Seiffanya

Seiffanya
bertemu


__ADS_3

"Mungkin itu orang jail bang" Timbrung satria


"Ga mungkin, kalo itu beneran orang jail, ga mungkin dia tau kalo lea lagi di rumah sakit apalagi dia telpon agra juga" Tutur dion ia tak yakin bahwa semua ini hasil dari keisengan seseorang


"Coba sini biar gue lacak nomornya bang" Tawar satria merasa bahwa perilaku orang tersebut sudah sangat keterlaluan


"Emang bisa lo lacak orang?" Tanya agra meragukan perkataan satria barusan


"Masalah kek gini mah kecil bang, lagian sekarang tuh zamannya udah cangih"


Agra memberikan nomor yang menelponnya tadi, agra juga merasa penasaran dengan tujuan orang tersebut yang mengakui dirinya adalah lea


Setelah satria mendapatkan yang ia butuhkan segera melacak nomor tersebut


"Gue bakal hajar lo karna udah bikin wajah gue yang tampan ini jadi lebam" Batin satria


Tidak Terima wajahnya menjadi korban dari kemarahan agra padahal ia tak melakukan apapun


Setelah berkutat cukup lama akhirnya satria menemukan titik lokasi si penelpon tadi


"Bang ketemu" Seru satria setelah memastikan lokasi tersebut benar


"Dimana lokasinya?" Tanya dion sambil mendekat kearah satria


"Lokasinya masih di dalem rumah sakit ini bang, kayaknya ga terlalu jauh dari sini"


"Yuk kita kesana sekarang" Ajak agra sudah tidak sabar ingin mengetahui siapa orang yang menelpon dirinya dan dion tadi


"Kita pergi semua nih?" Tanya dion sambil melirik kearah agra dan satria secara bergantian


"Iya, lagian lea masih belum sadar jadi gapapa kalo ditinggal sebentar doank" Tutur agra lagipula ini semua demi kebaikan adiknya jika hal seperti ini dibiarkan begitu saja mungkin si penelpon tadi akan melakukan sesuatu yang bisa merugikan keluarga quency untuk kedepannya dan membuat nama lea menjadi jelek di pandangan orang lain


"Yuk kita pergi sekarang" Ucap satria berjalan paling depan di ikuti oleh dion dan agra berada paling belakang


Mereka menyusuri lorong demi lorong mengikuti jalan yang di tunjukan oleh maps


Setelah berjalan cukup lama kini mereka berada di lantai tiga  depan kamar bertuliskan mawar VIP


"Lo yakin ini tempatnya?" Tanya dion sedikit meragukan hasil dari pencarian satria

__ADS_1


" Yakin seratus persen bang"jawab satria selama ini ia tak pernah adalah jika harus mencari sesuatu hal


"Lo masuk duluan kita ngikut di belakang" Ucap agra karna jika mereka salah tempat maka satria lah yang akan menanggung semua rasa malunya


"Jahat ya, gue mulu yang di korbanin" Lirih satria ia tau maksud dari perkataan agra yang ia ucapkan tadi


Satria membuka pintu secara perlahan dan memasuka kepalanya terlebih dahulu untuk memastikan keadaan, satria melihat di dalam ada seorang gadis terbaring di ranjang sambil memainkan ponsel serta ada infus yang menancap di tangan gadis tersebut


Satria segera masuk setelah dirasa tempat yang mereka tuju sudah benar, dion dan agra pun ikut masuk ke dalam, saat sudah berada di dalam mereka memerhatikan gadis itu perkiraan mereka umur gadis tersebut dan lea sama


Ekhemm


Gadis yang tadinya sibuk memainkan ponsel langsung menoleh kearah satria dion dan agra karna mendengar deheman yang satria buat


"Akhirnya kalian datang juga" Ucap gadis itu melihat kedatangan satria agra dan dion yang sudah berada di dalam ruangan


Melihat respon dari gadis itu membuat mereka bertiga merasa heran karna tak ada raut wajah terkejut atau takut di wajah sang gadis


"Lo siapa?" Tanya agra mendekati sang gadis di ikuti oleh dion dan satria mengekori agra


" Ini lea abang"lirih lea merasa kesal karna sedari tadi ditanyai dengan pertanyaan yang sama


"Kenapa tuh muka? Abis ketauan nyolong jemuran orang lu ya?" Tanya lea merasa heran melihat muka satria terdapat lebam di bagian pipi kanan nya


"Gue gak semiskin itu ampe harus nyolong jemuran orang" Sarkas satria sebenarnya ia tau jika yang diucapkan sang gadis hanyalah sebuah gurauan saja tapi tetap saja dalam hati satria tak bisa menerima hal tersebut


"DIAM!!!" Teriak dion


Agra refleks langsung menarik kepala dion


"Sakit anjir" Keluh dion sambil mengusap kepalanya


"Lagian lo teriak gatau tempat"


" Salahin tuh bocah berdua debat mulu"kesal dion


"Tapikan gausah teriak juga bisa kan" Geram agra


"Terus diapain?" Tanya dion meminta pendapat agra

__ADS_1


"Mutilasi, kita jadiin burger terus jual" Saran agra


" Buat apa di jual?" Tanya dion ia tak mengerti jalan pikiran agra


"Biar cuan lah" Jawab agra  selalu mengambil keuntungan dari semua kejadian yang menimpanya, baginya uang adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan semua manusia


"Diut mulu isi kepala lo" Gerutu dion ia tak menyangka agra sampai memikirkan hal semacam itu bagi dion memikirkan apa yang agra ucapkan saja sudah membuatnya merinding


"Jelas lah tanpa cuan hidup sengsara"


" Mana ada isi kepala duitt, anak PAUD aja tau kalo isi kepala itu otak dan kawan kawan nya" Timbrung satria yang sedari tadi hanya memperhatikan perdebatan dari kedua abang nya


Agra dan dion menatap tajam kearah satia setelah mendengar apa yang pemuda itu ucapkan


Nyali satria seketika itu juga langsung menciut setelah menerima tatapan tajam dari dion dan agra


" Gue di sini lagi sakit loh" Timbrung lea ia merasa terabaikan padahal tujuan utama meraka datang kemari adalah untuk menemui dirinya namun kini malah dirinya lah yang diabaikan.


Agra, dion,dan satria saat mendengar ucapan sang gadis langsung tersadar apa yang sedang mereka lakukan sekarang sangat melenceng dari rencana awal yang telah di buat


"Sorry atas kejadian barusan" Ucap agra merasa tak enak hati terhadap sang gadis karna telah membuat keributan di kamarnya


"Gapapa sih lagian hal kek gitu udah jadi kebiasaan kalian saat bersama" Jawab lea sudah sangat mengenal sifat dari ketiganya jika bersama


" Gausah sok kenal lo"sindir satria merasa tak suka dengan sikap sang gadis tersebut


"Prasaan gue yang sakit ampe dirawat kek gini tapi kok malah kalian yang kena amnesia" Sindir lea


"Nama lo?" Tanya agra langsung to the point tidak ingin berbelit belit lagi


" Alea arbela quency" Jawab sang gadis


" Jangan kita karna lo perempuan ditambah keadaan lo sekarang lagi kek gini, gue bakal selalu bersikap baik sama lo, kalo sekali lagi lo bohong gue bakal hajar lo ampe babak belur" Ancam agra sedari tadi sudah menahan amarahnya karna mendengar sang gadis selalu mengaku ngakui dirinya adalah lea


"Nama lo siapa?" Tanya agra mengulang kembali pertanyaan yang sama


" Alea arbela quency" Jawab aang gadis masih sama dengan jawaban awal yang ia berikan


**"

__ADS_1


jangan lupa di like ya😉


__ADS_2