Sejuta Cinta Untuk Indonesia

Sejuta Cinta Untuk Indonesia
Karya Dadakan Member K2 (2)


__ADS_3

Aku terobsesi dengan adanya hati yang kelam seperti kamu. Aku tertunduk rapuh saat menatap wajah yang membiru. Rinduku sama saja seperti lukaku. Semua hilang dan tak berbekas.


Kemana akan aku bawah rasa ini. Rasa yang sebenarnya semua dan sudah lama mati. Hilang arah dan tak pernah terobati.


Aku terobsesi dengan lukaku. Luka yang selalu menyayat rindu. Semua hilang bagai awan kelabu.


Aku tak sedang bergurau, karena sejatinya rasa ini tak lagi punya selera. Mendekap dalam dilema dan nestapa. Sekian lama menjerat dan mengikis setiap sendinya.


Harus kemana lagi aku melangkah. Melangkah dalam jalan yang sudah rusak parah.


Terkikis dalam jeritan nadi yang membiru. Membuai setiap mata yang engkau tuju.


Kemarilah, dan dekap aku seperti dahulu kala. Walau sebenarnya aku tak pernah yakin dia pernah ada.


Semua rasa menyatu dalam ilusi semata. Menguak setiap dusta dalam titipan kata.


Berhenti bercanda!! Saat ini aku sedang terluka. Gila dan tak tau lagi arah.


Perlahan tapi pasti. Hingga hatipun mati di ujung sungai tak bertepi.


Jangan ketuk saat kau datang. Jangan bilang saat kau sayang. Aku tau semua palsu. Aku tau tapi tak mau tau.


Bukan salah siapa-siapa aku begini. Hanya saja aku terlalu lupa diri hingga obsesi menenggelamkan dirinya di jurang hati.


Ingin ku raih, mengulang kembali setiap sesal yang pernah ada. Tapi ku tau, semua hanyalah sia-sia.


Berbisik seperti air hujan yang deras. Menitipkan pesan kerinduan yang dalam. Terjebak dengan lantunan kesedihan terlalu lama. Hingga lupa bahwa dia sebenarnya hanyalah ilusi semata.


By. Lasceria


Sang pecinta yang tak pernah mendapatkan cinta.


...***...


Rindu Pendidikan


Rindu yang kurasakan ini bukan rindu ke sesama makhluk hidup tapi, rindu dengan kegiatan belajar mengajar disekolah. Sudah lebih dari 1 tahun kita (pelajar) tidak pernah merasakan belajar disekolah. Karena di sekolah kita tidak hanya belajar, tapi di sana kita juga bisa bercanda bersama teman, bersosialisasi, dll.


Saat di rumah memang iya kita masih bisa bercanda dan bersosialisasi bersama teman. Tapi itu via aplikasi dan kalau via aplikasi tentu saja rasanya berbeda dengan kita bertemu langsung.


Banyak sekali pertanyaan yang melintas di benakku tentang


Kapan kita akan sekolah kembali?


Akankah kita sekolah kembali?


Apakah teman-temanku rindu padaku?


Ataukah mereka hanya ingin berjumpa lalu memanfaatkanku?


Dan masih banyak pertanyaan lagi yang sulit untuk kujelaskan.

__ADS_1


Margaretha


Semarang, 25 Juni 2021


...***...


Trauma


Aku pernah patah sepatah-patahnya, sebab pernah cinta secinta-cintanya.


Dulu, aku berharap ia bisa kudekap.


Perlahan ia mulai hadir untuk menciptakan rasa yang begitu getir.


Dirinya menjadi semangat baru, untuk hari-hari penuh haru.


Aku menetapkannya sebagai mimpi, berharap semua akan terwujud, tapi dia ingkar.


Dia membuatku berkobar, lalu membuatku redup.


Aku takut jika harus jatuh hati lagi.


Aku takut akan patah kembali.


Rasa yang kemarin belum sempat pulih, aku tak ingin kembali memeluk perih.


Perlahan kusambut hari-hari tanpanya meski ada rindu di dada.


Aku berjalan diantara kenangan pahit yang kau ciptakan.


Kau selalu hadir dalam setiap mimpi, setiap kenangan tak bertepi.


Aku mulai menaruh hati, tapi trauma kembali menghampiri.


Aku juga ingin menghilangkan rasa ini. Aku juga ingin bahagia dengan hati yang lain, tapi itu semua tidak mudah. Ada hati yang tak mau mengalah.


Mungkin, setelah denganmu tak ada lagi luka pilu.


Kita memang tidak ditakdirkan. Bagaimana pun aku dan kamu berusaha, jika tidak berjodoh ya sia-sia.


Rafi RisaldišŸ‹


Batahan, 25 juni 2021


...***...


Diriku


Imut, manis, cantik, baik, itu adalah diriku. Kenapa? Nggak suka? Ya, jangan dilihat apalagi dirasakan. Cukup aku yang tahu bagaimana cantiknya aku, baiknya aku, manisnya aku, bahkan imutnya aku. Karena yang tahu aku itu hanya diriku bukan orang lain. Orang lain hanya melihat depannya saja bukan perasaan yang aku rasakan. Kenapa? Bosan? Skip saja! Lewati saja jika tidak mau melihat ataupun mengenal karena aku hanya butuh orang yang mengerti bukan yang ingin dimengerti.


Aku hanya punya dua tangan dan tangan itu hanya bisa untuk menutupi kedua telingaku bukan untuk menutup mulut kalian.

__ADS_1


Aku mencintai diriku!


Mei Riskiana


...***...


Masa depan


Masa di mana kita tidakĀ  dapat mengetahui seperti apa dan bagaimana yang akan terjadi kedepannya. Masa di mana semua orang ingin masa depan yang indah. Tetapi, semua orang lupa bahwa masa depan sesuatu yang tidak dapat kita impikan sesuai dengan yang kita inginkan. Karena masa depan sesuatu yang sulit dibayangkan. Hanya Tuhanlah yang mengatur semuanya.


Tapi tidak ada salahnya memimpikan masa depan yang cerah dan indah itu.


Melani Putria


...***...




Tema : Rindu


Jenis : Quotes


Kerinduan adalah bayang-bayang yang menginginkan perjumpaan.




Tema : Rindu


Jenis : Kutipan Cerpen


Mataku menyipit, tatkala sinar matahari yang menyembul lewat sela gorden, menerpa sempurna tubuh bagian atasku.




Sedikit demi sedikit kesadaranku pulih. Diri ini mulai beranjak duduk, meliuk-liukkan badan guna meregangkan otot yang kaku, hingga akhirnya mataku terfokus pada sebuah pigura yang menghias dinding tepat di depan ranjangku.


Aku merindukannya


Ya, pigura itu menampakkan sesosok yang amat kurindukan.


"Aku merindukanmu, Grey," ucapku pelan.


-Bluerree


Palembang, 25 Juni 2021

__ADS_1


__ADS_2