Seiffanya

Seiffanya
orang baru


__ADS_3

"Abang jawab apa nanti kalo bunda sama dady nanyain kamu?" Tanya agra bingung bagaimana cara menjelaskan kepada kedua orang tuanya nanti


" Bunda sama dady belum tau keadaan lea?" Tanya lea mengira jika keluarganya sudah mengetahui hal tersebut


" Abang selalu bilang kalo kamu lagi sibuk sama tugas sekolah jadinya ga sempet nelpon ke bunda sama dady" Jawab agra tidak ingin jika kedua orang tuanya sampai tidak fokus pada pekerjaan mereka


" Jujur lebih baik" Saran dion melihat agra yang sedang bimbang


" Gue gak tega liat bunda sama dady sedih kalo tau tentang keadaan lea"lirih agra ia sudah membayangkan bagaimana sedihnya jika sampai kedua orang tuanya mengetahui hal tersebut


" Tapi bagaimana pun semuanya pasti bakal ketauan di tambah lagi ternyata selama ini lo nyembunyiin kebenaran nya dari mereka pasti orang tua lo tambah sedih" Ucap dion agar agra bisa jujur kepada kedua orang tuanya


"Oke, kalo gitu nanti kalo waktunya udah tepat pasti gue bilang"


"Abang bakal bilang kalo pindah tubuh" Tanya lea


" Ntah lah abang takut kalo bunda sama dady nanti gapercaya" Lirih agra masih ragu untuk memberitahukan hal tersebut


" Kalo abang ga bilang juga gapapa kok lea ngerti gimana posisi abang saat ini" Ungkap lea meskipun di dalam hatinya lea ingin menceritakan semua yang ia alami pada kedua orang tuanya


" Kalo agra ga sanggup bilangnya nanti biar bang dion aja yang bilang" Saran dion tidak tega jika lea harus ter asingkan dari keluarga nya sendiri


" Gausah ini tanggung jawab gue sebagai abangnya lea" Tolak agra bagaimana pun apa yang menimpa lea saat ini adalah salahnya juga karna sudah kewajiban agra sebagai abang untuk menjaga adiknya


Ceklekkk


Pintu kamar inap lea terbuka menampilkan dua pria yang berjalan mendekati lea


" HELLO EVERYBODY ANGGI YANG GANTENG, BAIK HATI, TIDAK SOMBONG DAN RAJIN MENABUNG DATANG!" Teriak Anggi saat memasuki ruangan


Satria yang berada di samping Anggi refleks langsung menabok Anggi saat mendengar suaranya yang sangat menggelegar


" Berisik bego ini rumah sakit" Geram satria pada Anggi


"Hehhh kutu dugong, gausah nabok juga kali"kesal Anggi membalas tabokan satria


" Tambahkan lah kesabaran hambamu ini ya Tuhan " Punya agra yang memiliki kesabaran bagaikan tisu dalam air


Satria dan Anggi yang mendengar ucapan agra seketika itu juga langsung terdiam


" Katanya tadi mau beli makanan mana makanan nya? " Tanya lea sebenarnya sedari tadi menunggu kedatangan satria dan berharap satria akan membawakan makanan yang banyak untuk nya

__ADS_1


" Ga jadi, udah kenyang makan angin tadi di jalan" Jawab satria sebenarnya ia sedang tidak mood untuk makan


"Abang beli makan dulu ya" Pamit dion ia mengerti jika lea merasa kelaparan


" Gue ikut ya" Pinta agra tidak ingin berada bersama dengan dua orang yang berada di hadapan nya saat ini


" Lo tunggu disini aja"saran dion tak ingin membiarkan lea berada dalam ruangan bersama dengan kedua orang pembuat masalah seperti satria dan Anggi


" Bisa gila gue kalo lama lama disini sama dua bocil gaada akhlak" Tutur agra bersikeras ingin ikut bersama dion


Dion melihat kearah lea meminta persetujuan atas keinginan agra lalu lea pun mengangguk sebagai jawabannya


" Yaudah ayo lo ikut" Ajak dion setelah menerima persetujuan dari lea"


Agra dan dion segera keluar untuk mencari makanan sedangkan satria dan Anggi mendekati kearah lea dan duduk di sebelahnya


" Lo ffanya kan?" Tanya Anggi memastikan bahwa dugaan nya benar


Mendengar pertanyaan dari Anggi lea hanya bisa diam saja karena lea tidak mengetahui tubuh siapa yang sedang ia tempati saat ini


Melihat reaksi lea satria segera mengalihkan topik pembicaraan nya


" Tumben lo perhatian, naksir ya ama gue?" Celetuk Anggi sambil memasang wajah genitnya kepada satria


" Kepedean lo kutil badak" Ucap satria sambil menatap geli merah Anggi yang masih saja memandangnya dengan tatapan yang menurut satria sangat menjengkelkan


"Lo kenal ffanya" Tanya lea menanyakan soal pertanyaan Anggi tadi


" Njirr kenapa di bahas lagi, sia sia donk perjuangan gue tadi" Batin satria menatap kesal kearah lea


" Sekedar tau doank sih ga deket banget"


" Emang gue mirip sama ffanya?" Tangan lea yang penasaran dengan sosok ffanya yang di bahas oleh Anggi


" Gue belum pernah ketemu sama ffanya tapi gue pernah liat kembaran nya dan dia mirip banget sama lo" Tutur Anggi menjelaskan apa yang ia ketahui tentang ffanya


" Lo tunggu disini ya sampe bang dion sama bang agra dateng, ada sesuatu yang mau diomongin" Pinta lea agar Anggi tetep stay disini


" Pasti kalo itu karna gue dari tadi nunggu makanan yang bang dion sama bang agra beli" Ucap Anggi sambil cengengesan


" Pantesan tuh otak lemot isinya makanan terus" Cibir satria karna Anggi terkadang telmi jika diajak untuk kerja sama

__ADS_1


" Kalo ga makan mati gue" Sinis Anggi ia tak Terima dikatai oleh orang yang notabe nya lebih lemot dari pada diri nya


" Lo ga makan seminggu pun ga akan mati" Ucap satria tak kalah sinis kepada Anggi


" Gaada kerjaan gue ga makan seminggu lagian makanan di rumah gue tuh seabrek"


" Siapa yang nyuruh lo ga makan seminggu?" Tanya satria menanyakan maksud dari ucapan Anggi


" Kan lo sendiri tadi yang bilang"


" Itu perumpamaan astaga" Pasrah satria yang sudah cape meladeni anggi


" Tadi lo ga bilang gitu njirr" Cibir Anggi


" Lo aja yang lemot jadi ga bisa ngartiin dari ucapan orang"


" Astaga kok malah pada ribut, kalian tuh lagi di rumah sakit di depan kalian juga ada yang lagi sakit bukannya sembuh yang ada nanti malah tambah sakit" Tutur dion melihat Anggi dan satria berdebat di hadapan lea


Satria dan Anggi yang mendengar ucapan dion merasa terkejut karna melihat dion dan agra yang sudah berada di hadapan mereka saat ini


" Ini beneran bang dion?" Tanya Anggi sambil menoel pipi dion


" Lo lagi ngapain kayak gitu" Bisik satria melihat tingkah konyol yang dilakukan oleh Anggi


" Lagi mastiin  kalo ini beneran bang dion" Bisik Anggi agar tidak ada yang mendengar ucapan nya


" Jadi menurut lo gue itu dedemit" Marah dion mendengar ucapan Anggi


"M.. Ma... Maaf ba.. Bang... La.. Lagian... Abang mun... Munculnya me... Mendadak" Gagap Anggi merasa takut melihat ekspresi dion yang menurutnya menyeramkan


" Saking asiknya debat ampe ga tau gue dateng" Sinis dion melihat sinis kearah Anggi dan satria secara bergantian


Satria dan Anggi hanya bisa menunduk tak berani menatap kearah dion


" Hajar aja biar kapok" Kompor agra kepada dion


" Ga ahh gue ga suka pake kekerasan fisik" Ucap dion menolak saran dari agra


"ilihh bacot, bisanya gue sering lo tabokin" Sinis agra sambil berjalan kearah lea


******

__ADS_1


__ADS_2