Segalanya Untuk Cinta

Segalanya Untuk Cinta
BAB 4- Kondisi Wanita Itu


__ADS_3

Kevin berjalan masuk dengan langkah gontai memandangi kamar luas yang sebelumnya sangat mewah itu. Namun kini tak ubahnya seperti kapal pecah. Dada Kevin terasa sesak melihat pemandangan itu. Dimana semua furniture serta pajangan-pajangan yang sebelumnya tersusun dengan rapi didalam kamar itu, kini sudah tidak ada lagi pada tempatnya. Semuanya jungkir balik dan hancur berserakan dilantai.


Dan dari itu semua, pemandangan yang paling menyayat hati kevin adalah ceceran-ceceran darah milik Dewi, yang membasahi furniture serta pajangan-pajangan yang berserakan dilantai itu.


Dia tercengang melihat pigura berukuran besar yang berada dilantai, dan berbaur dengan benda-benda lainnya yang membuat ruangan itu berantakan.


Kevin membungkuk untuk mengambil pigura yang sudah hancur itu. Serpihan-serpihan kaca pigura itu berjatuhan dan berserakan dilantai, hingga menimbulkan suara gemerincing. Namun tak dia hiraukan. Tatapannya hanya fokus memandangi kertas berisi potret istrinya yang berada dalam pigura itu, dengan tatapan sendu, marah dan dendam yang membara.


Dia sangat sedih dan terpukul karena wanita itu sudah tidak ada lagi didunia ini. Sudah pergi untuk selamanya. Ingin sekali dia menyusul istri tercintanya. Hidupnya terasa hampa dan tidak ada artinya tanpa Dewi.


Namun jika dia tiada, bagaimana dengan Rohan? Putra mereka. Anak yang kehadirannya berhasil membuatnya menikahi dan memiliki Dewi. Meskipun hanya sebentar.


Rohan masih sangat kecil. Dan dia sudah kehilangan ibunya. Dia tidak mungkin tega membiarkan putranya kehilangan ayahnya juga. Dia harus tetap hidup demi buah hati mereka.


Namun hatinya selalu terbakar amarah dan dendam, bila mengingat bagaimana Dewi dihabisi! Apalagi saat dia melihat kondisi ruangan ini. Tidak terbayang seperti apa sakit dan takutnya wanita itu saat dia dianiaya, sebelum akhirnya dilenyapkan.


Andai saat itu dia berada disini, mungkin sekarang Dewi masih hidup. Ya, semua ini memang kesalahannya! Akibat dari keegoisannya! Andai saja malam itu dia tidak meninggalkan rumah ini dan mengurung Dewi ditempat ini, mungkin dia bisa melindungi dan menyelamatkan istrinya dari insiden pembunuhan tersebut.


ARRGGHHH!!! Kenapa dia bisa sebodoh ini?! Secara tidak langsung, dia juga ikut menjadi penyebab kematian istrinya!! Kevin mengelus-elus foto istrinya, lalu menciumnya dengan perasaan sedih dan penuh cinta. Seakan dia sedang mengelus-elus dan mencium Dewi.


Lamunan Kevin akan Dewi terputus saat dia dikejutkan oleh suara ketukan pintu.


"Masuk" Serunya sambil mengusap matanya yang mulai berkaca-kaca.


Pintu pun terbuka. Seorang pria berbadan tinggi dan kekar dengan pakaian rapi yang tersemat ditubuhnya, memasuki kamar itu dan mendekati Kevin. Pria yang tak lain adalah kepala bodyguard Kevin itupun berdiri disebelah tuannya, dan membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.

__ADS_1


"Maaf Tuan, saya belum meminta pelayan untuk membersihkan kamar ini. Karena saya pikir, Tuan masih membutuhkan suasana seperti ini untuk mencari petunjuk.... Tentang pembunuh Nyonya Dewi" Ucapnya dengan suara pelan dan tatapan prihatin atas duka yang sedang dihadapi oleh tuannya itu.


Sebagai orang yang sudah lama menjadi abdi setia Kevin, lelaki bernama Wendy itu tentunya tau betapa besar cinta dan obsesi tuannya terhadap wanita bernama Dewi itu. Segala cara dilakukan untuk bisa memiliki perempuan itu. Namun sekarang semuanya sirna. Tidak ada lagi yang bisa diperbuatnya.


"Sekarang perintahkan saja kamar ini untuk dibersihkan. Tidak ada yang bisa aku temukan disini" Titah Kevin dingin.


"Baik Tuan" Wendy mengangguk.


"Permisi Tuan" Ucap Syamsir yang baru saja muncul diambang pintu, dan berjalan mendekati kedua lelaki itu dengan sikap yang sopan dan penuh hormat.


"Bagaimana? Kamu sudah urus wanita itu?" Tanya Kevin datar sambil meletakkan kembali pigura itu diatas lantai dengan hati-hati.


"Sudah Tuan. Sekarang wanita itu sedang menjalani perawatan intensif dirumah sakit. Kondisinya sempat kritis. Bahkan hampir tidak bisa diselamatkan. Tapi beruntung.... Tuhan masih memberinya kesempatan untuk tetap hidup. Namun.... Janin dalam kandungannya tidak bisa diselamatkan...."


Syamsir mengangguk. "Iya Tuan. Dokter memperkirakan, usia kehamilannya masih sekitar empat bulan"


"Hem. Ya sudah, kamu urus saja semuanya. Pastikan dia mendapatkan perawatan terbaik disana. Nanti kalau ada apa-apa, katakan saja padaku" Ucap Kevin dengan nada suaranya yang terdengar prihatin.


Meski dia tidak mengenal wanita itu, namun melihat keadaannya yang begitu menyedihkan dan memprihatinkan membuatnya merasa iba. Meski sedikit banyak dia merasa iri karena meski sudah terluka parah, perempuan itu tetap masih bisa bertahan. Tidak seperti istrinya, yang langsung meninggal ditempat.


"Mmm, begini Tuan, masih ada masalah...." Ucap Syamsir.


"Masalah apalagi?"


"Begini Tuan, dokter mengatakan kalau perempuan itu juga mengalami luka yang cukup serius. Bahkan 99 persen wajahnya rusak parah. Jadi dokter menyarankan untuk melakukan operasi plastik"

__ADS_1


"Operasi plastik?" Kevin menoleh dan menatap supirnya itu.


"Iya Tuan"


"Ya sudah lakukan saja"


"Tapi masalahnya.... Kita tidak mengenal wanita itu Tuan. Kita juga tidak menemukan identitas apapun tentangnya. Termasuk foto atau keluarganya. Itulah yang membuat dokter merasa kesulitan untuk melakukan operasi ini"


Kevin terdiam mendengar penjelasan supirnya itu. Dia lupa kalau dia tidak mengenal perempuan itu. Jadi dia tidak tau seperti apa wajahnya. Ternyata permasalahan dengan perempuan itu cukup rumit juga. Padahal niatnya hanya ingin membantu.


🌹🌹🌹🌹🌹


Dada Kevin serasa bergemuruh melihat sosok misterius yang telah melenyapkan istrinya melalui rekaman CCTV dalam laptop. Yang paling membuatnya mendelik murka adalah, sosok itu berhasil melumpuhkan semua anak buahnya dengan cara yang licik! Yaitu menyemprotkan cairan kewajah mereka, hingga mereka semua langsung pingsan tak sadarkan diri.


Tidak hanya itu. Dia juga menghancurkan semua CCTV yang ada disetiap ruangan yang dilaluinya, termasuk dikamarnya dengan Dewi. Sehingga Kevin tidak tau seperti apa kejadian penganiayaan dan pembunuhan itu terjadi.


"Kami benar-benar minta maaf Tuan atas kelalaian kami, sehingga musibah ini terjadi pada Nyonya Dewi" Lirih Wendy sambil menundukkan wajahnya dengan takut.


"Iya Tuan. Penyusup itu gerak cepat. Dia berhasil membuat kami semua pingsan dalam sekejap. Sehingga dia berhasil menyerang Nyonya Dewi, dan menghabisinya...." Timpal salah seorang bodyguard dengan gemetar ketakutan.


BRAK!!


Semua terperanjat saat Kevin menggebrak meja dengan sangat keras. Semua bodyguard saling memandang dalam diam, dengan tubuh yang gemetar ketakutan melihat kemarahan bosnya. Mereka tau betul seperti apa bahayanya Kevin kalau sudah marah. Bukan hanya bisa berakibat pada pekerjaan saja. Tapi nyawa mereka juga bisa menjadi taruhannya.


"Lalu untuk apa aku membayar kalian semua mahal, kalau bukan untuk menjaga keamananku dan keluargaku?! Tapi karena kelalaian kalian, sibedebah itu berhasil melenyapkan istriku! Padahal aku sudah membayar kalian untuk menjaganya! Dan kalian tidak bisa menemukan petunjuk apapun tentang siapa orang itu?!! Lalu apa gunanya aku membayar kalian kalau tidak bisa diandalkan?!!"

__ADS_1


__ADS_2