
Kediaman alkhanza
Sepasang saudara kembar kini tengah bertengkar di kamar sang kakak
"Gue benci sama lo Ffanya" Ucap sang kakak tepat di hadapan adiknya
"Apa salah aku sampe kakak benci Sama aku"
"Salah lo?? SALAH LO ADALAH UDAH RENGGUT SEMUA KEBAHAGIAAN GUE!! " Teriak Fani
"Kakak yang udah renggut kebahagiaan aku" Ucap Ffanya sambil menunduk ia tak berani melihat wajah kakaknya
Fani yang tak bisa menahan amarahnya lagi langsung menampar Ffanya
PLAKKK
" Kakak bilang ke semua orang kalo yang buat kak zila meninggal itu aku, gara gara hal itu semua orang benci aku, gara gara hal itu juga aku dikucilin ama keluarga sendiri, Ffanya juga menderita kak"ucap Ffanya sambil memegangi pipinya yang ditampar Fani
Fani mengambil pisau yang berada di atas meja belajarnya
"Bunuh gue,kalo kematian gue bisa bikin lo bahagia" Ucap Fani merasa bersalah karena kejadian yang menimpa mereka dulu
"aku ga mungkin bunuh kakak sekaligus kembaran aku sendiri" Lirih Ffanya
"Biar gue yang lakuin buat lo" Ucap Fani
Fani menggores pergelangan tangannya,
Merasa belum puas Fani ingin menggoresnya lagi namun Ffanya segera merebut pisau tersebut
"KAK LO GILA" Teriak Ffanya ia tak menyangka kakak nya akan berbuat hal sebodoh itu
"Buat apa gue hidup, kalo apa yang gue inginkan ga pernah gue dapet, justru lo yang dapetin semuanya" Lirih Fani merasa mulai lemas akibat darah yang terus mengalir dari pergelangan tangannya
BRAKK
Devano dan alvino mendobrak pintu tersebut dengan sangat keras yang mengakibatnya sedikit kerusakan pada bagian atas pintu itu
Devano segera menghampiri Fani yang sudah terkulai lemas di lantai
Sedangkan alvino membawa Ffanya ke kamarnya
"Bang, Fani pengen mati aja" Ucap Fani dalam pelukkan devano
" Gak, Fani ga boleh ngomong gitu, abang sayang banget sama Fani, abang gak mau kehilangan ade tersayang abang" Ucap devano
Karna terlalu banyak kehilangan darah Fani pun pingsan
"Devano segera mengendong Fani dan membawanya ke rumah sakit
Di kamar Ffanya kembali mendapatkan tam paran di pipinya
PLAKK
" Sakit kak" Lirih Ffanya sambil memegangi pipinya
"Gue gak peduli" Tegas alvino
" Ffanya ga salah bang, Fani yang luka ini dirinya sendiri" Ffanya mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi
__ADS_1
" Lo kira Fani gila ampe lukain diri sendiri"
Alvino mendorong Ffanya hingga tersungkur ke lantai
" Jangan pernah lukain Fani lagi, kalo hal kaya gini sampe terulang nyawa lo taruhannya"
Alvino keluar dari kamar Ffanya, ia pun memberikan pisau yang tadi sempat ia rebut
"Hikss... Tega banget sih kalian ama Ffanya hiks.... Padahal bukan Ffanya yang buat fani terluka hiks.... Kalo emang keberadaan ffanya udah ga kalian harapkan hiks..... Ffanya mending mati aja hiks...."
Ffanya menancapkan pisau ke perutnya karna ia sudah tak tahan dengen sikap keluarganya yang selalu bersikap tak baik padanya
Di tempat lain seorang gadis bernama alea abigail quency blasteran amerika indonesia sedang berada di basecamp yang sudah ia dan sahabatnya buat ia baru sampai di Indonesia seminggu yang lalu karna sebelumnya tinggal di Amerika bersama nenek dan kakeknya
" Yaampun nih basecamp udah kaya kandang monyet" Teriak satria baru saja masuk sudah disuguhkan dengan pemandangan banyak berserakan kulit pisang dimana mana
"LEAAAA!! " Teriak satria
Lea sedang asik memakan pisang di kamarnya merasa terusik karna suara satria yang menggelegar
"APA SAT" Jawab Lea ikut beeteriak juga
"SINI TURUN GUE BELI PISANG"
Lea yang mendengar kata pisang langsung antusias berlari ke bawah
"banana l'm coming" Lea berlari kebawah namun karna tak hati hati lea menginjak kulit pisang yang berada di dekat tangga alhasil ia terjatuh
AKHHH
Kepala Lea terbentur sangat keras hingga mengakibatkan ia mengalami pendaran cukup parah di kepalanya
"Lea kita ke rumah sakit sekarang ya, lo harus tahan" Gumam satria sambil mengendong Lea menuju rumah sakit dan ia juga membawa kulit pisang yang membuat Lea terjatuh
Disisi lain alvaro anak tertua dari keluarga alkhanza baru saja pulang dari kantornya
"Devan, vino, Fani, abang pulang" Ucap alvaro saat memasuki rumah namun tidak ada jawaban
" Tumben sepi pada kemana ya" Gumam alvaro merasa aneh karna biasanya jika ia pulang maka adik adiknya akan menyambut kedatangan nya
" Fani abang bawa ice cream kesukaan kamu, turun sekarang atau abang abisin semuanya "ancam alvaro biasanya Fani tak akan menolak manakanan kesukaan nya
Namun setelah 20 menit menunggu tetap saja tak ada yang menghampirinya
" Aishh awas kalo ketemu ga bakal abang beliin ice cream lagi"kesal alvaro karna ia paling tak suka jika harus menunggu
Alvaro pergi menuju lantai 2 dimana kamar adik adiknya berada di sana
Alvaro kaget melihat pintu kamar Fani yang terbuka serta terdapat sedikit kerusakan pada bagian atasnya
" Astaga ini darah siapa" Alvaro terkejut melihat banyak darah berceceran di kamar adiknya
Drtt drtt
HP Alvaro berbunyi setelah dilihat ternyata devano yang menelponnya
" Halo al lo dimana? "
" Bang, gue lagi di rumah sakit stay healty"
__ADS_1
" Ngapain lo di rumah sakit? "
"Fani tangannya di sayat bang"
Amarah Alvaro langsung memuncak ketika mendengar Fani terluka
" Siapa yang lukain Fani"
" Ffanya bang "
" Lo jagain Fani, abang mau kasih pelajaran ke anak pembawa sial itu"
Setelah mengatakan hal itu Alvaro mengakhiri panggilan telponnya ia segera menuju ke kamar Ffanya yang terletak di samping kamar Fani
Saat sudah berada di kamar Ffanya ia langsung mengebor pintu nya
"Ffanya buka pintunya"
"Buka atau gue dobrak"
Karna tak ada jawaban Alvaro langsung mendobrak pintu tersebut
" Dasar bego" Umpat Alvaro saat melihat Ffanya sudah tergelak dengan keadaan beesimbah darah serta ada pisau yang menancap di perut ya
" Gue nolongin lo bukan karna gue sayang sama lo, tapi gue bakal bikin lo menderita dan membuat hidup lo berasa di neraka gue gaakan biarin lo hidup tenang setelah apa yang telah lo kaluin ke fani
Alvaro segera mengendong ffanya dan membawanya ke rumah sakit
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama akhirnya alvaro sampai di rumah sakit stay healty
Alvaro segera mengendong ffanya ke dalam dan memberikannya ke pada petugas yang ada di sana
Setelah ffanya mendapatkan penanganan ia segera mengirim pesan kepada devano dan memintanya segera menemuinya di ruang tunggu
Tak perlu waktu lama Alvaro melihat devano sedang berlari menuju ke arahnya
" Bang baju lo kok berdarah? " Tanya devano melihat kemeja putih kakaknya sudah beelumuran banyak darah
" Gue abis gendong ffanya, dia coba bunuh diri"
" Ngapain di tolongin sih bang, biarin aja dia mati biar keluarga kita bisa hidup tenang"
" Gue gaakan biarin dia mati dengan mudah, udah banyak masalah yang ia bikin di keluarga kiya"
"Terserah lo deh bang, ayo kita ke UGD fani lagi di tangan ini di sana" Ajak devano ia tak ingin meninggalkan fani
"Yaudah ayo"
Mereka segera menuju ugd tempat fani berada"
Karna terlalu banyak kehilangan darah ffanya dinyatakan koma sedangkan fani hanya di rawat selama seminggu
***********
Hahy guys gimana ceritanya seru ga? Maaf ya kalo masih ada kata yg belum pas karna ini pertama kali aku nulis, semoga kalian suka ya
See you
Sampai ketemu di part selanjutnya
__ADS_1