
Pak Kenzo langsung menggendong Sinta dan langsung melarikan ke rumah sakit
"sayang bangun ayo bangun?"ucap Kenzo panik
Kenzo langsung mengambil Handphonenya dan menelfon seseorang
"Rio selidiki orang yang telah hampir menabrak calon istriku ,akan aku kirimkan data plat nomornya"ucap Kenzo dengan marah
"baik bos laksanakan"ucap Rio orang kepercayaan Kenzo
sesampainya di rumah sakit Pak Kenzo langsung menelfon orang tua Sinta di kampung
(Sinta masuk IGD dan di periksa)
"bapak dengan keluarga korban?"dokter bertanya
"iya dok saya calon suaminya"jawab Pak Kenzo spontan
"kalau begitu mari ikut dengan saya pak"ucap dokter tersebut
sesampainya di ruang dokter
"bagaimana keadaan Pasien dok?"tanya Pak Kenzo
"begini pak Pasien baik-baik saja hanya saja ada terkilir hanya tidak parah di bagian lutut pasien"ucap dokter
"kalau boleh tau bagaimana tadi kejadian nya?"tanya dokter
Pak Kenzo pun menceritakan kejadiannya
"jadi begitu ya pak,memang kemungkinan saat terserempet tadi badan mbaknya memutar jadi agak terkilir sedikit nanti dengan rajin di terapi juga cepat jalan normal kembali untuk sementara pakai tongkat dulu ya pak"ucap dokter
"baik dok terimakasih "ucap Pak Kenzo
"sama-sama pak itu sudah tugas saya"jawab dokter
Pak Kenzo pun langsung keluar dari ruangan dokter dan menghampiri Sinta . Sinta masih dalam keadaan pingsan
"sayang maafkan aku yang tidak bisa menjagamu ya,lain kali aku akan lebih memperhatikanmu"ucap Pak Kenzo sambil mengelus kepala Sinta
Rasa cinta pak Kenzo kepada Sinta semakin hari semakin dalam apalagi setelah kedatangannya di kantor hal itu lah yang ditunggu Pak Kenzo selama 1 tahun
Sinta tersadar
"ya Allah , astaghfirullah aku di mana ini "ucap Sinta setengah sadar
"kamu di rumah sakit Sinta ,tadi kamu terserempet motor "ucap Pak Kenzo
"ya Allah pak maafkan saya sudah merepotkan bapak"ucap Sinta
"tidak Sinta aku tidak merasa di repotkan oleh calon istri sendiri "ucap Pak Kenzo sambil mengedipkan mata genit
Sinta hanya tersipu malu
__ADS_1
"Astaghfirullah Sinta sadar dia hanya atasanmu ok,kamu ingat janjimu jangan baper"ucap Sinta dalam hati
"pak saya mau pulang saja saya sudah baikan "ucap Sinta terburu buru membuatnya tidak sadar kalau kakinya sebelah kiri terkilir
"Aduh kakiku sakit sekali kenapa bisa jadi seperti ini ya Pak Ada apa dengan kaki saya ?"tanya sinta sambil menahan rasa sakit
"Sinta tadi dokter menjelaskan padaku katanya kakimu agak sedikit terkilir Tapi nanti kalau rajin terapi akan cepat sembuhnya ,kamu tenang saja"ucap Pak Kenzo
"terus gimana Saya bekerja Pak kalau kaki saya terkilir sedangkan saya harus menemani Bapak setiap saat ?"tanya Sinta kembali
"kamu tenang saja nanti mejamu aku pindahkan satu ruangan denganku jadi kamu nggak perlu bolak-balik kemejamu jadi lebih dekatlah sedikit "jawab Pak Kenzo
"tapi Pak saya tidak mau karyawan lain menyebut saya manja ,saya kan karyawan baru Pak saya tidak mau karyawan lain menganggap saya tidak profesional dalam bekerja "ucap Sinta
"Manja sama calon suami sendiri tidak apalah Sudahlah kamu tidak usah protes pokoknya kamu akan suatu ruangan denganku Oke sayang"Ucap pak Kenzo sambil mengedipkan matanya
kalau dipikir memang benar juga jadi Sinta tidak perlu untuk bolak-balik ke mejanya,satu ruangan kan lebih mudah jadi kalau ada laporan apapun Sinta lebih cepat untuk menyampaikannya.
Orang tua Sinta pun sampai di rumah sakit Betapa terkejutnya ayah Sinta ketika melihat Sinta terbaring di ranjang rumah sakit
"Kamu kenapa Ndok kok bisa begini Apa yang terjadi sama kamu?" tanya ibu Sinta khawatir
"enggak Bu Sinta Nggak apa-apa udah ada Pak Kenzo yang merawat Shinta tadi "ucap Sinta memuji pak Kenzo
Seketika pipi Pak Kenzo pun langsung memerah karena malu dipuji oleh Shinta.
"terima kasih ya Pak untuk pertolongannya Kalau tidak ada Bapak mungkin anak saya tidak selamat saya sangat berterima kasih ya Pak "ucap bapak Sinta
"tidak apa apa pak ini sebagai tanda Saya sangat mencintai Sinta dan saya siap menjadi calon suami Shinta Pak"ucap Pak Kenzo PD
Entah mengapa hati Sinta sangat terkejut dengan bantuan yang bertubi-tubi yang diberikan oleh Pak Kenzo terhadap keluarganya Walaupun mungkin belum cinta tapi cinta sudah mulai kagum dengan Pak kenzo.
"Makasih ya Pak untuk bantuannya saya sangat mengucapkan terima kasih "ucap Sinta lembut
"tidak usah berterimakasih sayang inilah sebagai wujud rasa cintaku padamu aku akan melakukan apa pun agar kamu merasa aman dan nyaman bersama "ucap Pak Kenzo
seketika pipi Sinta pun memerah karena menahan rasa malu akan pujian akan apapun yang sudah dilakukan oleh Pak Kenzo
"Nduk Maafkan bapak karena terlalu memaksamu untuk dekat dengan Pak Kenzo tapi yang perlu kamu tahu nduk bapak bukan berarti menjualmu kepada Pak Kenzo bapak hanya merasa hutang Budi kepadanya nak,bukan berarti Bapak tidak sayang juga kepadamu nak. bapak akan mendukung semua keputusanmu kalau memang kamu tidak suka padanya Bilanglah dan bapak akan ngomong pada Pak Kenzo Kalau kamu tidak menyukainya "ucap bapak panjang
"Bapak tidak usah merasa bersalah Pak Sinta menerima semua takdir sinta, sinta menerima lapang dada semua yang apa digariskan untuk Sinta Mungkin memang ini jodoh cinta Pak . Sinta akan menerima Pak Kenzo dengan lapang dada Pak Sinta akan coba untuk mencintai Pak Kenzo seperti Pak Kenzo mencintai sinta ,sinta janji jika memang dalam waktu 1 bulan ini Sinta tidak mencintainya maka sinta akan bilang pada bapak"ucap Sinta dengan tenang
"Bapak Ibu Permisi saya dokter yang menangani Mbak Sinta Mbak sintanya sudah boleh pulang pak, tapi untuk sementara Mbak sintanya pakai tongkat dulu ya Soalnya kaki Mbak Sinta sedikit terkilir"ucap dokter
"Oke Baik bu terima kasih ya untuk pertolongannya saya sangat berterimakasih pada bu dokter "ucap bapak Sinta
"tidak usah berterima kasih Kak ini sudah tugas saya sebagai seorang dokter membantu pasien baik mbak Shinta tongkatnya bisa dipakai ya mbak untuk bantu berjalan Mbak "ucap dokter
"baik dong Terima kasih ya Dok "ucap Sinta
"sama-sama Mbak, Mari saya bantu mbak untuk untuk berjalan kedepan "ucap dokter
"tidak usah Dok saya bisa, tapi ngomong-ngomong apakah saya harus terapi rutin dok soalnya saya 'kan bekerja jadi susah untuk mengatur jadwalnya ?"tanya Sinta
__ADS_1
"Mbak tidak perlu terapi rutin ke rumah sakit mbak hanya perlu terapi rutin di rumah saja nanti seperti yang Pak Kenzo bilang akan ada suster yang merawat mbak selama Mbak selama di rumah"ucap dokter
"Oh begitu ya dok baik kalau begitu Dok saya permisi dulu ya sama ibu dan bapak saya terima kasih "ucap Sinta
"sama-sama Mbak hati-hati dijalan ya sama-sama Mbak hati-hati dijalan ya "ucap dokter
Shinta sampai di kosan sudah malam dan akhirnya Shinta langsung beristirahat untuk kembali bekerja esok hari.
"duk kamu mau kerja kan Ibu udah bilang jangan bekerja dulu izin dulu sama Pak Kenzo "ucap ibu Sinta
"ah enggak lah Bu Sinta nggak mau nanti karyawan kantor mengira Sinta ini manja nggak profesional kerja Sinta kan karyawan baru bu Sinta Nggak mau dicap seperti itu"ucap Sinta
saat Sinta hendak membuka pintu tiba-tiba pintu terbuka dari luar.
"loh Pak kinzo pagi-pagi Ngapain di sini saya baru mau berangkat kerja Pak ?"tanya Sinta
"Memangnya saya tidak boleh mengunjungi calon istri saya ?"tanya pak Kenzo
"tapi Pak apa ini sudah jam sudah jam 6.30 Pak saya harus berangkat lagi pulang Bapak kan hari ini jadwalnya free pak jadi bapak bisa istirahat di rumah"ucap Sinta sambil duduk di teras
"kalau memang jadwal saya free Kenapa kamu masuk Harusnya kan kamu kamu mengikuti jadwal saya?"tanya pak Kenzo
"bukan begitu Pak hanya saja saya kan harus mempersiapkan untuk jadwal Bapak Besok saya harus menghandle semuanya Pak saya kan Sekertaris bapak jadi saya harus lebih profesional Pak dalam bekerja "ucap Sinta
"Oke kalau begitu Hari ini jadwal saya free berarti kamu harus free juga saya mau kamu menemani saya untuk jalan-jalan hari ini"ucap pak Kenzo
"Maaf pak saya tidak bisa"ucap Sinta
"Sudahlah Ndu ikuti saja apa kata pak Kenzo kamu jalan-jalan saja hari ini hitung-hitung kamu cuti sehari ini "ucap Ibu Shinta
"lihat Shinta ibumu saja tidak keberatan Kalau begitu gegas ayo kita pergi hari ini Apakah kamu punya paspor untuk luar negeri ?"tanya pak Kenzo
"Saya punya Pak Memangnya buat apa ya pak "jawab Sinta
"sudah ikuti saja siapkan dokumen paspor ,identitas kamu pokoknya keperluan untuk ke luar negeri hari ini tiket sudah saya pesan 2 ya untuk ke mananya nanti kamu akan tahu sendiri "ucap pak Kenzo
"loh loh Pak enggak bisa gitu dong Pak saya kan harus bekerja besok lalu siapa yang menghandle pekerjaan saya "ucap Sinta
"sudah sudah kamu tidak perlu banyak tanya Intinya kamu persiapkan pakaian dokumen identitas dan semuanya kita akan pergi hari ini saya tidak mau ada penolakan ya Sinta "ucap pak Kenzo memaksa
"Ibu saya izin bawa Sinta pergi hari ini ya hanya 2 hari saja tidak lebih "ucap pak Kenzo
"apa nggak sebaiknya yang dekat-dekat sini saja Pak Lagi pula kalau ke luar negeri terlalu jauh kasihan sinta yang masih memakai tongkat di dalam perjalanan pasti nanti akan terasa lelah " ucap ibu Sinta
"betul itu ngapain ke luar negeri segala sih Pak saya nggak mau Pak saya terlalu capek untuk luar negeri Apalagi saya masih pakai tongkat "ucap Sinta mengikuti apa kata ibunya
"Sinta Apakah bisa kamu tidak memanggilku dengan pakai Pak itu terlalu formal ,panggilah aku Mas boleh ?"ucap Kenzo membuat seketika pipi Sinta merekah Merah
"sttt sudah tidak usah membantah"ucap pak Kenzo mendekat ke muka Kenzo
"i i ya Mas "ucap Sinta gugup
"Nah gitu dong Masa harus dipaksa dulu oke kalau begitu kita berangkat hari ini ke Bogor mau?"tanya Kenzo
__ADS_1
" terserah bapak eh maaf maksudnya mas aja "ucap Sinta menahan malu
Hari itu pun Sinta dan Kenzo pergi untuk ke Bogor.