
1 bulan kemudian
Di sebuah ruangan terdapat seorang gadis yang masih nyaman dengan dunia mimpinya ia terlihat sangat pucat
Eunghh
Bagaikan sebuah keajaiban gadis yang sudah lama koma, mulai tersadar
"Sadar juga lo"
Gadis itupun langsung menoleh ke sumber suara yang menurutnya sangat asing di telinganya
" Gue mau pergi nganter fani ke mall dulu, nanti sekalian manggil suster buat cek keadaan lo, ohh iya dia hari lagi gue bakal kesini buat jemput lo"
Setelah mengatakan hal itu, pria tersebut pergi dari ruangannya
" Siapa ya tuh cowo, kenapa ada disini" Batin ffanya ia sangat penasaran pada sosok pria tadi
Seorang suster masuk membawa beberapa peralatan untuk memeriksa keadaan ffanya
Saat sedang di periksa oleh suster pikiran ffanya masih di penuhi oleh pria misterius tadi, karna ia tak dingin otaknya terbebani memikirkan pria tadi ,ffanya berinisiatif untuk menanyakan hal tersebut kepada suster
" Sus cowo tadi siapa ya" Tanya ffanya ia sangat yakin jika sang suster mengetahui siapa sosok pria yang ia lihat barusan
" Itu abang kamu masa lupa sih" Jawab sang suster tanpa mengalihkan pandangannya ia masih sibuk memeriksa keadaan ffanya
Bukannya merasa lega ffanya malah di buat semakin pusing dengan jawaban yang di berikan oleh suster itu
"Semuanya baik baik saja cuman butuh banyak istirahat saja, kalo begitu saya pamit dulu" Ucap sang suster setelah memeriksa keadaan ffanya
Kini tinggal ffanya sendiri yang berada di dalam ruangan, banyak sekali pertanyaan berada di dalam kepalanya
"Kok semua orang jadi aneh, sejak kapan cowo tadi jadi abang gue, trus fani tuh siapa apa hubungannya ama gue, ditambah suster tadi bikin otak gue nambah mikir" Batin ffanya
"Bang agra mana sihh, masa adenya sakit ditinggal sendirian sihh" Kesal ffanya ia merasa tak ada yang peduli lagi pada dirinya
Saat sedang memerhatikan sekitar pandangan ffanya terfokus pada sebuah ponsel yang berada di atas meja deket kasurnya berada
Ffanya segera mengambil handphone tersebut dan mengeceknya apakah masih berfungsi atau tidak
" HP siapa nih ko ada disini, gue pinjem dulu dehh buat telpon bang agra"
Ffanya segera mengetikkan nomor kakaknya di layar ponsel tersebut setelah selesai ia menekan ikon telpon yang tertera di sana
"Hallo" Terdengar suara barinton abangnya di sebrang sana
" Abang dimana? "
"Maaf ini siapa ya? "
__ADS_1
" Ya Tuhan apa salah hambamu ini, sehingga abangku sendiri melupakanku"ucap ffanya mendramatisir ucapan nya
" Serius anjirr lo siapa?"
" Ini lea"
" Abang kesana sekarang" Agra langsung mematikan telponnya secara sepihak dan segera pergi menuju tempat dimana sang adik kini sedang berada
" Nih abang dari dulu nyebelin banget sihh, main mati matiin aja bukannya ucapan salam dulu kek atau basa basi dulu"gerutu lea
Lea kembali mengetikkan nomor seseorang di layar handphone nya
" Assalamualaikum "ucap lea saat saat telponnya sudah tersambung
" Waalaikumsalam "
"Abang dimana?" Tanya lea to the point
"Maaf ini siapa ya"
"Dedemit" Kesal lea karna terus ditanyakan hal yang sama bahkan ia berfikir apakah semua orang benar benar sudah melupakan dirinya
" Maaf ya mba, kalo ga ada hal penting saya tutup telponnya"
"Ehh jangan donk"
" Saya lagi banyak urusan mba kalo mau main main ke yang lain aja saya sedang sibuk"
" Ini beneran lea"
" Iya beneran, kalian semua kenapa sih, lea ada salah ama kalian ampe lea di lupain" Ucap lea meluapkan apa yang ia pikirkan sedari tadi
"Gaada yang lupain lea, justru kita disini khawatir banget ama lea udah sebulan lea koma karna jatoh dari tangga akhirnya sekarang lea udah sadar"
"Kalo kalian beneran khawatir ama keadaan lea kenapa kalian malah nyuruh pria asing buat jagain lea disini"
" Pria asing?"
" Iya tadi waktu lea siuman ada cowo yang lea ga kenal terus dia bilang mau pergi buat nemenin fani ke mall, sekarang lea sendirian disini bang"
" Lah kok gitu, padahal tadi abang suruh satria buat jagain lea, abang juga pesen kalo lea terjadi sesuatu langsung kabarin abang, tapi sampe sekarang gaada tuh satria ngabarin ke abang kalo lea udah bangun"
" Bang dion kan tau sendiri kalo satria tuh teledor kali aja satria pergi terus nyuruh orang lain buat jagain lea" Ucap lea
Dion zayn nicolas adalah sahabat dari abang lea, mereka sudah dekat sejak lea Masih kecil bahkan sekarang lea sudah mengangap nya seperti abang sendiri
Satria athmar joyslin adalah sabahat lea sedari kecil meraka sudah bersahabat sejak lea berumur 5 tahun
Agra arcello quency adalah abang dari alea abigail quency
__ADS_1
"Abang kesitu sekarang" Ucap dion
Disisi lain agra baru saja sampai di rumah sakit stay healty, agra segera berlari menuju kamar tempat adiknya berada
"AGRA!!"
Agra berhenti ketika mendengar ada seseorang yang memanggil namanya
" Loh ko lo ada disini, terus yang jagain lea siapa?" Tanya agra karna ia menitipkan adiknya ke pada dion
"Ada satria" Jawab dion agar agra tak berfikir bahwa ia meninggalkan lea sendiri
" Kok satria ga telpon gue kalo lea udah siuman?"
" Ntahlah, padahal sebelum gue pergi, udah pesen ke dia kalo terjadi sesuatu ama lea segera hubungin gue" Jawab dion sebenarnya ia merasa kesal karna satria tak mengabari nya
" Lagian lo ngapa ninggalin lea ama tuh anak, lo kan tau kalo kondisi lea sekarang tuh akibat ulah satria yang teledor" Jelas agra karna sebelum lea masuk ke rumah sakit yang terakhir bersama lea adalah satria
" Gue tadinya mau beli makan bentar, tapi belum juga keluar dari area rumah sakit ada yang telpon gue, ngakunya itu lea"
" Gue juga sama di telpon ama lea tadi, awalnya sih gue sempet ga percaya tapi dari cara dia ngomong itu persis lea tapi suaranya agak beda"tutur agra sebenarnya ia merasa sedikit curiga apakah yang menelponnya tadi bener adiknya atau bukan
" Kita cek kesana buat cek langsung" Ajak dion sudah tak sabar ingin segera bertemu lea
" Ayok "
Mereka segera menuju ke lantai 2 tempat dimana lea sedang berada
Disisi lain di kamar mawar terlihat seseorang terbaring lemah diatas tempat tidurnya di sampingnya terdapat seorang pria yang terus menatap sang gadis dengan tatapan sedih dan kecewa
" Lea bangun donk maafin gue, ini semua salah gue, coba aja waktu itu gue ga beliin lo pisang pasti keadaan lo gaakan kaya gini" Ucap pria tersebut sangat menyesali perbuatan nya
Saat sedang larut dalam kesedihan, ada orang yang masuk ke ruangan tersebut
" Lo kenapa ga telpon kita kalo lea udah sadar?" Tanya dion ia sudah sangat menahan rasa kesallnya pada satria
" Lea belum sadar bang" Jawab satria merasa heran dengan ucapan abangnya itu.
" Ngaco lo, tadi lea telpon gue kok" Sela agra mendekati ranjang tempat adiknya berasa
" Lea bangun ini bang agra udah sampe" Ucap agra mengira bahwa Lea sedang tertidur karna mungkin keadaannya belum stabil setelah koma selama sebulan
"Lea belum sadar bang, kalo udah pasti satria langsung kabarin ke kalian" Sela satria merasa tak tega melihat keadaan agra yang sangat terpukul melihat adik tersayangnya harus terbaring lemah dengan waktu yang cukup lama
" Ini semua gara gara lo" Ucap agra ia langsung berjalan kearah satria dan memukul wajahnya dengan cukup kencang
Dion melihat situasi mulai tidak kondusif segera menarik agra agar tidak memukul satria lagi, sedangkan satria hanya diam tak membalas pukulan dari agra
" Lo gila ini rumah sakit jangan buat keributan disini" Tutur dion ia paham jika agra sangat marah kepada satria tapi ini semua bukan salah satria
__ADS_1
Agra mencoba untuk meredam amarahnya ia tak ingin jika nanti ia malah diusir oleh petugas rumah sakit karna sudah membuat kacau
***************************************************