Secret Fairy Princess

Secret Fairy Princess
Tidak Dapat Informasi


__ADS_3

"Kau pasti tahu sesuatu kan, Demonia?" Tanya Honami. Demonia tersenyum.


Tiba tiba seorang dokter datang untuk memeriksa keadaan Honami.


"Nona, saya dengar anda menyerap beberapa kegelapan tapi, seperti nya anda baik baik saja" ujar sang dokter usai memeriksa.


"Apa kau sudah memeriksanya dengan teliti??" Tanya kakak Honami ah lebih tepatnya Andika.


Mata Andika memicing, menatap tajam sang dokter.


Dokter menghela napas pelan. Kemudian mengangguk.


"Nona Honami baik baik saja. tidak ada yang perlu di khawatirkan." jelas dokter.


"Nona, maaf saya lancang. tapi saya sarankan untuk tidak mencari tahu tentang Astaretha. Karena dia berbahaya" peringat sang dokter kemudian pergi meninggalkan keheningan di tempat itu.


"kenapa dia berbicara seperti itu?" tanya Andika memecah keheningan.


"mungkin, itu karena dia tahu siapa inangnya?" tanya Demonia.


"apa maksudmu?" tanya Honami.


"itu karena dokter tadi adalah dark elf"


"apa?! bagaimana bisa mereka mempekerjakan dark elf disini?!" kesal Andika.


"siapapun boleh bekerja disini" jawab seseorang yang baru saja memasuki ruang rawat Honami.


"Miss Lina" gumam Honami.


"ini adalah Ghost Booster" ucap Miss Lina. ia lalu duduk di sofa.


" siapapun boleh bekerja di sini. Baik itu Ghost ataupun manusia. kenapa begitu? karena salah satu dari pendiri Ghost Booster adalah Ghost dan dialah yang memberikan peraturan itu. siapapun boleh bekerja disini asal memiliki kemampuan" jelas Miss Lina.


......#"***"#......


"Bagaimana situasinya?" tanya seorang wanita paruh baya entah kepada siapa.


"semuanya sudah cukup terkendali. yang terluka sudah ditangani. para mayat sudah dibersihkan. orang-orang juga sudah kembali ke tempatnya masing-masing" jawab seorang pemuda.


"bagus" wanita paruh baya itu lalu mengamati sekitarnya. dahinya berkerut.


'kenapa hal ini terjadi? bagaimana bisa? semua seolah sudah direncanakan. mereka menyerang saat sebagian besar agen sedang menjalankan misi' batin wanita itu. ia lalu memijit pangkal hidungnya. ia tiba-tiba teringat sesuatu.


"Andra, bukankah kau mengatakan ada tabung seukuran manusia yang ditemukan di penginapan dan dibawa kemari?" tanyanya tanpa melihat lawan bicara.


Andra mengangguk.


"tabung itu ada di laboratorium Valery" jawabnya.


wanita itu berbalik. menatap Andra lamat.


"ayo kesana. aku yakin ini semua ada hubungannya" ucap wanita itu kemudian berjalan menuju laboratorium Valery.

__ADS_1


......#"***"#......


Keduanya telah sampai di laboratorium Valery. saat pintu dibuka. Hal pertama yang mereka lihat adalah Clara yang sedang asik memakan kukis. tapi, ada hal aneh yaitu, dibelakang tubuhnya ada seorang pemuda bertopeng yang sedang memainkan rambut Clara.


"Siapa kau?! bagaimana kau bisa datang kemari?!" tanya wanita itu.


"bibi, jangan marah marah. Nanti cepat tua" ujar Clara dengan polos.


"hah.. kalau begitu. Siapa pemuda bertopeng itu?" tanyanya dengan lembut kepada Clara.


"namanya Nique! imutkan?" balas Clara dengan ceria. dia sama sekali tidak sadar dengan tingkahnya yang seperti anak kecil. sepertinya kukis itu telah diberi sesuatu oleh Nique.


"Qiya, jangan berbicara saat makan" tegur Nique.


"maaf" cicit Clara. entah kenapa dia sedikit takut kepada Nique. pemuda itu tersenyum tipis. Nique Lalu mengusap kepala Clara dengan lembut.


Nique berdiri. Ia lalu berjalan mendekati wanita paruh baya itu. Ia sedikit membungkukan badannya memberikan hormat.


"Mohon maaf saya terlambat memperkenalkan diri. Perkenalkan nama saya Dominique Kenya" ucap Dominique.


"Aku, Profesor Hayli" ucap wanita paruh baya itu.


"jadi, siapa kau? darimana kau berasal? dan kenapa kau berada disini?" tanya Prof. Hayli beruntun.


Clara hanya memandang keduanya sambil memakan kukis. Andra juga hanya diam memperhatikan.


"Andra, apa bibi tidak lelah berbicara sambil berdiri?" bisik Clara kepada Andra yang ada di dekatnya. Andra ikut duduk di samping Clara.


"Apakah ada misi dari dewan??" tanya Andra dengan berbisik. Clara menggeleng.


"Kenapa dia memanggilmu 'Qiya'?" tanya nya lagi.


"Aku rasa, itu namaku" jawab Clara.


Prof. Hayli masih melempar banyak pertanyaan kepada Nique.


"Baiklah. aku rasa, ini akan menjadi pertanyaan terakhir hari ini. Apa itu 'Kenya'?" tanya Prof. Hayli.


"Maaf, tapi saya hanya bisa memberitahukannya secara umum. Kenya adalah marga saya. Nama ras yang dianggap tidak ada oleh manusia." jawab Nique dengan tenang.


"Jadi, secara garis besar. Kau adalah Ghost dan Kenya adalah nama ras mu. Benar begitu?" tanya Prof. Hayli. Nique mengangguk sebagai jawaban.


"Nique, Kenya itu ras apa?" tanya Clara. Nique hanya tersenyum diam. hening..


"Clara bersiaplah" suara Prof hayli memecah keheningan.


Clara memandang dengan bingung.


"Besok, nona dewan akan datang" lanjutnya. membuat Clara terkejut.


......#"***"#......


Larut malam. sepi dan sunyi. semua orang telah terlelap. hanya ada beberapa orang yang masih terjaga. untuk berpatroli atau untuk kegiatan lain. sama halnya dengan Clara kita ini.

__ADS_1


Dia masih berada di lab. Mencampur cairan cairan kimia dengan kasar. banyak cairan yang menetes di lantai. untung itu bukan cairan yang bisa meledak. tapi, lihatlah sekarang, tangan kecil gadis itu melepuh akibat terkena cairan kimia.


brak!


gadis itu menggebrak meja.


"tidak ada informasi yang bisa didapat. semuanya seakan terhalang. Dominique juga tidak mau menjawab pertanyaan ku. ini mengesalkan!" kesalnya.


"Astaretha! sebenarnya apa itu 'Kenya'?! apa hubunganmu dengan Demonia?! apa alasan para dark elf menyerang?!" tanya nya beruntun kepada Astaretha. namun tak ada jawaban apapun membuat Clara semakin kesal.


Dia terdiam sejenak. merasakan sesuatu.


"jadi, ada apa Kenzi?" tanya Clara. Kenzi tersentak kaget. bagaimana gadis itu bisa mengetahui keberadaannya? pikirnya.


"kenapa kau kesal?" tanya Kenzi.


"semua informasi terhalang. cctv tersembunyi tidak menangkap apapun. bahkan penyadap yang kau berikan tidak berguna!" kesalnya dan melempar sebuah botol kaca ke arah Kenzi, beruntung dia dapat menghindar.


sekali lagi Clara melempar sesuatu ke arah Kenzie. Kali ini sebuah pisau dan berhasil menggores pipi pemuda itu.


"argh! menyebalkan!" kesal Clara.


......#"***"#......


dalam sebuah kamar. seorang gadis terdiam.


"kenapa dia menyembunyikan nya dariku? apa ada hal yang tidak boleh aku ketahui? memangnya siapa Astaretha itu? kenapa Demonia diam saja meski aku bertanya berulang kali?" monolognya. dia menggigiti jarinya. dia ingin tahu tapi dia tidak bisa mencari informasi.


"tenang lah. besok aku akan bertanya kepada Ghost yang lain. mungkin saja mereka tahu sesuatu" tekadnya. ia lalu berbaring dan tidur.


.........#"***"#.........


Hutan yang gelap dan rimbun.


seorang pria sedang menunggu seseorang. beberapa saat kemudian, seorang wanita muncul dan berlutut di hadapan pria itu.


"kau terlambat" ucap pria itu dingin.


"maaf tuan" balas sang wanita.


"jadi, bagaimana tugasmu?" tanya pria itu.


"saya berhasil mencegah kebocoran informasi. bahkan sepertinya nona Demonia juga membantu kita karena beliau tidak menjawab satu pun pertanyaan yang dilontarkan oleh calon inang" jawabnya.


"bagus. lanjutkan sesuai rencana." titah sang pria.


"baik, tuan!" jawab wanita itu lalu pergi meninggalkan tuannya dalam keheningan.


pria itu menyeringai.


"ingin bebas huh.. jangan harap, Astaretha" monolognya....


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2