
Suara Kevin menggema diruangan itu. Wajahnya memerah, dan tubuhnya gemetar oleh amarah. Membuat anak buahnya semakin ketakutan.
"Kami tau ini kesalahan kami Tuan. Dan.... Kami siap menerima apapun konsekuensinya. Tapi.... Kalau kami tidak salah, sosok itu adalah seorang wanita....." Ungkap salah seorang bodyguard dengan suara gemetar dan terbata-bata.
Mendengar hal itu membuat Kevin terkejut, sehingga dia langsung berdiri dan menoleh kearah bodyguardnya itu.
"Apa? Wanita?" Serunya dengan mata membulat.
"Benar Tuan. Waktu itu kami sempat membuatnya terjatuh. Dan reflek, dia memekik. Dan suaranya terdengar jelas seperti suara seorang wanita" Timpal bodyguard lain dengan yakinnya.
Kevin terdiam dan berpikir dengan sangat keras. Siapa wanita yang sudah menghabisi istrinya? Apa mungkin itu salah satu teman Dewi? Tapi atas dasar apa dia melakukannya?
Kevin tau betul istrinya adalah sosok yang lembut, ramah, humble dan penyayang yang mudah bergaul dengan siapa saja. Perempuan itu bukan tipe yang orang yang mudah menyakiti orang lain dengan perkataan maupun perbuatannya.
Lalu apa sebenarnya motif pembunuhan ini? Siapa wanita yang membenci Dewi? Bagaimana caranya dia menyelidiki ini?! Dia tidak memiliki petunjuk apapun. Wanita misterius itu benar-benar licik! Dia melakukan pembunuhan ini dengan rapi tanpa meninggalkan jejak sedikitpun!
Namun tiba-tiba sebuah ide terbesit dipikirannya. Dan sepertinya ini bisa membantunya.
🌹🌹🌹🌹🌹
Keesokan harinya Kevin datang kerumah sakit Atmaja hospital, tempat dimana wanita itu dirawat. Mengetahui pemilik rumah sakit itu ingin bertemu dengannya, dokter khaliq yang bertugas menangani perempuan asing itu, langsung menyambut kedatangan Kevin dengan ramah dan sopan, meski pria itu hanya bersikap dingin saja terhadapnya.
Kevin menyerahkan selembar foto wajah Dewi pada dokter itu. Yang nantinya akan diserahkan pada dokter spesialis bedah plastik.
__ADS_1
"Tuan, anda yakin ingin memberikan wajah ibu Dewi pada wanita itu?" Tanya dokter khaliq memastikan.
Dia tau betul secinta dan seobsesi apa lelaki itu pada istrinya yang sudah almarhum beberapa hari yang lalu. Dan sekarang dia ingin menyerahkan wajah istri tercintanya pada wanita asing itu? Entah apa yang dipikirkan oleh pria ini.
"Iya aku yakin. Lakukan saja operasi secepatnya. Oh ya, bagaimana keadaan wanita itu? Apa sudah ada kemajuan?" Ucap Kevin tegas dan dingin, sambil mengarahkan pandangannya pada kaca yang ada didinding ruang ICU untuk melihat wanita yang terbaring didalam sana dengan kondisi yang memprihatinkan.
Sejumlah alat medis terpasang ditubuhnya seperti selang oksigen, infus, kateter, serta monitor untuk memantau detak jantungnya. Yang paling menyedihkan adalah sebagian tubuh wanita itu terbalut perban termasuk wajahnya, karena mengalami kerusakan yang cukup parah. Karena itulah dia harus menjalani operasi.
"Iya Tuan. Alhamdulillah, kondisinya semakin hari semakin menunjukkan perkembangan. Dia adalah wanita yang kuat. Meskipun saat ini dia masih harus tetap berada diruang ICU, namun jika kondisinya terus menunjukkan kemajuan, maka kita bisa memindahkannya keruang rawat inap" Ungkap dokter Khaliq dengan wajah berbinar-binar.
Kevin mengangguk puas dengan penjelasan dokter itu. Dia berharap kondisi perempuan itu bisa semakin membaik. Mungkin perempuan itu bisa membantunya nanti.
🌹🌹🌹🌹🌹
Karena keadaannya sudah membaik, kini dia sudah dipindahkan keruang rawat inap VVIP dengan fasilitas yang mewah dan lengkap. Meskipun hingga saat ini dia masih belum sadarkan diri.
Satu minggu telah berlalu. Hari itu Kevin menjenguk perempuan itu dirumah sakit untuk melihat proses pembukaan perbannya. Selama satu minggu ini dia menyerahkan perawatan wanita itu pada dokter dan anak buahnya. Karena dia ingin fokus kembali pada pekerjaan dan putra semata wayangnya. Untuk menyibukkan diri dan melupakan kenang-kenangan akan Dewi, yang selalu membuat hatinya terasa sakit.
Dokter spesialis bedah plastik membuka perban dengan lembut dan perlahan-lahan. Kevin dengan sabar menunggu proses pembukaan perban itu selesai, meski jantungnya sudah berdebar-debar oleh rasa penasaran akan keberhasilan operasi itu. Namun dia masih berusaha untuk tetap tenang.
Hingga beberapa menit kemudian dia dibuat terpaku melihat sosok dihadapannya itu. Sosok yang masih terbaring dengan mata terpejam itu seakan membuatnya seperti sedang melihat Dewi.
Wajah wanita itu kini benar-benar menyerupai istrinya. Seakan-akan Dewinya hidup kembali. Kevin tidak bisa mengendalikan perasaannya melihat wajah yang sangat dicintainya itu. Tatapannya pilu. Matanya tampak berkaca-kaca.
__ADS_1
Tanpa berkata sepatah katapun, dia meninggalkan tempat itu untuk menenangkan dirinya. Tanpa dapat dicegah, dia kembali terkenang pada masa-masa awal perjumpaannya dengan Dewi satu tahun yang lalu.
Flashback on
Pada masa itu Kevin sedang berada di Singapura, untuk mengurus salah satu bisnisnya yang ada dinegara singa itu.
Sebagai seorang pengusaha, nama Kevin Atmaja memang sudah sangat terkenal didunia bisnis sebagai seorang pengusaha yang sukses diusia muda. Atmaja group sendiri sudah diakui sebagai salah satu group terbesar di Indonesia, dengan puluhan cabang yang berada dibeberapa negara dan bergerak diberbagai sektor.
Ayahnya meninggal saat Kevin berusia 19 tahun. Sejak itulah dia menggantikan posisi ayahnya untuk memajukan kembali Atmaja group yang saat itu hampir gulung tikar, akibat pengkhianatan yang dilakukan oleh beberapa orang kepercayaan ayahnya, yang melakukan korupsi dan menggelapkan uang perusahaan.
Ditangan Kevin, Atmaja group kembali berkembang, bahkan lebih besar dari sebelumnya. Berkat ketajaman dan kecerdikannya, dia berhasil membongkar dan menangkap orang dalam yang hampir saja membuat perusahaan ayahnya bangkrut, hingga ayahnya meninggal karena serangan jantung. Kevin memberi mereka pelajaran yang sangat berat.
Selain memecat dan memenjarakan, dia juga memboikot mereka dari setiap perusahaan. Iya, dia memang memiliki sifat yang keras dan kejam pada siapapun yang berani mengkhianati atau menentangnya. Bahkan terhadap pesaing bisnisnya yang melakukan kecurangan. Dia bisa membuat mereka semua bangkrut dalam sekejap. Itulah Kevin Atmaja.
Dia memang dikenal sebagai pebisnis yang keras dan kejam. Sehingga siapapun akan berpikir ribuan kali untuk mencari masalah dengannya. Karena itu sama saja dengan cari mati.
Sejak muda Kevin memang sudah dikenal sebagai sosok yang dingin, ambisius dan gila kerja. Dia tidak memikirkan hal lain selain bisnis, termasuk masalah asmara.
Dari sekolah, kuliah hingga dia sukses menjadi salah satu konglomerat termuda dengan sejuta pesona dan prestasi, sudah ada ribuan gadis cantik dan kaya yang berlomba-lomba untuk mendapatkan hatinya, dan menjadi pasangan hidupnya.
Namun Kevin tidak pernah bergeming. Hingga kini dia berusia 29 tahun, tidak ada satupun wanita yang mampu menaklukkan hatinya. Dia tidak pernah ingin memiliki hubungan atau status yang jelas dengan wanita manapun. Hubungannya dengan wanita hanya sebatas partner diatas ranjang.
Karena hidupnya lebih didominasi dengan kerja dan kerja, terkadang Kevin juga membutuhkan hiburan. Tak banyak yang tau bahwa selain sebagai pengusaha sukses, dia juga seorang Casanova dengan jam terbang tinggi yang suka bermain wanita diclub malam, atau memesannya untuk menemani malamnya dihotel.
__ADS_1