan ke arah pintu keluar yang terang dari ruangan yang gelap.


"ayo kita sambut anggota baru kita"

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2